#心臓病#死神#4コマ#とらじろう#クワガタ
夏になったらやってくる!死神のクワガタのお兄ちゃん

夏になったらやってくる!死神のクワガタのお兄ちゃん

1
Tanggal posting: 2026.09.07

Deskripsi karya

重い心臓病の男の子は外に出ることもなく死ぬ。 ーはずだった。 早く迎えに来すぎたクワガタ好きな死神が早とちりで少年を救ってしまったことで始まった二人の約束。 それは、毎年夏になったら一緒にクワガタを取りに行くこと。 死ぬはずだった少年は毎年死神のクワガタのお兄ちゃんとクワガタをとりに行く。 反抗期の中学時代、高校生になり彼女ができて…大人になりやがて結婚して、おじいちゃんになってー 普通の人生に憧れていた少年は歳を重ね、人生を謳歌する話。

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 2

  • Di dunia ini tidak ada harapan.

Halaman 3

  • Langit yang biru...
  • Suara serangga...
  • Pemandangan di luar... Kicauan burung...
  • Aku tidak tertarik.
  • Lebih baik aku tidak tahu.
  • Duniaku hanyalah di sini.

Halaman 4

  • Aku akan mengakhiri hidupku di sini.
  • Karena memang sudah takdirku.
  • Torajirou

Halaman 5

  • Aku akan mati.
  • Selama 10 tahun hidupku, aku tidak pernah sekalipun keluar.
  • Yang kulihat hanyalah air mata Mama dan Papa.
  • Padahal aku ingin mereka tersenyum di saat terakhirku.
  • Permisi!!
  • ?!
  • Akulah sang dewa kematian, Zanluke!
  • Aku datang untuk menjemput jiwamu!
  • Siapa kau!

Halaman 6

  • Kenapa kau belum mati juga!
  • Anak ini sudah berjuang melawan penyakitnya seumur hidup!
  • Biarkan dia pergi dengan tenang di saat terakhirnya...!
  • !!
  • Kumbang capit besar apa itu!
  • Kau suka kumbang capit, ya!
  • Jangan! Jangan sentuh Tomoya!
  • Dengarkan ceritaku tentang kumbang capit yang baru saja kutangkap!!
  • Tunggu! Jangan mati dulu!
  • Akan kubagi kekuatanku!
  • Dengarkan aku!!
  • Tomoya—!

Halaman 7

  • Penyakitnya sembuh total!
  • Eh.
  • Kumbang capit yang kutangkap...
  • Aku... masih hidup...
  • Tomoya!
  • Hei!
  • Keajaiban seperti ini bisa terjadi...
  • Mama, Papa! Sudah tidak sakit lagi!
  • Tapi, kumbang capit itu...
  • Dewa...! Kami ingin memberikan imbalan...
  • Kami akan melakukan apa saja!
  • Berisik! Berikan kumbang capit itu!!
  • Hanya dengan itu saja boleh?!
  • Silakan!

Halaman 8

  • Sudah boleh pulang.
  • Ini kamarku... Keren...!
  • Woi!!
  • Kakak Kumbang!
  • Gara-gara kau, aku dimarahi atasanku, tahu!
  • Ini juga palsu, ya?! Kau menipuku, ya?!
  • Dilihat dari mana pun ini, kan, bantal...
  • Bertanggung jawablah!
  • Eh... Kalau begitu, kita pergi menangkap kumbang capit?
  • Ayo!

Halaman 9

  • Keren!
  • Banyak sekali yang besar, nih!
  • Ayah yang memberitahuku.
  • Yang ini! Bulat dan kelihatannya kuat!
  • Ini semua juga berkat Kakak yang sudah menolongku.
  • Oi, oi, oi.
  • Terima kasih banyak.
  • Kita harus ke sini setiap tahun, nih!
  • Dia sama sekali tidak mendengarkan orang bicara...
  • Lihat ini...
  • Kumbang capitnya bergabung.
  • Orang ini...

