#日記
クセが強い友人『アツシ』の話【やしろあずきマンガ日記集】
クセが強い友人『アツシ』の話①
42
Tanggal posting: 2025.10.13

Deskripsi karya

やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Kisah Teman yang Terlalu Positif
  • Teman lamaku, Atsushi, yang pada dasarnya selalu positif.
  • Selamat datang di istanaku!
  • Oh, tempatnya lumayan bagus juga.
  • Ini adalah saat aku pertama kali diundang ke rumahnya karena dia baru mulai tinggal sendiri.
  • Eits, hati-hati, jangan sampai kotor, ya. Ini masih bangunan baru, lho...
  • Bukannya ini bangunan 15 tahun?
  • Jangan sampai ada debu sedikit pun, ya! Soalnya ini bangunan baru!
  • Bukannya ini bangunan 15 tahun?

Halaman 2

  • Lihat, nih! Tadi aku juga baru pasang lampu keren ini!
  • Wah, nggak cocok sama suasana kamarnya.
  • Hahahahaha, nggak cocok sama kamarnya, ya!
  • Dia sadar ternyata.
  • Oh, iya!! Tiang jemuran buat di balkon ini juga baru sampai tadi.
  • Bantu aku bawa ke balkon, dong...
  • Zun?

Halaman 4

  • ...Ah.
  • Untuk sementara... pulang dulu?
  • Ah... iya...

Halaman 5

  • Kisah Teman yang Terlalu Positif ②
  • Aku mengunjungi kembali rumah Atsushi yang sudah ia hancurkan di hari pertama pindahan.
  • Selamat datang!! Di My Kingdom.
  • (Teks asli)
  • Sudah kelihatan seperti asrama mahasiswa yang mau ditinggal pergi...
  • Dan hari ini, meja dan sofa kerenku bakal datang, lho.
  • Rak yang pas banget sama lekukan dinding ini juga bakal datang, jadi aku senang banget! Wuhuuu!!

Halaman 6

  • Mejanya, sudah datang.
  • Lho... kamu cek ukurannya nggak?
  • Enggak, tapi kan sekarang lagi tren... minimalis? atau apalah itu...?
  • Bukan itu arti minimalis.
  • Iya, aku beli di toko online karena murah, jadi nggak lihat ukurannya.

Halaman 7

  • Tapi tenang saja, kalau rak yang datang hari ini dipasang, suasana ini pasti bakal jadi lebih cerah!
  • Katanya, ini rak yang sudah dipilih dengan sangat teliti biar cocok sama suasana kamarnya.
  • Itu dia!

Halaman 8

  • Bukan... ini kan bisa dipakai buat naruh barang yang mau disembunyiin di sisa ruang ini, kan...?
  • Apa dia mau menyembunyikan dirinya sendiri, ya?

Halaman 9

  • Atsushi Membeli Baju
  • Atsushi dan aku membeli baju.
  • Ini ada ukuran selain S, nggak ya?
  • Katanya pas aku tanya ke pegawai tokonya, cuma ada ukuran S.
  • Begitu, ya... Kalau begitu, aku coba dulu.
  • Eh... nggak, kamu pasti nggak bakal muat ukuran S.

Halaman 10

  • Sudah kubilang jangan, nanti kamu sedih sendiri, lho.
  • Fufun... kelihatannya begini, tapi akhir-akhir ini aku lagi diet, lho.
  • Berat badanku sudah turun banyak. Lihat saja, ya...
  • Sama sekali nggak muat.
  • Atsushiii.

Halaman 11

  • ...Saya beli yang ini.
  • Lihat kenyataan, dong.
  • Atsushi, lihat kenyataan.
  • ...Bukan, ini muat, kok. Saya beli.
  • Mas!! Itu nggak muat, kan!?
  • Aaaaaaah...
  • Yah... kelihatannya agak sempit, ya...
  • Tuh, kan, masnya juga bilang begitu, Atsushi.

Halaman 12

  • Bebas, kan, mau beli baju yang disukai?
  • Memang benar, sih, tapi, Atsushi...
  • Lagian ini biasa aja, kok... muat, jadi ini beneran...
  • Atsushi.
  • Ah.

