Deskripsi karya
やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Cara Membuat Anak Termotivasi Mengerjakan PR
- Masa Kanak-Kanak
- Aduh, PR matematika malas banget, deh.
- Game dewa
- Nanti saja, deh. Main Super Mario RPG dulu, ah...
- DUDUDUDUDUDUDUDUDUUH
- Uwah! Ibu, ada apa?
- Waktunya mini-game neraka!! Dodu
Halaman 2
- Sekarang, Deathman sedang perlahan menaiki tangga menuju kamarmu. Seram, 'kan!!
- Deathman!?
- Tapi, kalau kamu menyelesaikan satu soal PR matematika, Deathman akan turun satu anak tangga, lho!!
- Artinya, kalau kamu tidak berusaha mengerjakan PR matematika, Deathman akan sampai di puncak tangga dan kamu akan mati.
- Mati!?
- Matimu akan sangat mengenaskan.
- Mengenaskan!? T-Tidak mau!
Halaman 3
- Mana mungkin Deathman beneran datang...
- Dia beneran naik...
Halaman 4
- G-Gawat, gila! Aku harus cepat kerjakan...!!
- Kamu sudah selesaikan satu soal, ya.
- Tuh, dia sudah turun satu langkah, tapi akan segera naik lagi, lho!!
- AAAAAAAAAAAAH, GAWAT, GAWAT, GAWAT!
- Menambahkan elemen mini-game pada apa pun adalah teknik yang cukup efektif untuk anak-anak.
- Oke, satu soal lagi selesai.
- Pemeran Deathman: Nenek Yashiro Azuki
- Naik turun tangga capek juga, ya...
Halaman 5
- Hukuman Neraka Untukku yang Melanggar Janji
- Waktu kecil, aku punya jam malam.
- Aku pulang... Hii, seramnya!!
- Lama sekali!!
- Ada kalanya aku sering pulang telat karena mampir ke mana-mana sepulang dari les.
- Dasar... Kalau begini, perlu ada penalti untuk yang melanggar jam malam!!
- Pe... Penalti?
Halaman 6
- Betul... Kalau kamu lewat jam malam, sebelum kamu pulang...
- Riwayat browsermu akan Ibu cetak dan tempel di dinding ruang keluarga!
- AAAAAAAAAAAAAAH, JANGAAAAAN!
- Aku pulang...!! Selamat...!!
- Tipis sekali, ya!! Padahal sudah mau Ibu cetak, lho!!
- Aku pun jadi selalu menaati jam malam.
- Nyaris saja...
Halaman 7
- Cara Menghadapi Anak di Masa Puber
- Yashiro juga pernah mengalami masa puber.
- Oke, aku akan mulai memberontak!
- Hebat... Begini... Aku punya jiwa pemberontak, tidak akan mengerjakan PR, dan malam ini juga... aku akan begadang!
- Waduh, masa puber, ya!! Terpaksa harus di●unuh, nih!!
- Eh...? Bukannya dibiarkan saja tidak apa-apa...?
- Tidak boleh!!
Halaman 8
- Dulu waktu kecil aku juga pernah memberontak pada orang tuaku, tapi aku sama sekali tidak akan memaafkan anakku yang memberontak.
- Kekanak-kanakan sekali.
- ...Benar juga!!
- Kalau anakku masuk masa puber, berarti aku juga masuk masa puber saja, 'kan!?
Halaman 9
- Beberapa Jam Kemudian
- WOI!
- Aku pulang, woi! Makanan, mana makanan, cepat kasih aku makan, woi!
- Apa-apaan kamu, dasar bodoh! Tidak ada makanan untukmu!! Bodoh!!
- Sana tidur sendiri!!
- Hah!?
Halaman 10
- Makan malam, pekerjaan rumah, bersih-bersih, mengurusmu, semuanya...
- Nggak akan kulakukan! Nggak tahu, ah!
- Hah... I-Iya... Maaf, deh. Aku juga... dulu 'kan anak-anak, jadi...
- Lapar...
- Aku nggak mau, ah~~
- Masa pemberontakanku berakhir.
Halaman 11
- Kisah 'Kartu Stempel' Buatan Ibu
- Ugh... Sial, malas banget ngerjain PR...
- Untuk anak bodoh sepertimu, Ibu sudah siapkan...
- kartu stempel, lho!!
- Hah...? Apa itu!?
- Setiap kamu mengerjakan satu PR atau membantu pekerjaan rumah, kamu akan dapat satu stempel.
- UWAAA!! Kalau sudah penuh semua, dapat apa!?
Halaman 12
- Kalau semua stempelnya sudah terkumpul...
- Kamu akan dapat kartu stempel baru... yang warnanya beda, gratis!!