Halaman 10

  • Lihatlah, keren, kan!
  • Banyak sekali yang kau tangkap, ya!
  • Aku akan membuat mereka berevolusi dan pergi mengalahkan 'dia'!
  • Dia?
  • Bisa berevolusi?
  • Di dalam kepalaku yang agung ini!
  • Kumbang capit terkuat yang bisa membawaku terbang di angkasa dan terkadang menjadi senjataku!
  • Untuk berevolusi, aku butuh banyak kumbang capit!
  • Apa orang ini aneh, ya...

Halaman 11

  • Kita adalah Aliansi Kumbang Capit!
  • Setiap tahun kita akan menangkap kumbang di sini!
  • Setiap tahun...
  • Ini janji antar lelaki!
  • Serahkan yang besar padaku!
  • Kakak Kumbang...
  • Kau seperti Giant, ya.
  • Siapa yang kau sebut keong mas raksasa!
  • Sakit!
  • Jadilah janji tahunan mereka.

Halaman 12

  • Masuk SMP.
  • Desa banget, nggak bisa dapat teman.
  • Saatnya berburu kumbang capit—!!
  • Kakak Kumbang!
  • Bisa nggak kamu berhenti masuk lewat jendela dan mecahin kacanya setiap saat!?
  • Ini, kan, pintu masuknya.
  • Bukan, woi!
  • Di hari lain.
  • Sudah, jendelanya kubiarkan terbuka saja!
  • Jadilah kamar tanpa keamanan sama sekali.

Halaman 13

  • Oh! Dewa Kumbang datang, ya!?
  • Ibu!
  • Lihat, dinding ini dihancurkan oleh Kakak.
  • Tidak apa-apa, kok! Suamiku, kan, tukang kayu.
  • Justru karena Ibu begitu, dia jadi besar kepala!
  • Daripada itu...
  • Mau ikut...?
  • Kau kira aku anak kecil!

Halaman 14

  • Kau juga masuk!
  • Aku sudah bukan anak kecil lagi.
  • Selama ini...
  • Aku hanya bisa memimpikannya...
  • Dia tidak pernah bermain air...
  • Ibu!
  • Aku jadi berpikir, mungkin sekarang belum terlambat.
  • Sialan—!
  • Waah.

Halaman 15

  • Hari ini setelah berenang di kolam dan makan semangka, aku pulang, ah.
  • Lagipula, aku sudah bukan anak-anak yang suka kumbang capit lagi.
  • Mulai sekarang, aku akan membuatnya puas dengan bermain game...
  • Kukira kau tidak akan datang, jadi kututup jendelanya!
  • Uwaaa!
  • Bisa-bisanya aku yang hebat ini...!
  • Ada apa!?
  • Aku tidak bisa kembali bekerja tanpa menangkap kumbang capit!
  • Kembali sana!

Halaman 16

  • Masuk SMA.
  • Apa Kakak Kumbang datang hari ini, ya?
  • Jujur saja, aku harap dia tidak datang hari ini.
  • Karena hari ini adalah hari pentingku.
  • Aku punya pacar.
  • Permisi.
  • Kana-chan, silakan masuk.
  • Hari ini kencan di rumah.
  • Maaf kamarku berantakan.
  • Permisi~
  • Kalau beruntung, aku ingin ada 'kemajuan'...

Halaman 17

  • Ah! Tomo-kun, kau pelihara kumbang capit, ya!
  • Itu yang kutangkap tahun lalu.
  • Kalau kau mau tahu, aku ini jago menangkap kumbang capit, lho.
  • Di hutan belakang sana ada tempat yang banyak sekali kumbangnya, aku biasa pasang perangkap malam-malam...
  • Heeh... Tak kusangka...
  • Da... Daripada itu...
  • Hari ini kita nonton film, yuk.
  • Boleh!
  • Ini film horor yang sempat heboh tahun lalu, lho.
  • Hei.
  • Tidak ada siapa-siapa, jadi deg-degan, ya.

Halaman 18

  • Ka...
  • Berburu kumbang capit!
  • Sudah kuduga kau akan datang!

