Deskripsi karya
やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Sistem Ibu
- Aku nggak semangat buat ngerjain PR...
- Untuk anak bodoh seperti kamu, Ibu punya solusi.
- Ibu buat kartu stempel!!
- Apa... Apa itu!?
- Setiap kamu ngerjain PR atau bantu-bantu, kamu dapat satu stempel.
- Wahhhh!! Kalau semuanya penuh, apa yang terjadi!?
- Kalau semua stempel penuh...
- Kamu akan dapat... kartu stempel baru dengan warna berbeda secara gratis!!
- Wahhhh keren!! Aku mau!! Aku akan semangat ngerjain PR!!
- Aku baru sadar kalau kartu stempel ini nggak menguntungkan sama sekali saat aku sudah kelas tinggi.
- Aku mau, mau, mauuu.
Halaman 2
- Iklan yang sering ada.
- Matikan lampu kamar... dan
- Wah
- Hehe... Ibu tiba-tiba muncul di depan saklar dan kamu malah pencet Ibu...!!
- Kenapa tiba-tiba muncul, Bu...!! Minggir, aku nggak bisa pencet saklarnya.
- Baiklah, sekarang lampu kamar mandi...
- Wah, muncul lagi, Bu!!
- Apa-apaan sih ini.
- Itu... mirip iklan yang tiba-tiba muncul dari atas itu!!
- Ohhh, aku tahu... nyebelin bangetttt.
Halaman 3
- Biasanya, ibu-ibu menyedot debu di depan kamar anak yang belum bangun.
- Di rumah kami, karena aku susah bangun,
- Ibu menyerbu masuk dan menyedotku langsung.
- Bangunlah.
- Aaaaahhhhhhhhhh.
- Namun...
- Aaaaah... eh...? Apa ini...?
- Kok rasanya enak... ini lumayan juga...
- Waduh... anakku bisa jadi punya kebiasaan aneh...!!
- Mulai sekarang, nggak ada lagi serangan penyedot debu!!
- Kalau mau tidur, tidur saja sesukamu!!
- Akhirnya aku menang dari Ibu.
Halaman 4
- Pertengkaran antara ibu dan anak
- Pertengkaran besar dengan ibu
- Kenapa uang sakumu dihabiskan buat game online?
- Aku mau naik level.
- Naikkan level hidupmu dulu.
- Besoknya di sekolah
- Wah, apa ini...!? Kotak bekalku mewah...!!
- Permintaan maaf dari Ibu? Padahal aku juga salah...
- Pulang nanti aku harus minta maaf dengan benar...
- Wah, Yashiro, apa itu? Kamu bawa... makanan aneh?
- Hei, semua, Yashiro bawa makanan aneh!
Halaman 5
- Tidak pantas.
- Waktu kecil, aku punya jam malam.
- Aku pulang... Wah, serem!!
- Lama sekali!!
- Kadang-kadang aku terlambat pulang karena mampir setelah pulang bimbingan.
- Wah, kalau begini butuh hukuman kalau melanggar jam malam!!
- Hu...hukuman?
- Iya, kalau kamu pulang lewat dari jam malam...
- Aku akan cetak riwayat browser PC-mu dan tempel di dinding ruang tamu!!
- Aaaah, tidak mauuuuu!
- Aku pulang...!! Aman...!!
- Hampir saja!! Hampir aku cetak!!
- Sejak itu, aku selalu tepat waktu.
- Nyaris saja.
Halaman 6
- Tidak pantas.
- Saat kecil, nenek menjelaskan tentang Obon.
- Para leluhur kita datang dan pergi menaiki kuda dari mentimun dan sapi dari terong.
- Oh... tapi bukannya itu lambat ya?
- Boleh aku modifikasi sedikit biar perjalanannya lebih nyaman, Bu, Nek?
- Ya, kalau cuma sedikit, boleh!! Coba saja!!
- Modifikasi...?
- Mungkin cuma seperti menambah ban sedikit!!
- Apa tidak apa-apa ya...
- Bagus untuk melatih daya imajinasinya!!
- Bu, Nek, lihat ini!!
- Tadaaa!! Sudah digabung dengan Thomas si kereta!!
- Kalau dipajang di altar seperti ini...
- Cepat kembalikan seperti semula, dasar bocah nakal!
Halaman 7
- Ulang tahun.
- Menjelang ulang tahun.
