Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Guru les privatku sangat cantik.
- Ada apa, Muridku? Kamu menatapku terus, lho.
- Tapi sebagai gantinya...
Halaman 2
- Apa tubuhku ini begitu menarik perhatianmu?
- Sudah, cepat ajari aku belajar.
- Karakternya kuat.
- Lho? Kukira anak laki-laki seumuranmu pasti tertarik pada perempuan, tapi...
- Sepertinya kamu berbeda, ya.
- Tolong jangan berkata seperti itu, nanti bisa salah paham.
- Aku juga tertarik pada wanita, kok!
Halaman 3
- Tidak, dia pasti sedang memikirkan menu makan malam hari ini, kan?
- Oh, maaf ya.
- Apa aku akan baik-baik saja dengan orang ini...?
- Kalau begitu, ayo kita mulai.
- Padahal nilaiku bergantung padanya...
- Semuanya berawal dari hal sepele.
- Hei, Ikari.
- Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
- Eh...
- Ikari Tsutomu
Halaman 4
- Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
- Padahal mukamu "muka kutu buku", tapi nilaimu biasa saja, ya.
- Padahal mukamu "muka kutu buku"...
- Aku tidak bisa terus begini!
- Kata-kata itu terus terngiang di kepalaku.
- Kalau sudah begini, aku harus menaikkan nilaiku agar tidak diejek lagi...
- Guru les privat... ini dia!!
- Guru Les Privat Torai
- Wujudkan Impianmu
- Begitulah, aku meminta orang tuaku untuk menyewa guru les privat, tapi...
- !
Halaman 5
- Yang datang adalah kakak mahasiswi yang tinggal di sebelah rumahku.
- Hai, anak muda.
- Ibumu yang memintaku. Mulai hari ini, aku adalah guru les privatmu.
- Yang selama ini kukagumi...
- Kakak tetangga sebelah ada di depan mataku...!
Halaman 6
- Anu... apa tidak apa-apa, Ayanokouji-san?
- Tenang saja. Aku juga kebetulan sedang mencari pekerjaan paruh waktu.
- Anda mau menjadi guru les privat untuk orang sepertiku...
- Kalau ibumu yang meminta, tidak ada alasan untuk menolak, kan?
- Terima kasih, Ibu...!
- Lagi pula, "Ayanokouji-sensei" susah diucapkan, kan?
- Mulai sekarang, panggil saja aku Yua-sensei.
- Yua-san... aku baru tahu nama depannya...
- Oh ya, namaku ditulis dengan kanji "Kimi" tapi dibaca "Yua".
- Maksudnya "Kimi" dari "You are"?!
- Ayanokouji Yua
- ?!
Halaman 7
- Ibumu memintaku untuk menjadikanmu pria yang hebat.
- Bagaimana? Senang, kan?
- Ti-tidak... aku tidak senang atau apa pun...
- Senang rasanya kakak tetangga sebelah jadi guruku...
- ...tapi di sisi lain, rasanya menyedihkan karena imajinasiku tentangnya jadi hancur.
- Haaah...
- Aku gugup, jadi tidak bisa konsentrasi...
- Ada apa, hm?
- Tidak semangat belajar, ya?
- Ini karena Anda, Sensei...
Halaman 8
- Kalau begitu, supaya kamu semangat, setiap kali kamu dapat nilai sempurna di ujian, sebagai hadiahnya...
- Aku akan memberimu satu foto selfie rahasiaku.
- Dari mana datangnya rasa percaya diri itu?
- Aku dari awal
- Iklan Benza Block?
- Ti... tidak, aku tidak butuh...
- Aku tidak tertarik dengan foto selfie.
- ...Manis sekali ucapanmu.
Halaman 9
- Jadi, maksudmu hadiah berupa orangnya langsung lebih baik daripada sekadar foto, ya?
Halaman 10
- Ka... kalau begitu, hadiahnya kue saja.
- Oh, kue, ya!
- Orang sehebat aku sudah bisa menebaknya, lho.
- Seperti kata pepatah, "lebih baik kue daripada bunga", ya?
- Agak sedikit berbeda, sih.
- Ah... nyaris saja...
- Oleh kakak tomboi dengan karakter kuat ini...
- Seleraku hampir saja dihancurkan...
- Pada akhirnya, hancur juga.
Komentar
0