Halaman 19

  • Siapa ini!
  • Justru kau itu siapa!!
  • Kana-chan, tak kusangka kau galak juga...
  • Aku ini pacarnya Tomo-kun!
  • Padahal hari ini aku berencana melakukan ini dan itu dengannya...!
  • Kau merusak semuanya!
  • Akulah bos dari kumbang capitnya!
  • Jangan ikut campur janji antar lelaki!
  • Tomoya itu milikku!
  • Tomoya itu siapa!
  • Aku tahu cara menghukum orang seperti ini.
  • Kau bahkan tidak tahu namanya, aku tidak percaya!

Halaman 20

  • Kalau begitu, kita tanding kumbang capit!
  • Dengan senang hati!
  • Haa.
  • Bertanding di hutan ini!
  • Kencan di rumahnya gimana?!
  • Jangan remehkan sejarah perburuan kumbang capitku!
  • Tak disangka, Kana-chan yang menang!
  • Payah, wkwkwk.
  • Sial...
  • Bohong, kok. Kau hebat juga.
  • Guru...!
  • Sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini.
  • Seenaknya saja mendahuluiku.
  • Aku mengakuimu!

Halaman 21

  • Masuk universitas.
  • Tomo-kun, maaf menunggu.
  • Kana-chan!
  • Mobil Kana-chan keren banget!!
  • Fufu... Aku beli khusus untuk hari ini.
  • Keren!
  • Apa Kakak Kumbang tidak apa-apa kalau kita pergi saat ini?
  • Untuk Kakak Kumbang, aku akan pergi berkemah untuk sementara waktu, jadi aku tidak akan pulang. Makanan di rumah boleh dimakan semua, jadi silakan bersantai. Tomoya.
  • Aku sudah meninggalkan surat, jadi tidak apa-apa.
  • Tak kusangka Kana-chan punya hobi berkemah!
  • Karena aku ini introvert yang suka kegiatan outdoor.
  • Apaan tuh~

Halaman 22

  • Tiba—!
  • Pemandangannya bagus, ya!
  • Sepertinya ada kumbang capit langka di sini!
  • Iya, ya.
  • Sudah bawa umpannya?
  • Aku juga sudah bawa bagian kalian!
  • Baiknya~
  • Aku mau pasang tenda dulu, baru menyusul, ya.
  • Perkemahan kumbang capit dimulai—!

Halaman 23

  • Keren!
  • Serangan daging dari dua sisi!
  • Tomoya, kau jago masak, ya!
  • Ini satu-satunya keahlianku.
  • Pacar idaman, kan?
  • Entah kenapa...
  • Setelah ini, ayo kita lihat perangkapnya!
  • Ayo pergi bersama!
  • Ayo pergi bersama!
  • Dapat!
  • Yang kecil dilepas saja, ya.
  • Ada yang aneh...

Halaman 24

  • Menyenangkan, ya.
  • Jangan sampai perutmu kelihatan.
  • Ayo kita tidur.
  • Lho? Kantong tidurnya cuma ada dua.
  • Kau bawa sesuai jumlah orang, kan?
  • Ngaaar.
  • ...!
  • ...
  • Gaaaah—!
  • Kenapa kau ada di sini?! Kakak Kumbang!
  • Hah?!
  • Kau menyamar dengan sangat baik!

Halaman 25

  • Kau, kan, cuma ikut untuk menangkap kumbang capit?!
  • Hari ini aku tidak berencana menangkap kumbang!
  • Hari ini aku dan Tomo-kun di alam bebas...
  • berencana melakukan ini dan itu, tahu!
  • Kana-chan...
  • Aku juga meninggalkan pekerjaan penting untuk datang ke sini, tahu!
  • Kembali saja ke pekerjaanmu!
  • Sudah, aku tidak peduli lagi!
  • Aku tidak akan datang lagi!
  • Silakan saja!
  • Kana-chan...! Kau keterlaluan!