- Wah, beli hadiah yuk, game console, terus ini, itu, semuanya!
- Kalau minta terlalu banyak, kutukan hadiah akan aktif!!
- Hah!?
- Ba...batas belanja!?
- Kutukan yang membuat sisa bayarannya diambil dari umur ibu!!
- Hah...!? Tidak mungkin.
- Karena ini kutukan, tentu saja benar!! Kalau minta terlalu banyak, ibu bisa mati!!
- Tidak mau, jangan mati.
- Tapi akan mati!!
- Jadi? Ulang tahun ini mau apa?
- Eh?
- Harapanku langsung turun drastis.
Halaman 8
- Asal kamu nggak mati, nggak apa-apa.
- Ada saatnya aku nggak bisa melakukan olahraga yang semua orang bisa.
- Aaaaaahhhhhh
- Aaaaaahhhhhh
- Kenapa sih!? Kalau kamu nggak bisa melakukannya,
- kamu bakal mati!?
- Eh... nggak, nggak sampai mati sih...
- Kalau nggak mati, ya nggak masalah kan kalau nggak bisa!!
- Daripada mengeluh, mending cari hal lain yang bisa kamu lakukan!! Majalah dewasa di kamarmu aku amankan dulu ya.
- Majalah dewasa itu...
- Jadi, aku mulai mencari hal lain yang bisa kulakukan
- Pergi sana www Kamu juga w
- Thread sampah. Hati ♧hOro
- Ngomong pakai bahasa Jepang lah.
- Oke deh
- Saat SD, aku kecanduan 2channel
Halaman 9
- Yashiro mengetahui bahwa Santa adalah orang tua
- Santa itu ibu dan ayah!! Aku tahu itu!!
- Santa itu ada!!
- Nggak ada!! Akui saja!!
- Santa itu ada!!
- Kalau begitu, Natal berikutnya aku tunjukkan Santa padamu!! Gimana!?
- Baiklah, serius nih!
- Saat hari Natal
- Ini sudah waktunya makan...
- Ada orang asing di rumah kita...
- Hah... kenapa aku harus melakukan ini... sungguh...
- Sialan...!!
- Dengan rencana kasar mengenakan pakaian Santa pada kerabat yang aku tidak ingat (dan tidak senang), aku benar-benar merasa mati.
Halaman 10
- Masa remaja dan ibu
- Saat remaja, aku menggambar simbol kegelapan di lenganku dengan spidol dan diejek habis-habisan oleh kerabat.
- Hah... kenapa ya... apa aku memang aneh... ini kelihatan jelek nggak ya...?
- Bukan aneh, tapi sudah parah!!
- Selesai!! Tamat!!
- Tamat...? Brengsek...
- Itu bagian dari tumbuh dewasa!! Semua orang mengalaminya!!
- ...yah, dulu ibu juga menyebut diri sendiri "Putri Manis Apel" atau semacamnya
- Apel wwww Manis w Putri wwww Hahaha nggak mungkin kau wwww
- Hahaha wwww Apel www Manis www Putri www Gokil wwww
- Putri Manis Apel w Putri Manis Apel w Hahaha wwww
- Awas kamu, bocah sialan.
- Wah wwww Nenek Manis Apel wwww
- Mati terbunuh
Halaman 11
- Bersama Ibu di Karaoke
- Bersama Ibu di Karaoke
- Lagu yang tadi kamu nyanyikan, apa itu?
- Ah, itu lagu dari anime.
- Oh, begitu ya! Lagunya bagus sekali!
- Ibu mau pergi karaoke sama teman-teman nanti. Mungkin Ibu nyanyikan lagu itu!
- Tidak akan ada yang tahu! Nyanyikan lagu anak muda biar terlihat keren dan dapat pujian!
- Nyanyi lagu anime nggak masalah?
- Pujian? Untuk apa?
- Beberapa hari kemudian
- Baiklah... saatnya bernyanyi...!!
- Untuk Ibu. Maafkan aku karena tidak memberitahu bahwa lagu itu punya video anime yang jelas tergantung mesinnya.
- Maafkan aku yang tidak sempat memberitahumu.
Halaman 12
- Saat kecil, Yashiro sering sekali kehilangan barang-barangnya.
- Wah, aku lupa di mana aku taruh payungku!
- ...
- Aku bisa mendengar suara payungmu.
- Hah?
