癖の強いボーイッシュお姉さん

15
Tanggal posting: 2026.08.29

Deskripsi karya

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Guru les privatku sangat cantik.
  • Ada apa, Muridku? Kamu menatapku terus, lho.
  • Tapi sebagai gantinya...

Halaman 2

  • Apa tubuhku ini begitu menarik perhatianmu?
  • Sudah, cepat ajari aku belajar.
  • Karakternya kuat.
  • Lho? Kukira anak laki-laki seumuranmu pasti tertarik pada perempuan, tapi...
  • Sepertinya kamu berbeda, ya.
  • Tolong jangan berkata seperti itu, nanti bisa salah paham.
  • Aku juga tertarik pada wanita, kok!

Halaman 3

  • Tidak, dia pasti sedang memikirkan menu makan malam hari ini, kan?
  • Oh, maaf ya.
  • Apa aku akan baik-baik saja dengan orang ini...?
  • Kalau begitu, ayo kita mulai.
  • Padahal nilaiku bergantung padanya...
  • Semuanya berawal dari hal sepele.
  • Hei, Ikari.
  • Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
  • Eh...
  • Ikari Tsutomu

Halaman 4

  • Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
  • Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
  • Padahal mukamu "muka kutu buku"...
  • Aku tidak bisa terus begini!
  • Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku.
  • Kalau sudah begini, aku harus menaikkan nilaiku agar tidak diejek lagi...
  • Guru les privat... ini dia!!
  • Guru Les Privat Torai
  • Wujudkan Impianmu
  • Begitulah, aku meminta orang tuaku untuk menyewa guru les privat, tapi...
  • !

Halaman 5

  • Yang datang adalah kakak mahasiswi yang tinggal di sebelah rumahku.
  • Hai, anak muda.
  • Ibumu yang memintaku. Mulai hari ini, aku adalah guru les privatmu.
  • Yang selama ini kukagumi...
  • Kakak tetangga sebelah ada di depan mataku...!

Halaman 6

  • Anu... apa tidak apa-apa, Ayanokouji-san?
  • Tenang saja. Aku juga kebetulan sedang mencari pekerjaan paruh waktu.
  • Anda mau menjadi guru les privat untuk orang sepertiku...
  • Kalau ibumu yang meminta, tidak ada alasan untuk menolak, kan?
  • Terima kasih, Ibu...!
  • Lagi pula, "Ayanokouji-sensei" susah diucapkan, kan?
  • Mulai sekarang, panggil saja aku Yua-sensei.
  • Yua-san... aku baru tahu nama depannya...
  • Oh ya, namaku ditulis dengan kanji "Kimi" tapi dibaca "Yua".
  • Maksudnya "Kimi" dari "You are"?!
  • Ayanokouji Yua
  • ?!

Halaman 7

  • Ibumu memintaku untuk menjadikanmu pria yang hebat.
  • Bagaimana? Senang, kan?
  • Ti-tidak... aku tidak senang atau apa pun...
  • Senang rasanya kakak tetangga sebelah jadi guruku...
  • ...tapi di sisi lain, rasanya menyedihkan karena imajinasiku tentangnya jadi hancur.
  • Haaah...
  • Aku gugup, jadi tidak bisa konsentrasi...
  • Ada apa, hm?
  • Tidak semangat belajar, ya?
  • Ini karena Anda, Sensei...

Halaman 8

  • Kalau begitu, supaya kamu semangat, setiap kali kamu dapat nilai sempurna di ujian, sebagai hadiahnya...
  • Aku akan memberimu satu foto selfie rahasiaku.
  • Dari mana datangnya rasa percaya diri itu?
  • Aku dari awal
  • Iklan Benza Block?
  • Ti... tidak, aku tidak butuh...
  • Aku tidak tertarik dengan foto selfie.
  • ...Manis sekali ucapanmu.

Halaman 9

  • Jadi, maksudmu hadiah berupa orangnya langsung lebih baik daripada sekadar foto, ya?

Halaman 10

  • Ka... kalau begitu, hadiahnya kue saja.
  • Oh, kue, ya!
  • Orang sehebat aku sudah bisa menebaknya, lho.
  • Seperti kata pepatah, "lebih baik kue daripada bunga", ya?
  • Agak sedikit berbeda, sih.
  • Ah... nyaris saja...
  • Oleh kakak tomboi dengan karakter kuat ini...
  • Seleraku hampir saja dihancurkan...
  • Pada akhirnya, hancur juga.