Halaman 26

  • Aku sudah keterlaluan...
  • Padahal aku juga menikmati menangkap kumbang...
  • Tapi karena selalu diganggu, aku tidak bisa melakukan ini...
  • dan itu...!
  • Aku jadi kelepasan...
  • Kana-chan...
  • Bagaimana kalau dia tidak datang lagi...!
  • Tidak apa-apa... Kalau Kakak, dia pasti akan cepat lupa dan kembali...
  • Tuh, kan, ada!
  • Aku kembali karena masih mengganjal!

Halaman 27

  • ...?
  • Kumbang capit...?
  • Bertambah banyak...
  • Ini adalah teman-teman berharga milikku.
  • Kuberikan pada kalian...
  • Eeeh?!
  • Jadi,
  • mau bagaimana?
  • Kalian mau aku melakukan apa?!

Halaman 28

  • Dengan ini... kita harus berbaikan...?
  • Eeeh!?
  • Itu adalah raja hutan yang kutangkap tahun lalu.
  • Dia sangat kuat tapi juga terampil.
  • Yang ini kecil, tapi pintar dan kakinya cepat.
  • Semuanya adalah kumbang capit terkuat hasil rawatan sang agung aku!
  • Kalau kalian berbaikan, akan kuberikan...
  • Kakak, aku juga sudah keterlaluan.
  • Kumbang capitnya tidak usah, ayo kita berbaikan!

Halaman 29

  • Mereka semua adalah keluarga penting Kakak, kan?
  • Anak-anak ini juga ingin kembali...!
  • Maafkan aku! Semuanya...!
  • Besok pagi-pagi kita pergi menangkap kumbang lagi, ya!
  • Iya!
  • Kakak tidur di sebelahku, ya.
  • Hanya kecintaannya pada kumbang capit yang asli, ya.
  • Tetaplah seperti itu, ya.
  • Apanya?

Halaman 30

  • Sudah menjadi orang dewasa.
  • Aku meremehkan dunia kerja... Lemburnya kebanyakan...
  • Tomoyaa.
  • Kakak Kumbang!?
  • Aku dihajar...
  • Dihajar habis-habisan...
  • Siapa yang melakukannya!?
  • Raja Agung Dunia Dewa Kematian...!
  • Tenang dulu! Aku akan dengarkan ceritamu.
  • Guh...

Halaman 31

  • Dulu, aku adalah seorang prajurit di tempat bernama Shurado.
  • Dunia tempat mereka bermain perang-perangan di alam baka.
  • Tiba-tiba cerita masa lalu.
  • Nama negara di alam baka!?
  • Di sana, aku merebut helm musuh dan menguasai dunia!
  • Bukan kumbang capit, tapi helm?
  • Aku ingin bertarung dengan orang yang lebih kuat!
  • Waa.
  • Serahkan helmnya!!
  • Raja dari negara mana, ya?
  • Lancip banget.
  • Aku menantang Raja Agung Dunia Dewa Kematian untuk memperebutkan Kumbang Badaknya!
  • Secara sepihak? Kau terlalu bar-bar.
  • Lalu, aku kalah...
  • TK mana ini?
  • Semangat sekali, ya.
  • Dia, kan, Raja Agung, jadi pasti kuat.
  • Jangan tumpahkan colanya!!
  • Lalu, dia bilang begini...!
  • Tanduk itu... kumbang capit?
  • Kelihatan kuat, boleh juga. Haha.
  • Ternyata itu titik awalnya!

Halaman 32

  • Aku pindah profesi jadi dewa kematian untuk mengalahkannya!
  • Kakak juga pindah profesi, ya.
  • Lepas sepatunya.
  • Aku juga sudah 3 kali pindah profesi.
  • Bangkrut lah, kena pelecehan di tempat kerja lah...
  • Dunia kita berbeda, tapi ternyata sama, ya.
  • Serius?!
  • Tomoya juga mau mengalahkan Raja Agung?!
  • Eh, bukan...
  • Bukan 'sama' dalam artian itu...
  • Dia benar-benar tidak pernah mendengarkan orang bicara...
  • Ayo kita pergi mencari kumbang capit kuat yang merupakan kelemahannya!
  • Aku mabuk dan sempoyongan, nih...