- "Kenapa kamu tinggalkan aku...? Kita selalu bersama di hari hujan, tapi sekarang aku sedih... kenapa...?" kata payungmu.
- Berhenti... Jangan bilang begitu! Rasanya sakit di dada!
- Yes! Aku beli payung baru!
- ...Aku bisa mendengar suara payung lagi!
- Apa!? Padahal ini baru!
- Payung itu bilang... "Kita bertemu lagi... Jangan hilangkan aku lagi, ya..."
- Aaaaaahhhh menyeramkan!!
- Berkat "teknik menyampaikan suara barang hilang" dari Ibu, Yashiro jadi lebih jarang lupa barang.
Halaman 13
- Dulu, saat bermain game online sambil voice chat
- Baiklah! Ikuti aku, ketua Inazuma Skull Gang...!!
- Siap!! Ketua Shikkoku!!
- Ayo, Ketua Shikkoku!!
- Baiklah, kita mulai...!! Rasakan kekuatan cahaya dan kegelapan!! (Dulu selalu ngomong ini tiap kali pakai skill)
- Nah, musuh berikutnya adalah...
- Ah, tunggu... Ibu... Aku lagi di voice chat sekarang...
- Kamu tiap malam teriak-teriak, sampai kapan mau begini?
- Tunggu... Aku lagi di voice chat, semuanya bisa dengar ini...!!
- Voice chat!? Ibu nggak tahu! Kamu yang ribut tiap malam... itu salahmu sendiri!
- Kamu harus introspeksi, Tak-kun!!
- Aaaaahhhh namaku... kamu... berhenti, Ibu!!
Halaman 14
- Karena main game sampai malam, makanya kamu mimpi pergi ke toilet dan ngompol, Tak-kun!!
- Aaaaaahhh sudah diam, Ibu!!
- Akhirnya, kebohongan Yashiro yang mengaku sebagai mahasiswa terbongkar di antara anggota guild.
- Ketua Tacchan, siap untuk perang guild?
- Ketua Tacchan, waktunya tidur, nih.
- Ketua Tacchan, ngompolnya aman?
- Setelah sering diolok-olok, Yashiro jadi lebih tenang bermain game di malam hari.
Halaman 15
- Saat SMP, aku pernah menyatakan ingin berhenti sekolah pada ibuku.
- Aku mau main game online terus, jadi nggak mau sekolah lagi!!
- Oh, boleh saja!!
- Eh... boleh...?
- Sebagai gantinya, Ibu yang akan pergi ke sekolah!!
- Apa!?
- Ibu akan hadir di kelas dan ikut kegiatan ekstrakurikuler menggantikanmu.
- Nomor absen 30, Yashiro~
- Hadir!!
- Serius nih
- Ibu juga akan berusaha berteman dengan teman-temanmu setiap hari!!
- Aku akan pergi ke sekolah!!
Halaman 16
- Penghancuran bagian bawah tubuh
- Dulu aku pernah tidak suka menggunakan toilet dengan bidet.
- Aku nggak pernah pakai dan nggak mau!! Aku mau buang air secara alami!! Dasar... nenek tua yang suka buang air!!
- Apa katamu?
- Di rumah Yashiro, remote toilet terpasang di dinding,
- Jika remote dilepas dari dinding, bisa dioperasikan dari luar!! (Masih belum jelas untuk apa)
- Bidet tiba-tiba (kuat)
- Aaahhhhhhhhhhhhhh
- Aaaaaahhhhhhh
- Aaaaaaaahhh
- Aaaaaaahhhhhhhhhh
Halaman 17
- Akhirnya berhenti... saatnya kabur
- Akan kubunyikan lagi!!
- Aaaaaahhh nenek tua jangan nyalakan lagi!!
- Setelah itu, aku juga melakukan serangan yang sama pada ibu, dan perang bidet pun
- Aaaaah nenek tua... kamu nenek tua... Aaaah
- Nenek tua... Aaaah... Aaaah!
- Berlanjut sampai kami berdua benar-benar tidak tahan lagi.
Halaman 18
- Virus
- Bu, komputerku... rusak...
- Kenapa? Gara-gara kalah di game online terus marah dan mukul layar?
- Kok ibu tahu tentang game online... padahal aku nggak ngapa-ngapain, tapi rusak...
- Nggak mungkin rusak kalau nggak ngapa-ngapain!! Ayo tunjukkan ke Ibu!!