- UWAAA, KEREN!! AKU MAU!! AKU AKAN SEMANGAT MENGERJAKAN PR!
- Setelah kartu kelima, warnanya jadi emas, lho!!
- Aku baru sadar kalau aku tidak dapat keuntungan apa-apa dari kartu stempel ini setelah aku beranjak besar.
- Aku mauuuu! Yang emas!
Halaman 13
- Saling Selidik dengan Teman Setelah Pembagian Rapor
- Sebuah acara yang selalu ada setiap akhir semester saat SD.
- ※Di sekolah Yashiro, namanya 'Ayumi'.
- Pembagian Rapor
- Dalam acara yang pasti terjadi di akhir semester ini, di antara teman sekelas...
- Oke, selanjutnya Yashiro.
- ...akan terbentuk semacam sistem kasta.
Halaman 14
- Mereka yang dengan percaya diri saling memperlihatkan rapor.
- Kali ini juga dapat nilai sempurna di semua pelajaran, dong.
- Aku juga, dong.
- Geng Pintar
- Geng Hati-Hati
- Gimana nilaimu...? Kalau aku sih... ya gitu, deh.
- Heh, kamu duluan, dong. Coba... lihatin.
Halaman 15
- Geng Bodoh yang ingin menghapus ingatan bahwa mereka baru saja menerima rapor.
- Yosh, ayo pulang.
- Pulangnya kita cari kutu kayu, yuk?
- Dan yang paling harus diwaspadai oleh Geng Bodoh adalah...
- Woi, woi, coba lihat rapornya, dong.
- 'Geng Kepo' yang pokoknya ingin melihat rapor orang lain.
Halaman 16
- Tipe paling menyebalkan dari Geng Kepo ini adalah, jika nilai rapor lawannya lebih jelek dari miliknya...
- Hmm... Jadi begitu, ya. Makasih sudah kasih lihat.
- Ah, mau lihat punyaku?
- ...mereka akan dengan bangga memperlihatkan rapor mereka.
- Tapi jika nilai lawannya lebih bagus, mereka akan pulang tanpa memperlihatkan rapor mereka.
- Hmm, makasih. Kalau begitu aku pulang dulu.
- Woi, tunggu, brengsek!
Halaman 17
- Cara Agar Tidak Memperlihatkan Rapor pada Orang Tua
- Salah satu acara paling menakutkan saat masa kanak-kanak adalah...
- Ugh, kali ini nilaiku agak jelek...
- Gimana, ya...
- Tenang saja!!
- ...hari memperlihatkan rapor pada orang tua.
- U... Uchiyamada-kun!
- Menakutkan karena orang tua bisa melihat rapornya dengan saksama... Kalau begitu, kita balik saja logikanya. 'Jangan perlihatkan dengan saksama'.
- Uchiyamada-kun, si jenius kelas
- Terus, angkanya juga bisa diubah dengan mudah cuma dengan sedikit tambahan, lho.
- Bohong?!
Halaman 18
- Misalnya, angka 3 ini...
- 3
- Jadi begini!!
- UWOOOOOOOOOH, HEBAT BANGET, UCHIYAMADA-KUN!
- I-Ini... kalau aku perlihatkan sekilas, sepertinya tidak akan ketahuan...
- Nggak mungkin, itu pasti ketahuan, lah.
- Nggak mungkin, itu pasti ketahuan, lah.
- Hmm... Perlihatkan saja sekilas, lho...!!
- Oke!!
Halaman 19
- Setelah Pulang
- Bu, ini aku sudah dapat rapor, lihat, ya.
- Oke, selesai.
- Nggak kelihatan, tahu!! Lihatin yang benar!!
- Uwah, jangan dilihatin benar-benar.
- Kalau dilihatin benar-benar, nanti meledak.
- Nggak akan meledak.
Halaman 20
- Jangan Corat-coret Rapor
- Bukan salahku, itu karena Uchiyamada-kun...
- Jangan menyalahkan orang lain.
- Keesokan harinya, Uchiyamada-kun tidak masuk sekolah. Yamaoka-kun selamat.
Halaman 21
- Cara Membuat Anak Membuang Sampah dengan Benar
- Ibunya Yashiro...
- ...sangat suka kebersihan.
- Karena itu, saat Yashiro masih kecil, semua sampah yang ia lempar ke lantai akan langsung dibersihkan secara diam-diam.
- Woi, woi, memangnya boleh buang sampah di lantai?
- Boleh, dong, temanku! Dengan begini, Ibu akan sadar kalau dialah yang membuang sampah dan akan introspeksi diri...
- Hah?
Halaman 22
- Bukan, bukan, kamu salah... Di rumahku itu, begini, lho.