Halaman 13

  • Maaf, saya beli bajunya.
  • Mencoba baju yang tidak muat, terlalu percaya diri, dilarang keras—!!
  • ...Baik...

Halaman 14

  • Tes Mata Atsushi
  • Penglihatan Atsushi buruk.
  • Rasanya penglihatanku sekitar 0.3, tapi aku malah merasa bisa melihat segalanya di dunia ini.
  • Baru pertama kali aku lihat orang yang begitu percaya diri dan bangga dengan matanya yang buruk.
  • Suatu hari, Atsushi...
  • Baik, silakan sebutkan arahnya, ya...
  • C C C C C C C C C C C C
  • Baik...
  • ...menjalani tes mata.

Halaman 15

  • ...Eh, tunggu, perutku sakit banget.
  • Sakitnya sampai level nggak peduli lagi sama tes mata.
  • Gawat, kalau nggak cepat selesai dan ke toilet, bisa berabe...
  • Baik, kita mulai dari atas, ya~
  • Sakitnya sampai mataku jadi kabur, gawat. Tapi kalau nggak dijawab, arahnya...

Halaman 16

  • Ah, sudahlah, terserah! Jawab asal saja... pakai ritme DanEvo yang dulu sering kumainkan waktu SMP!
  • Kujawab saja dengan arah notasi favoritku...!!
  • Atas
  • Kiri
  • Kanan, Kiri, Bawah, Bawah, Atas

Halaman 17

  • Setelah tes selesai.
  • Begitulah, penglihatanku jadi pulih banget, lho.
  • Kamu tes sekali lagi, sana.

Halaman 18

  • Atsushi Terkunci di Luar Rumah
  • Kisah teman manusia hiper positif, Atsushi.
  • Yah, kemarin aku hampir ditangkap polisi.
  • Hah? Mayat yang kamu sembunyikan ketahuan di mana?
  • Kamu kira aku ini apa?
  • Soalnya rumah barunya pakai kunci otomatis.
  • Aku pulaaang ke rumah baruku... eh.
  • Kunci, ketinggalan di dalam rumah.

Halaman 19

  • Gawat, nih... yah, kalau ada penghuni lain datang, aku jelaskan saja situasinya...
  • Ah, ada yang datang.
  • Anu, permisi.
  • Saya penghuni sini, tapi kuncinya ketinggalan. Boleh saya masuk bareng?!
  • Kacamata hitam yang dibeli karena dikira keren (1500 yen).
  • Pakai masker karena Corona ->

Halaman 20

  • Hiiiieeeee.
  • Eh, tunggu sebentar... kenapa, sih, orang Tokyo dingin banget.
  • Gimana, ya... ah, hari ini jendelanya kubiarkan terbuka.
  • Lagian ini lantai 2, kalau dari sini...

Halaman 21

  • Oke, ayo... sepertinya bisa, sepertinya bisa.
  • Tinggal... hm?

Halaman 22

  • Ah... permisi, saya tidak akan lari, jadi boleh saya masuk ke rumah dulu, baru kembali lagi ke sini?
  • Kamu ini bicara apa?

Halaman 23

  • Atsushi Membuat Penemuan
  • Sejak SMP, Atsushi adalah pria yang suka membuat penemuan aneh.
  • Aku menggabungkan penghapus dengan troli!
  • Manusia Hiper Positif, Atsushi.
  • Buat apa?
  • Atsushi yang seperti itu tidak berubah bahkan setelah dewasa.
  • Di bagian dalam pintu depan itu kan ada magnetnya, jadi bisa nempelin macam-macam, kan...?
  • Oh, iya...?
  • Dia terus membuat benda-benda aneh...

Halaman 24

  • Melihat itu, aku kepikiran 'Baju Bermagnet'!
  • Namanya nggak bisa lebih kreatif lagi?
  • Lembaran magnet kuat
  • Di... diam!! Di bajunya ini ada magnet yang dijahit.
  • Misalnya, kamu bisa menempelkan peralatan yang kompatibel dengan magnet sesukamu dan membuatnya sesuai seleramu!!
  • Bisa mengkustomisasi baju sesuka hati, ini benar-benar masa depan...