Halaman 33

  • Aku diselamatkan oleh dewa kematian yang sedikit bodoh ini...
  • Akan kugendong!
  • Kau mau pergi sampai segitunya?
  • Tentu saja!
  • Sudah hampir 20 tahun.
  • Dia pahlawan yang merepotkan, ya.
  • Kakak Zanluke itu...
  • ?!
  • Kenapa kau tahu nama agungku!
  • Kau, kan, sudah mengatakannya saat pertama kali kita bertemu.
  • Tidak mungkin aku lupa.
  • Kakak tidak berubah, tapi...
  • aku terus berubah.

Halaman 34

  • Menikah.
  • Kana-chaaan!
  • Ayo kita minum kopi!
  • Eh, ada kafeinnya?
  • ?
  • Ada, kok.
  • Mulai sekarang, minum yang non-kafein, ya.
  • Demi anak-anak ini.
  • Tomo-kun! Tumpah! Tumpah...!

Halaman 35

  • Kana-chan, terima kasih!
  • Duh, kau berlebihan, deh!
  • Maksudnya 'anak-anak ini', berarti kembar?
  • Benar!
  • Senangnya...!
  • Ayo kita bangun keluarga bahagia berempat...!
  • Jangan, Tomo-kun!
  • Kalau kau bilang begitu,
  • si itu akan datang.

Halaman 36

  • Kau punya bocah, ya!
  • Dua ekor pula!
  • Jaga bicaramu!!
  • Baiklah! Keduanya akan kujadikan anak buahku!
  • Hei.
  • Kakimu.
  • Turunkan.
  • Dan juga,
  • kalau kau pecahkan kaca jendela lagi, kau dilarang masuk.
  • Hah...? Oke.
  • Memperbaiki kaca jendela itu mahal, tahu! Kalau kau pecahkan lagi, aku akan benar-benar menagih ganti rugi ke tempat kerjamu!
  • Bayinya akan lahir! Dilarang berteriak! Jangan ayun-ayunkan jaringmu juga!
  • Aku sudah menyerah sejak lama...
  • Kana-chan hebat!

Halaman 37

  • Lahir!!
  • Salah satunya nangis terus!
  • Punya anak kembar sesulit ini, ya...?
  • Walaupun ada kami berdua, tenaganya masih kurang...
  • Sebentar lagi dia datang, kan... Kakak...
  • Apa kita bisa minta tolong dia mengurus anak sedikit...?
  • Hah!?
  • Mustahil, mustahil, nggak mungkin, nggak bisa!
  • Itu sama saja menambah jumlah bayi jadi 3 orang!
  • Separah itu, ya...?

Halaman 38

  • Disuruh mengurus bocah?!
  • Kapan kita akan pergi menangkap kumbang capit!
  • Maaf... Tahun ini tidak bisa...
  • Aku bisa mati karena kurang tidur dan stres...
  • Haaah?!
  • Kalian berutang padaku! Kalau mereka berdua sudah besar, janji mereka akan masuk Aliansi Kumbang Capit!
  • Jadi! Apa yang harus kulakukan?!
  • Ganti popoknya dan tidurkan saja sudah cukup!
  • Lho...? Cekatan sekali.
  • Botol ini dicuci saja?
  • Apa dia tipe yang bisa melakukan apa saja dengan insting...
  • Bakat yang tak terduga...

Halaman 39

  • Beberapa tahun kemudian.
  • Sudah besar!
  • Cepat sekali, ya.
  • Apa Ayah sudah bertemu dengan Kakak, ya?
  • Pasti sudah bertemu, kok.
  • Aku tidak akan pernah melupakan Kakak,
  • tapi aku sudah tidak punya penyesalan lagi.
  • Tomoya hidup,
  • menikah, dan bahkan memberiku cucu...
  • Ibu...
  • Tiga anak laki-laki!
  • Memang berat, tapi bersemangatlah!
  • Apa Kakak Kumbang juga termasuk?