- Kalau sampah ditaruh di lantai, nanti akan hilang dengan sendirinya.
- Serius? Keren banget!
- Bukan, bukan, bukan, bukan, bukan.
- Pemikiran anak-anak... seram banget!
Halaman 23
- Sejak saat itu, Ibu berhenti membuang sampah anaknya...
- Kenapa, ya... belakangan ini kamarku kotor terus...
- Sampahnya tidak akan hilang lagi, lho.
- Sebenarnya, sampah yang dibuang di lantai itu ada 'batasnya' sebelum bisa hilang sendiri, dan kamu sudah melewatinya!!
- Hah? Batas!?
- Sebagai penalti, setiap kali kamu buang sampah sembarangan mulai sekarang, umurmu akan berkurang. Kamu akan mati!! Mati!!
Halaman 24
- Hah, umurku... a... akan berkurang!?
- Bukan.
- Eh... jangan-jangan, umur Ibu...!?
- Bukan.
- Umur Nenek yang akan berkurang.
Halaman 25
- Umurku yang berkurang?!
- UWAAAAAA, JANGAN! Nenek, jangan mati!
Halaman 26
- Hal yang Tidak Disukai Anak-Anak: 'Dokter Gigi'
- Sesuatu yang masuk 3 besar hal yang tidak disukai anak-anak.
- Ibu, hari ini kita mau ke mana~?
- Iya, ya!! Hari ini cuacanya cerah, ya!!
- Nggak nyambung...
- Dokter Gigi
Halaman 27
- AAAAAAAAAAAAAAAAAA, SIALAN KAUUUUUUUU!
- Aku nggak mau, pokoknya nggak mau!
- Itu dokter gigi.
- Anak yang tidak mau masuk vs. orang tua yang harus tepat waktu sesuai jadwal... Pemandangan ini...
- Aah... Dokter gigi...? Mungkin kelihatannya begitu, ya.
- Sebenarnya... ini sama sekali bukan dokter gigi, lho...
- Pemandangan yang bisa dilihat di seluruh negeri, tapi ibunya Yashiro akan mengeluarkan jurus andalannya di sini.
Halaman 28
- Disneyland
- Bohong!
- Itu bohong besar.
- Tapi otak anak-anak itu, baik atau buruk, sangat sederhana.
- Tuh! Bukan bohong, 'kan? Lihat boneka ini!
Halaman 29
- Dia pun tertipu mentah-mentah.
- Disney, 'kan, cuma toko kecil begitu! Ayo masuk!
- Oh, begitu, ya...! Horeee! Ayo main!
- Ya, selamat datang...
- Sialaaaaaaan!
Halaman 30
- Kalau Anak Bilang Tidak Mau ke Sekolah
- Anak laki-laki SD pasti pernah terobsesi dengan benda misterius yang dibuat dari ulenan sisa penghapus.
- Woi, lihat, nerikeshi-ku keren, 'kan?
- Aku rasa aku juga pernah tergila-gila dengan 'nerikeshi' (mungkin namanya beda di daerah lain).
- Wah, keren banget.
- Yashiro juga pernah tergila-gila sampai gila.
- Nenek, tadi pakai penghapus, 'kan? Minta sisanya, dong, minta, minta, minta, minta.
- Hii...
- Amit-amit...
Halaman 31
- PR-mu gimana...? Dari pagi cuma ngulenin benda nggak jelas itu...
- Berisik, Nek! Besok di sekolah ada lomba nerikeshi, tahu!
- Aku akan fokus pada mimpiku untuk menjadi juara dunia nerikeshi!
- Terus, sekolahmu gimana?
- Siapa juga yang mau ke sana! Aku akan menaklukkan dunia dengan nerikeshi, dasar bodoh!
Halaman 32
- Keesokan harinya setelah kejadian itu...
- Yo, aku berangkat sekolah.
- Tidak! Mulai hari ini kamu tidak perlu pergi ke sekolah lagi!!
- Ibu tersentuh dengan tekadmu kemarin, jadi Ibu sudah menghubungi sekolah khusus pelatihan nerikeshi di Amerika. ※Sekolah ini tidak ada.
- Hah!?
- Dan ternyata mereka mau menerimamu, jadi kamu akan segera memulai kehidupan nerikeshi-mu di Amerika.
Halaman 33
- Orang dari asosiasi nerikeshi sudah ada di depan rumah, jadi kamu bisa langsung berangkat ke Amerika!!
- Tunggu, maksudnya...
- Gambar hanyalah ilustrasi.
- Soal sekolah dan teman-temanmu, biar Ibu yang urus, jadi tenang saja. Selamat tinggal!!
- S-Serius...? Tunggu...