- Nggak mau, beneran nggak mau
- Kalau nggak mau tunjukkan, uang sakumu dicabut setengah tahun
- Itu lebih nggak mau lagi, aku tunjukkan
- Jadinya begini
- Iya!! Aku lihat situs dewasa!!
- Yang seperti apa?
- Yang aneh-aneh dari luar negeri!!
Halaman 19
- Di masa SMP, seringnya menggunakan kata "Itu" dalam percakapan.
- Itu, ya!! Siap!!
- Karena merasa lebih dewasa, aku jadi terinspirasi.
- Ibu, hari ini tolong lakukan Itu!!
- Itu!? Apa!? Mati kah!?
- Mati...!? Bukan, Itu yang lain!!
- Setelah beberapa hari membuat ibu bingung seperti itu...
- Tolong Itu, ya!!
- Baiklah, serahkan padaku!!
- !?
- Wah...!! Akhirnya Itu bisa dipahami!!
- Apa!?
- Itu kan maksudnya barang di kamarmu, kan? Ibu akan urus semuanya...
- Apa maksudnya itu?
- Dan barang yang kamu sembunyikan di kamar juga akan Ibu urus, jadi tenang saja!!
- Ceritakan apa Itu sebenarnya, Bu!!
- Sejak hari itu, kami berhenti menggunakan "Itu" dalam percakapan.
Halaman 20
- Seni Kuku
- Ibu berpikir untuk mencoba seni kuku.
- Oh!! Mau aku gambar sesuatu?
- Jangan bercanda!! Kalau gambarmu ada di kukuku, aku lebih baik mati!!
- Tidak perlu sampai begitu...
- Ngomong-ngomong, sebelum seni kuku populer, kamu sudah mencobanya, kan!!
- Ha!? Apa!?
- Aku tidak melakukannya!! Aku kan bukan cewek!!
- Kamu melakukannya saat SMP, kan!!
- Iya, aku melakukannya!!
Halaman 21
- Masa Pemberontakan
- Keren
- Terinspirasi oleh teman-teman yang memberontak, aku pernah menyatakan masa pemberontakanku pada ibu.
- Masa pemberontakan, ya!? Ya sudah, tak apa!!
- Kalau begitu, Ibu juga akan memberontak!!
- Apa!?
- Hei, Bu!! Dari bekal makan siang...
- Daging!! Harus daging!!
- Tidak mauuu!! Aku tidak mau membuat bekal!!
- Hiii...
- Apa!? Dasar anak nakal!!
- Tidak ada makanan untukmu, dasar!!
- Maaf, Bu... Aku juga akan jadi anak baik, jadi ayo kita hentikan masa pemberontakan ini...
- Baiklah!!
- Dan begitulah, masa pemberontakanku berakhir dalam sehari.
Halaman 22
- Hei, bisa ajarin cara ngeblok di Twitter nggak?
- Hah? Ada yang mau di-blok?
- Iya... ada yang lagi godain aku!!
- Digodain!? Ibu!? Haha, pasti cuma spam itu, spam!
- Udah deh, coba lihat dulu!!
- Oke, segera
- Wah
- Kalau tidak keberatan, saya ingin mengajak makan bersama.
- Tolong pertimbangkan, ya.
- Wah, beneran digodain
- Dan dia cukup sering interaksi di Twitter lagi
Halaman 23
- Ibu dan game
- Akhir-akhir ini, ibu mulai bermain game di PS4
- Game seperti apa yang mau dicoba?
- Yang tembak-tembakan orang!!
- Cara ngomongnya
- Setelah dicoba main FPS team battle...
- Wah... ada yang ngomong kasar di voice chat
- Hei, kamu mainnya jelek banget!!
- Ah, ibu, abaikan saja yang begituan...
- Iya, kamu itu!! Bodoh!!
- Apa-apaan ini!! Tiba-tiba bilang jelek dan bodoh!! Hei!! Begitu caramu ngomong sama orang baru kenal!?
- Karena nggak kelihatan muka, boleh ngomong sembarangan gitu!? Berapa umurmu!? Aku laporin ke sekolah, ya!!
- Menegur dengan "ceramah ala ibu" kepada yang berkata kasar
- Apa menurutmu baik ngomong kasar ke orang yang nggak dikenal!?
- Ayo, minta maaf!!