Halaman 25

  • Gwaaaaaah, badanku nempel ke pintu.
  • Atsushiii!!
  • Itu karena kamu mendekati pintu dalam keadaan seperti itu...
  • Hehe... aku lengah. Kekuatan magnetnya terlalu kuat.
  • Kamu tidak apa-apa, Atsushi?

Halaman 26

  • Hehe, tidak apa-ap... aaaaaaaah.
  • Atsushiiiiii, kamu pasang di kaki juga?!
  • Melihat Atsushi yang tersalib di pintu, aku pun pulang.

Halaman 27

  • Atsushi Memperbarui Peralatan Elektronik
  • Manusia Hiper Positif, Atsushi, setelah pindah rumah...
  • ...sepertinya langsung mengganti semua peralatan elektroniknya.
  • Jadi aku datang untuk melihatnya.
  • Oh iya, kamu ganti semua perabotan juga, ya?
  • Betul!! Semuanya model baru, jadi hidupku nyaman banget...

Halaman 28

  • Terutama pembersih udara dan penyedot debu otomatis ini yang paling mantap.
  • Bukan Roomba
  • Berkat mereka berdua, hari-hariku jadi lebih bersinar... udaranya terasa beda.
  • Peralatan elektronik seperti itu, kamu pakai setelah melepas filter di dalamnya, kan?
  • Hah? Ya... ya iyalah, itu kan sudah pasti...

Halaman 29

  • Bukan, kamu... masa penyedot debu otomatisnya...

Halaman 30

  • Benda ini... selama berbulan-bulan sama sekali tidak ada gunanya.
  • Dia bilang pakai peralatan elektronik itu hidupnya jadi luar biasa... payah banget...
  • ...Dapat ide buat cerita manga, nih...
  • Aku tidak akan menertawakanmu, kok, jadi jangan nangis!!
  • Ternyata nangis.

Halaman 31

  • Pria yang Tidak Dicintai Panel Sentuh, Atsushi
  • Di dunia ini ada berbagai macam orang, tapi...
  • Atsushi, sudah tarik uangnya?
  • Bukan... tunggu sebentar, aku ini nggak dicintai panel sentuh, soalnya.
  • Nggak dicintai panel sentuh!?
  • Atsushi sangat tidak becus menggunakan panel sentuh.

Halaman 32

  • Ah, tapi aku kayaknya pernah dengar, sih, ada orang yang panel sentuhnya nggak merespons...
  • Iya... entah karena bawaan tubuh atau apa, aku juga nggak tahu.
  • Sering banget nggak merespons, lho.
  • Bahkan di restoran sushi...
  • Tolong pesankan, ya.
  • Oke... tunggu, nggak merespons...
  • Kenapa, sih?!

Halaman 33

  • Begitulah, Atsushi yang hanya punya pengalaman buruk dengan panel sentuh, suatu hari di sebuah restoran keluarga...
  • Wah, gila!
  • Wah... kaget aku. Ada apa, Atsushi?
  • Panel ini merespons dengan lancar banget!
  • Bahkan aku... bahkan aku bisa memesan, lho!

Halaman 34

  • Zaman akhirnya bisa mengejarku.
  • Yah, sudahlah... dia pasti senang banget, ya...
  • Biar aku yang pesan, ya. Nggak apa-apa, kan?
  • Oke, aku pesan, nih...

Halaman 35

  • Yah, sudahlah, aku panggil pelayan saja... Aku, kan, lebih mementingkan komunikasi antarmanusia...
  • Apa di kehidupan sebelumnya kamu pernah menghancurkan negara mesin?

Halaman 36

  • Atsushi yang Terlalu Polos Menerima Ajakan MLM
  • Oh iya, kemarin aku diajak ikut bisnis gitu.
  • Hah? Apa-apaan itu, emangnya nggak apa-apa?
  • Itu bukan MLM atau semacamnya?
  • Bukan, bukan, wkwk.
  • Katanya, kalau aku kenalin produk ke teman terus mereka beli, aku bisa dapat beberapa persen dari keuntungannya!!
  • Itu MLM, tahu.