- T-Tidak jadi! Aku nggak mau! Rumah... Aku suka rumah... Aku tidak mau pergi!
- Nerikeshi-nya, gimana?
- Aku berhenti main nerikeshi!
- Aku berhenti.
Halaman 34
- Caraku Pulang dari 'Negeri Impian'
- Sekitar pukul 8 malam di Disneyland...
- Aah, jadi teringat masa lalu, deh.
- ...aku kadang melihat anak-anak yang menangis histeris dan menolak untuk pulang.
- Kamu dulu juga parah banget, lho.
- Serius...? Terus, gimana cara kalian membawaku pulang?
Halaman 35
- Iya, ya, pertama-tama, kamu akan bilang kalau kamu belum mau pulang.
- AAAAAAAAGH, AKU NGGAK MAU PULANG!
- Cih.
- Kita nggak akan pulang, kok! Sekarang kita mau ke wahana lain!
- Sambil berbohong sekenanya, mereka akan menggiringku ke mobil...
- Wahana selanjutnya tempatnya jauh, lho!!
- Ayo kita ke sana naik mobil!!
- Horeee!
Halaman 36
- Begitu sudah masuk mobil, sisanya gampang.
- Eh, eh, kapan wahana selanjutnya...?
- Tidur saja sana!!
- Nanti juga ketahuan pas sudah dekat rumah, tapi sudah tidak bisa apa-apa lagi.
- Eh, woi... Itu 'kan Bay Bridge! Woi, apa-apaan ini!
- Kalian menipuku, ya! Putar balik, kembali ke Chiba!
- Sudah terlambat!! Pulang dan tidur sana!!
Halaman 37
- Hah... Aku ini bodoh banget, ya...?
- Iya, bodoh banget!!
Halaman 38
- Lari dari Masalah Itu Tidak Buruk
- Dulu, saat aku mau langsung berhenti dari klub yang baru saja kumasuki...
- Ini sama sekali nggak seru dan menyiksa banget. Aku mau berhenti sekarang juga.
- Berhenti saja!!
- Serius?!
- Kelihatannya kamu sama sekali nggak senang, 'kan!! Daripada memaksakan diri melakukan hal yang tidak cocok, lebih baik cari hal lain!!
- Kalau mau berhenti, lebih cepat lebih baik, lho!!
- U-Uhm... tapi aku sering banget berhenti, nanti dikira aku cuma lari dari masalah...
Halaman 39
- Menurut Ibu, lari dari hal yang tidak menyenangkan itu bukan hal yang buruk, lho!! Apalagi kalau kamu punya alasan yang jelas, bukan lari tanpa berpikir!!
- Banyak sekali, kok, orang yang sukses setelah lari dari sesuatu!!
- B-Baiklah, aku berhenti.
- Beberapa Hari Setelah Berhenti dari Klub
- Kamu menumpahkan cola di tas Ibu, ya... Sini kamu!
- Nggak mau~! 'Kan Ibu yang mengajariku kalau lari dari hal yang tidak menyenangkan itu boleh~!!
Halaman 40
- Kalau kamu jelas-jelas berbuat salah, jangan lari dan minta maaflah!
- Berkat nasihat ini, aku jadi bisa langsung berhenti dari perusahaan dan semacamnya.
- GYAAAH, LENGANKU MELAR!
Halaman 41
- 'Pendidikan Elit' Sihir Ibu
- Saat Yashiro SD, Harry Potter terbit dan menjadi sangat populer.
- Keren banget!
- Tentu saja, Yashiro juga ikut tergila-gila.
- Di rumah, dia terus-menerus merapalkan mantra.
- Expelliarmus! Lumos! Lumos!
- Kamu, kerjakan PR.
- Berisik! Aku ini penyihir, tahu!
Halaman 42
- Rasakan ini, rasakan! Expelliarmus! Nah!
- Ayo, Ibu juga coba serang balik dengan mantra.
- Oke, baiklah!! Jadi, mantra yang Ibu rapalkan benar-benar akan mempan, ya?!
- Ya, saya akan menuruti dan mematuhi segalanya.
Halaman 43
- Baiklah, ini dia... 'Shukudai-yaru'!!
- UWOOOOOOH, TANGANKU BERGERAK SENDIRI...!!
- Selanjutnya, 'Souji-suru'!!
- Yey! Kena sihir itu menyenangkan!!
Halaman 44
- Kalau begitu, bagaimana dengan ini? 'Heya-katazukeru'!
- Oke, ayo bersih-bersih... Eh... tunggu dulu...
- Meskipun ini sihir, tapi mantra seperti itu tidak ada di Harry Potter...
- Ibu, ini agak aneh, bukan...?
- Avada Kedavra
- Aku terkena sihir hitam dan mati.
Komentar
0