- Maaf, sungguh...
- Melihat dia meminta maaf dalam beberapa menit, aku menyadari betapa kuatnya ibu
Halaman 24
- Ibu dan kata-kata kasar
- Ibu terus berlatih berbagai game
- Aku kena spawn kill!!
- Kelihatan banget makin jago
- Dan kemudian...
- Wah, ada pesan kasar lagi
- Yang ini abaikan aja, Bu!!
- Sayangnya, ibu mau balas!!
- Wah, ibu kirim surat balasan
- Lihat kan!! Meskipun mulutnya kasar, mereka tetap manusia yang bisa diajak bicara dengan baik!!
- Maaf, ya
- Aku beneran kagum sama kamu, Bu
Halaman 25
- Ibuku dan Kata-kata Kasar②
- Orang yang mengirim itu sudah bertobat.
- Aku yang membuatnya bertobat.
- Makanya, cara ngomongnya itu loh.
- Eh... oh, tunggu sebentar! Sebelum kita mulai...
- Lihat, ada pesan masuk kan!!
- Eh!? Itu orang yang suka ngomel-ngomel lagi? Dia kirim pesan kasar lagi!?
- Apa yang kamu bicarakan? Dia anak baik, lho!!
- Wah, kok jadi akrab sih, kayak anak kecil aja.
- Sementara kamu pergi, kita jadi teman, dan kita sudah janji main bareng hari ini!!
- Apa-apaan sih, jangan pakai ID orang buat cari teman sendiri dong.
Halaman 26
- Ibuku dan Minecraft
- Ibu ingin mencoba game selain FPS
- Ibu capek nembak-nembak terus, mau main game yang damai!!
- Kayak pengakuan psikopat aja.
- Game damai... gimana kalau ini? "Minecraft"
- Bisa bunuh pakai ranjau, ya!?
- Bukan begitu.
- Oh... di smartphone ya! Game apa sih ini?
- Ya... kumpulin bahan, bangun rumah... game yang bebas banget.
- Bisa bakar rumah nggak!?
- Ya udah, coba main dulu!!
- Iya deh (bisa sih bakar rumah, tapi mending nggak usah bilang)
- Terus? Gimana ganti senjata? Gimana ganti peluru? Dimana tempat respawn dan markas? Ini perang penaklukan, ya?
- Bukan game kayak gitu.
- Pertama, kita butuh obor, jadi... tebang pohon dulu...
- Oh gitu!! Kumpulin bahan ya.
- Kena spawn kill!! Dimana tim lawan?
- Kan bukan game kayak gitu.
- Hari dimana rumah Ibu jadi masih jauh!!
Halaman 27
- Ibu resmi debut di voice chat game
- Deg-degan nih!!
- Salam ya... tapi kalau di Jepang nggak dibales.
- Halo!! Nama saya ●● Reiko!! Hobi saya menggambar!! Baru pertama kali main game ini!! Semoga bisa banyak nge-kill!!
- Akan berusaha tidak merepotkan, jadi tolong baik-baik ya!!
- 〉Perkenalan diri
- wwwww ini pasti siaran langsung ww
- Apa itu?
- Lihat, mereka pikir kamu cuma bercanda aja.
- ...? Iya, siaran langsung!
- Gawat wwww di mana sih siarannya!?
- Eh? NHK mungkin?
- Eh, jangan bohong dong.
Halaman 28
- Ibu dan Daftar
- Setiap kali ibu bermain game, dia datang ke rumah.
- Hari ini kita buat jebakan ranjau!
- Kurasa sebaiknya jangan singkat Minecraft seperti itu.
- Lagian, kamu sering main FPS, kenapa nggak beli PS4 aja? Atau mau kubelikan?
- Wah, senangnya! Kalau begitu, bisa transfer 250 ribu yen dulu?
- Selain PS4, mau beli apa lagi sih?
- Oh iya, tolong masukkan PS4 ke daftar keinginan Amazon kamu ya!
- Pasti ada penggemar yang kirim lebih dari sekadar kerucut lalu lintas!
- Diam! Tapi nyatanya yang datang cuma kerucut lalu lintas!
- Dan pupuk sapi juga.
- Ih, jorok!
Halaman 29
- Ibu dan Minecraft ②
- Sedang mengajari ibu tentang Minecraft.
- Jadi, taruh besi di sini ya?