Halaman 40

  • Berkemah—!
  • Tunggu sampai persiapan selesai, jangan berisik.
  • Berkemah kumbang capit—!
  • Kakak Kumbang!
  • Kau dilarang masuk!
  • Apa katamu!?
  • Akan kuadukan pada Ibu!
  • Tu... Tunggu! Akan kuperbaiki!
  • Bisa kau perbaiki!?
  • Aku punya jimat yang bisa mengembalikan waktu suatu benda!
  • Baru sekarang kau bilang punya benda sepraktis itu...
  • Keren! Benar-benar kembali seperti semula!
  • Aku jadi penasaran!!
  • Sebentar... Ayah juga mau lihat.

Halaman 41

  • Dewa kematian tidak bertambah tua, ya?
  • Tua? Tentu saja bertambah tua.
  • Kalau tidak salah, mati setelah sekitar seribu tahun.
  • Sekitar 10 kali lipat manusia, ya.
  • Kakak umurnya berapa?
  • Tidak tahu! Aku yang agung ini tidak akan mati!
  • Karena aku ini orang yang hebat!
  • Itu lho, KOUFUMISHO!
  • Aku baru saja diangkat menjadi semacam perwira tinggi yang melindungi negara!
  • Uhuk.
  • Kakak punya jabatan...?
  • Aku yang agung ini bisa melakukan apa saja!
  • Tidak terluka!!
  • Padahal kau hanya menangkap kumbang capit dan bolos kerja?
  • A... Aku mengantar jiwa ke alam baka dengan benar, kok!

Halaman 42

  • Tenang saja!
  • Bahkan jika aku yang agung ini menjadi yang nomor satu, aku akan tetap bermain dengan Tomoya!
  • Tidak, tidak usah memaksakan diri.
  • Teman kumbang capit itu harus dijaga baik-baik!
  • Mulai sekarang, serahkan yang besar pada diriku yang agung ini!
  • Konsisten sekali, ya.
  • Kita ini teman, kan.
  • Be... Beda, ya?!
  • Bercanda.
  • Kita memang teman, tapi...
  • ...bagiku, kau sedikit berbeda.
  • Jangan bercanda di saat penting begini!
  • Sakit, sakit!
  • Ayah! Kakak! Ayo kita lihat perangkap kumbang!
  • Ayo!

Halaman 43

  • Serahkan yang besar!
  • Yang itu biar untuk anak-anak saja~
  • Kakak, apa bajumu itu tidak panas?
  • Aku menempelkan jimat agar sirkulasi udaranya bagus!
  • Ini sama saja seperti berjalan telanjang!
  • Itu malah lebih mengkhawatirkan.
  • Hari ini, yang besar kuberikan pada Tomoya!
  • Tidak usah... Kakak lebih menghargainya.
  • Tahun ini panas, ya!
  • Iya, ya.
  • Pulangnya akan kugendong!

Halaman 44

  • ...-ya-san.
  • Tomoya-san.
  • Tomoya-san, jendelanya saya tutup, ya.
  • Tidak.
  • Tidak apa-apa.
  • Aku sengaja
  • membiarkannya
  • terbuka.
  • Biarkan saja
  • seperti itu.
  • Kumohon.

Halaman 45

  • Jendela kasa terbukanya juga berbahaya.
  • Yo!
  • Eeeh!?
  • Kakak.
  • Penyusupan ilegal.
  • Dia itu...
  • teman
  • berhargaku.
  • Tolong
  • tinggalkan
  • kami.
  • Bagaimana kabar Junya dan Raiya?
  • Mereka berdua
  • punya anak
  • kembar,
  • jadi repot.
  • Katanya.
  • Yah, ada aku yang agung ini, jadi tidak apa-apa!