Halaman 37

  • MLM, ya...? Bukan, kemarin di restoran keluarga...
  • Beberapa hari yang lalu
  • Ooooh, Atsushi, lama nggak jumpa!
  • Takashi, lama nggak jumpa~ Kamu kelihatan beda, ya.
  • Oh!! Kelihatan, ya!? Akhir-akhir ini aku lagi bisnis, lho, untungnya besar banget.
  • Kamu masih jadi pegawai kantoran? Kerja dengan gaji kecil, hidupmu membosankan, 'kan?!

Halaman 38

  • Nggak juga, sih... hidupku biasa saja, tapi aku menikmatinya, kok. Setiap hari bisa main game.
  • Memang sih, dinding dan lantai rumahku bolong, tapi apa hidupku jadi sengsara?!
  • Kemarin aku jatuh dan merusak pintu juga, sih, tapi nggak sengsara-sengsara amat, kok.
  • Serius?
  • Yah, tapi mumpung ada kesempatan, kamu coba cari uang juga, dong. Kenalin temanmu, suruh mereka beli produknya, gampang, kan.
  • Hah? Aku? Terus, kalau kamu sudah banyak uang, kamu traktir aku di sini, kan?
  • Jelas dong!

Halaman 39

  • Tapi kayaknya aku nggak bisa bantu, deh. Soalnya teman lamaku benar-benar cuma kamu.
  • Atsushi, ayo kita serang sarang semut!
  • Aku merasa nggak akan bisa banyak membantu... tapi, aku senang hari ini bisa ketemu dan ngobrol lagi setelah sekian lama.
  • Aku senang melihat Takashi sekarang kelihatannya sukses...
  • Atsushi...

Halaman 40

  • ...Entah kenapa... entah kenapa, maaf. Kayaknya aku... salah.
  • Hari ini kita sudahi saja obrolan ini, kita bubar saja...
  • Hah?
  • Aku sudah makan semua yang kupesan, jadi boleh minta tolong bayarin saja?
  • Begitulah, dia akhirnya ditraktir makan.
  • Hebat juga kamu, Atsushi.

Halaman 41

  • Atsushi Main Splatoon
  • Temanku yang positifnya sia-sia, Atsushi...
  • Pria yang mengikuti tren, aku, ikut serta!
  • Serius? Kamu main yang ke-2?
  • ...sepertinya mulai main Splatoon.
  • Bukan... sebenarnya temanku ada yang nggak main lagi, jadi dia jual game-nya murah ke aku...
  • Serius...?! Kalau begitu, ayo main malam ini.
  • Serahkan padaku! Kalau ada aku, kita pasti bisa mengalahkan 50 orang...!! (Tidak mengerti gamenya)

Halaman 42

  • Tapi malam itu...
  • Belum, ya...? Aku sudah menunggu dari tadi...
  • Bukan... namamu nggak muncul.
  • Hah? Kamu ada di lobi?
  • Nggak tahu... untuk sementara aku coba kembali ke Inkopolis Square? dulu.
  • ...!!

Halaman 43

  • Bukan, kamu... jangan-jangan... tapi nggak mungkin, kan...
  • Judul yang sedang dimainkan: Splatoon 2
  • Dia main game yang sebelumnya!
  • Itu 'kan yang ke-2! Ahahahahahaha huff huff.

Halaman 44

  • Jadi itu alasan temanmu menjualnya dengan murah, ya, wkwkwkwkwk.
  • Hah... bukan, 2... Hah...? 3...?
  • Yang ke-3 itu yang terbaru, yang ke-2 itu game lama, wkwkwk.
  • Bukan...? Aku tahu, kok. Aku kan... suka barang bekas, jadi ya begitulah... (?)
  • Halah, bohong kamu, wkwkwk.
  • Sudah, cepat beli yang ke-3, terus balik lagi, wkwk.
  • Aku main yang ke-2 saja!! Lagian... bisa dinikmati tanpa harus peduli ini game lama atau bukan, kan?

Halaman 45

  • Kan nggak boleh... main game sekuelnya tanpa main yang sebelumnya...? Menurutku? Rasanya itu nggak bisa dimaafkan...!!
  • Kasih tahu aku di mana bisa beli yang ke-3.
  • Atsushi, kalau pakai logikamu itu, kamu harus beli yang ke-1 juga, lho.