- Itu bukan besi, itu kayu.
- Oke! Besinya sudah ditaruh!
- Itu bukan besi, itu kayu.
- Wah! Jadi pedang! Hebat banget!
- Oke, bagus, bagus.
- Kalau ada monster... aduh!
- Kalau ada mons... aduh, tunggu dulu, tunggu, Bu!
- Dengan pengaturan ini, pemain lain juga bisa... aduh, tunggu, Bu!
- Dengan pengaturan ini, aku juga bisa kena... aduh, aduh, Bu... hei, Bu!
- Kamu... kamu mau bunuh aku, ya, Bu!
- Berhasil! Kill pertama!
- Kembali saja ke dunia FPS, deh!
- Nggak ada kemajuan sama sekali dalam bangunannya.
- Episode berikutnya, pertemuan pertama ibu dengan 'dia'!
Halaman 30
- Ibu dan si penguasa tiran
- Ibu masih main FPS dengan teman yang suka kirim pesan kasar.
- Ada musuh! Aku mati!
- Kamu bilang aku harus mati, ya?
- Dan pesan setelah game juga masih berlanjut.
- Harus ajarin kalau yang salah itu salah!
- Tapi kadang-kadang kamu bilang aku harus mati...
- Diam! Mati saja!
- Kalau diberi tahu dengan benar, pasti mengerti.
- Oh... rasanya hangat di hati...
- Tapi sayangnya, bukan ibu yang bilang.
- Aku orang lain, tahu.
- Iya, maaf deh.
- Kasihan, berhentilah.
Halaman 31
- Ibu dan Minecraft③
- Pesan LINE mendadak dari Ibu
- Waaah! Baik-baik saja, Bu!?
- Main Minecraft, ya?
- Sepertinya dia terpeleset saat menjelajah (jatuh ke air tapi berhasil selamat)
- Hanya bisa melihat keputusasaan.
- Wah, jatuh ke tempat yang luar biasa.
- Tapi untungnya ini cuma di game, bukan di dunia nyata.
- Apa yang kamu bicarakan!? Ini sudah cukup gawat! Lihat situasinya baik-baik!
- Kalau mati di sini dan kehilangan semua item, di dunia nyata juga bisa mati!
- Jangan samakan game dengan kenyataan, dong.
- Ada teknik yang bisa digunakan di saat seperti ini... Lompat sambil menumpuk blok di bawahmu untuk naik ke atas.
- Oh, begitu caranya! Seperti ini, ya?
- Sebentar lagi sampai ke permukaan, jangan sampai jatuh...
- Waaaaah, Ibu!!!
- Ambil semua itemnya dan bawa ke sini!!
- Setelah itu, dia disuruh mengambil semua item yang tertinggal.
- ◆Saat bergerak di tempat tinggi, bergeraklah sambil berjongkok!! (Kalau berjongkok, tidak akan jatuh)
Halaman 32
- Informasi Pribadi
- Pertama kali merekam game bersama ibu
- Baiklah... siap-siap ya.
- Ada hal yang tidak boleh diucapkan? Seperti ancaman pembunuhan?
- Ancaman pembunuhan sih jelas nggak boleh.
- Tapi tenang saja, nanti bisa diedit dan diberi suara 'bip', jadi nggak usah khawatir.
- Oh, begitu ya! Baiklah!
- Oke, kita mulai sekarang!!
- Halo semua, selamat siang.
- Gadis pertama yang kusukai di sekolah dasar adalah...
- Hei, hentikan, Bu!
- ...dan aku terus menontonnya.
- Nikmati saja siaran penuh suara 'bip' ini!!
- Fokuslah pada game-nya.
Halaman 33
- Bahasa yang kasar
- Saat bermain FPS, tidak bisa dihindari
- Aduh, menyebalkan!
- Apa-apaan ini!?
- Sering kali berbicara sendiri dengan nada kasar, tapi kali ini tentang ibu.
- Saat baru mulai bermain FPS
- Wah, kena juga!
- Mati, ya!
- Ketika sudah terbiasa bermain FPS
- Mampus, mati! Apa itu barusan?
- Dari sana nggak mungkin ada granat, seriusan ini apa... huh?
- Rasakan itu... eh!? Kenapa nggak bisa nge-kill barusan!?
- Wah, ada sesuatu yang sangat...
- Aaaaah!? Aim-nya jelek banget!