Halaman 46

  • Kapan kau bisa pergi menangkap kumbang capit?
  • Itu...
  • mungkin
  • sudah tidak
  • bisa lagi.
  • Apa katamu!
  • Yah... setiap hari aku yang agung ini akan membawakannya untukmu!
  • Ini bagian untuk hari ini!
  • Aku sudah
  • menangkapnya.
  • Kakak,
  • dari dulu
  • ada yang ingin
  • kutanyakan.
  • Apa?
  • Alam baka itu
  • tempat yang
  • seperti apa?

Halaman 47

  • Isinya orang bodoh semua!
  • Hanya aku yang agung ini yang punya firasat buruk!
  • Semuanya orang-orang santai yang damai!
  • Haha...
  • Khawatir,
  • ya.
  • Tapi makanannya enak! Kotanya juga indah!
  • Tempat yang bagus, lho!
  • Begitu, ya.
  • Syukurlah
  • ...
  • Aku juga sering bertemu ayah dan ibumu, lho!
  • Katanya si Enma itu pinggangnya sakit, jadi butuh waktu lama sampai vonisnya keluar.
  • Mereka
  • masih
  • belum
  • bereinkarnasi.
  • Raja Enma,
  • kan.
  • Pakai 'Raja'.
  • Jangan panggil nama saja.
  • ...
  • Kana-chan
  • bagaimana
  • kabarnya?

Halaman 48

  • Kana? Dia sering datang ke tempatku.
  • Sepertinya dia khawatir denganmu yang kau tinggalkan.
  • Fufu...
  • Dia sehat,
  • ya.
  • Syukurlah.
  • Syukurlah dia sehat.
  • Sebentar lagi
  • kau akan bertemu
  • dengan
  • semuanya,
  • kurasa.
  • Kau akan segera mati, kan.
  • Hanya dengan melihat,
  • aku tahu,
  • kan?

Halaman 49

  • Aku datang
  • untuk menjemputmu,
  • kan?
  • Bukan, deh. Aku datang untuk memperlihatkan kumbang capit.
  • Fufu.
  • Seperti
  • Kakak, ya.
  • Kamar
  • rumah sakit
  • ini... tempat
  • aku pertama kali
  • bertemu Kakak.
  • Benarkah? Aku tidak ingat!
  • Sedikit
  • berubah,
  • karena aku
  • sudah lama di sini,
  • sih, tapi
  • aku
  • ingat.
  • Aku tidak begitu paham, tapi hebat, ya!
  • Aku,
  • ...

Halaman 50

  • Waktu itu,
  • fuh...
  • aku sangat
  • takut
  • mati.
  • Waktu kecil, kan, semua hal menakutkan.
  • Mau bagaimana lagi!
  • Tapi aku diselamatkan oleh Kakak...
  • Saat pertama kali keluar, aku sampai menangis.
  • Udara di luar memang enak, sih!
  • Aku yang agung ini juga pernah menangis, lho!
  • Aku menikah dan punya anak,
  • jadi aku sudah tidak punya penyesalan lagi.
  • Mereka sudah besar, ya!
  • Aku yang agung ini juga bangga!
  • ...begitu kupikir, tapi...
  • ternyata mati itu tetap menakutkan, ya.
  • Oi, oi.

Halaman 51

  • Akulah sang dewa kematian yang pernah menguasai dunia, tahu!
  • Serahkan urusan setelah kematianmu padaku!

Halaman 52

  • Ayo kita pergi menangkap kumbang capit di alam baka juga, ya!
  • Iya.
  • Kalau bersama Kakak,
  • mati pun mungkin akan menyenangkan.

Halaman 53

  • Kalau sudah sampai, kita langsung pergi menangkap kumbang!
  • Atau aku temui Kana-chan dan Ibu dulu, ya.
  • Kumbang capit yang pertama kali kita tangkap bersama Tomoya! Sudah jadi besar sekali, lho.
  • Masih ada, ya.
  • Makin besar saja dia!

Halaman 54

  • Datanglah ke rumahku! Akan kutunjukkan!
  • Rumah itu menyenangkan.
  • Iya,
  • kan!
  • Kakak.
  • Apa.
  • Terima kasih.
  • Untuk apa.