- Sudah seperti pemain FPS beneran, ya...
Halaman 34
- Sebelum Comiket musim panas, aku menerima DM seperti ini.
- Wah, Ibu muncul di dunia nyata!
- Ibu merasa sangat puas.
- Siapa sangka karaktermu bisa dikenal orang, dan ada yang cosplay jadi kamu!
- Hidup memang penuh kejutan! Ibu senang sekali!
- Dan tiba saatnya Comiket musim panas.
- Ibu
- Aku nggak ngerti apa-apa ini.
- Ibu bertemu dengan cosplayer dirinya sendiri.
- ...semuanya baik-baik saja, tapi kemudian ibu bercerita ke teman-temannya dengan penuh semangat.
- Belakangan ini, ibu kelihatan capek ya...?
- Nggak apa-apa, ini kan kenyataan...
Halaman 35
- Meminjamkan PS4 istrinya ke ibu.
- Bermain Dead by Daylight berdua, keduanya jadi survivor.
- Sesaat setelah permainan dimulai.
- Baiklah... lebih baik kita bergerak bersama, kalau bisa kita bergabung.
- Ibu sudah menemukanmu!!
- Serius!? Cepat ke sini!!
- Sudah sampai!! Ayo kita kabur bareng!!
- Jangan ke sini kalau lagi dikejar, Ibu!!
- Tenang saja!! Kita akan selamat bersama!! Nih, ambil ini.
- Aduh jangan jatuhkan papan di depanku!
Halaman 36
- Gerbang sudah terbuka!! Ayo keluar!!
- Ingat itu, ya!
- Bahkan dalam game kerjasama, ibu berhasil membuat kekacauan.
Halaman 37
- Ibu dan identitas terungkap.
- Di gym kesehatan yang ibu datangi.
- Wah!! Ternyata main game juga ya!!
- Game apa yang dimainkan?
- Ya, sedikit... yang sedang dimainkan sekarang...
- Minecraft yang seru untuk membangun.
- Wah, keren!
- Dan sedikit main FPS, seru juga menembak orang!
- Serius!? Kayak psikopat... ngomong-ngomong,
- Tiba-tiba nih, tahu Yashiro Azuki nggak?
- ...Minecraft? FP...S...? Apa...?
- Eh!?
- Aku nggak ngerti apa-apa, aku jadi linglung! Bahkan nama sendiri lupa.
- Ibu linglung seketika saat identitasnya terungkap di tempat yang tak terduga.
- Se...seketika linglung!?
Halaman 38
- Ibu dan Spider
- Ibuku tertarik dengan Spider-Man di Twitter, jadi aku memintanya untuk mencobanya.
- Ya, ya, jadi bergerak begini...
- Wah, seru sekali!! Bisakah aku mengalahkan orang di sini!?
- Eh... Tentu saja, kamu bisa mengalahkan para penjahat dengan seru.
- Bukan itu!! Yang ingin kukalahkan adalah warga sipil yang baik-baik ini!
- Hei, Spider-Man
- Ke... Kenapa warga sipil yang baik-baik...!?
- Tidak ada alasan khusus untuk mengorbankan warga sipil yang baik-baik.
- Apa!? Tidak bisa dikalahkan!? Bagaimana ini!!
- Hei, Spider-Man
- Tidak bisa dikalahkan... hentikan... hentikan
- Berhenti terus-menerus menembakkan jaring laba-laba, kasihan mereka.
- Setelah itu, aku membiarkan ibuku bermain Grand Theft Auto dan dia merasa puas.
- Luar biasa!! Inilah jenis permainan yang aku inginkan.
- Hei, serahkan mobilmu padaku!
- Aku pikir dia tidak bisa lagi menikmati permainan yang damai.
Halaman 39
- Kemarahan nyata
- Ibu, kamu menanam tanaman pemakan serangga di pot bunga, kan?
- Aaaahhhhhhhhhhh
- Setahun yang lalu aku menikah dan pindah dari rumah.
- Yes!! Sekarang aku bisa hidup bebas tanpa dimarahi.
- Aku bahkan bisa nge-tweet sesuka hati~~!!
- Tapi ternyata banyak yang melapor ke akun ibuku.
- Tempat dimarahinya pindah dari dunia nyata ke internet saja
- Tidak ada kebebasan
- Tidak ada yang benar-benar berubah
Komentar
0