ババァに学ぶ子育ての秘訣【やしろあずきマンガ日記集】
ババァに学ぶ子育ての秘訣:その2
12
Tanggal posting: 2025.08.26

Deskripsi karya

やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Cara Membuat Anak Termotivasi Mengerjakan PR
  • Masa Kanak-Kanak
  • Aduh, PR matematika malas banget, deh.
  • Game dewa
  • Nanti saja, deh. Main Super Mario RPG dulu, ah...
  • DUDUDUDUDUDUDUDUDUUH
  • Uwah! Ibu, ada apa?
  • Waktunya mini-game neraka!! Dodu

Halaman 2

  • Sekarang, Deathman sedang perlahan menaiki tangga menuju kamarmu. Seram, 'kan!!
  • Deathman!?
  • Tapi, kalau kamu menyelesaikan satu soal PR matematika, Deathman akan turun satu anak tangga, lho!!
  • Artinya, kalau kamu tidak berusaha mengerjakan PR matematika, Deathman akan sampai di puncak tangga dan kamu akan mati.
  • Mati!?
  • Matimu akan sangat mengenaskan.
  • Mengenaskan!? T-Tidak mau!

Halaman 3

  • Mana mungkin Deathman beneran datang...
  • Dia beneran naik...

Halaman 4

  • G-Gawat, gila! Aku harus cepat kerjakan...!!
  • Kamu sudah selesaikan satu soal, ya.
  • Tuh, dia sudah turun satu langkah, tapi akan segera naik lagi, lho!!
  • AAAAAAAAAAAAH, GAWAT, GAWAT, GAWAT!
  • Menambahkan elemen mini-game pada apa pun adalah teknik yang cukup efektif untuk anak-anak.
  • Oke, satu soal lagi selesai.
  • Pemeran Deathman: Nenek Yashiro Azuki
  • Naik turun tangga capek juga, ya...

Halaman 5

  • Hukuman Neraka Untukku yang Melanggar Janji
  • Waktu kecil, aku punya jam malam.
  • Aku pulang... Hii, seramnya!!
  • Lama sekali!!
  • Ada kalanya aku sering pulang telat karena mampir ke mana-mana sepulang dari les.
  • Dasar... Kalau begini, perlu ada penalti untuk yang melanggar jam malam!!
  • Pe... Penalti?

Halaman 6

  • Betul... Kalau kamu lewat jam malam, sebelum kamu pulang...
  • Riwayat browsermu akan Ibu cetak dan tempel di dinding ruang keluarga!
  • AAAAAAAAAAAAAAH, JANGAAAAAN!
  • Aku pulang...!! Selamat...!!
  • Tipis sekali, ya!! Padahal sudah mau Ibu cetak, lho!!
  • Aku pun jadi selalu menaati jam malam.
  • Nyaris saja...

Halaman 7

  • Cara Menghadapi Anak di Masa Puber
  • Yashiro juga pernah mengalami masa puber.
  • Oke, aku akan mulai memberontak!
  • Hebat... Begini... Aku punya jiwa pemberontak, tidak akan mengerjakan PR, dan malam ini juga... aku akan begadang!
  • Waduh, masa puber, ya!! Terpaksa harus di●unuh, nih!!
  • Eh...? Bukannya dibiarkan saja tidak apa-apa...?
  • Tidak boleh!!

Halaman 8

  • Dulu waktu kecil aku juga pernah memberontak pada orang tuaku, tapi aku sama sekali tidak akan memaafkan anakku yang memberontak.
  • Kekanak-kanakan sekali.
  • ...Benar juga!!
  • Kalau anakku masuk masa puber, berarti aku juga masuk masa puber saja, 'kan!?

Halaman 9

  • Beberapa Jam Kemudian
  • WOI!
  • Aku pulang, woi! Makanan, mana makanan, cepat kasih aku makan, woi!
  • Apa-apaan kamu, dasar bodoh! Tidak ada makanan untukmu!! Bodoh!!
  • Sana tidur sendiri!!
  • Hah!?

Halaman 10

  • Makan malam, pekerjaan rumah, bersih-bersih, mengurusmu, semuanya...
  • Nggak akan kulakukan! Nggak tahu, ah!
  • Hah... I-Iya... Maaf, deh. Aku juga... dulu 'kan anak-anak, jadi...
  • Lapar...
  • Aku nggak mau, ah~~
  • Masa pemberontakanku berakhir.

Halaman 11

  • Kisah 'Kartu Stempel' Buatan Ibu
  • Ugh... Sial, malas banget ngerjain PR...
  • Untuk anak bodoh sepertimu, Ibu sudah siapkan...
  • kartu stempel, lho!!
  • Hah...? Apa itu!?
  • Setiap kamu mengerjakan satu PR atau membantu pekerjaan rumah, kamu akan dapat satu stempel.
  • UWAAA!! Kalau sudah penuh semua, dapat apa!?

Halaman 12

  • Kalau semua stempelnya sudah terkumpul...
  • Kamu akan dapat kartu stempel baru... yang warnanya beda, gratis!!
  • UWAAA, KEREN!! AKU MAU!! AKU AKAN SEMANGAT MENGERJAKAN PR!
  • Setelah kartu kelima, warnanya jadi emas, lho!!
  • Aku baru sadar kalau aku tidak dapat keuntungan apa-apa dari kartu stempel ini setelah aku beranjak besar.
  • Aku mauuuu! Yang emas!

Halaman 13

  • Saling Selidik dengan Teman Setelah Pembagian Rapor
  • Sebuah acara yang selalu ada setiap akhir semester saat SD.
  • ※Di sekolah Yashiro, namanya 'Ayumi'.
  • Pembagian Rapor
  • Dalam acara yang pasti terjadi di akhir semester ini, di antara teman sekelas...
  • Oke, selanjutnya Yashiro.
  • ...akan terbentuk semacam sistem kasta.

Halaman 14

  • Mereka yang dengan percaya diri saling memperlihatkan rapor.
  • Kali ini juga dapat nilai sempurna di semua pelajaran, dong.
  • Aku juga, dong.
  • Geng Pintar
  • Geng Hati-Hati
  • Gimana nilaimu...? Kalau aku sih... ya gitu, deh.
  • Heh, kamu duluan, dong. Coba... lihatin.

Halaman 15

  • Geng Bodoh yang ingin menghapus ingatan bahwa mereka baru saja menerima rapor.
  • Yosh, ayo pulang.
  • Pulangnya kita cari kutu kayu, yuk?
  • Dan yang paling harus diwaspadai oleh Geng Bodoh adalah...
  • Woi, woi, coba lihat rapornya, dong.
  • 'Geng Kepo' yang pokoknya ingin melihat rapor orang lain.

Halaman 16

  • Tipe paling menyebalkan dari Geng Kepo ini adalah, jika nilai rapor lawannya lebih jelek dari miliknya...
  • Hmm... Jadi begitu, ya. Makasih sudah kasih lihat.
  • Ah, mau lihat punyaku?
  • ...mereka akan dengan bangga memperlihatkan rapor mereka.
  • Tapi jika nilai lawannya lebih bagus, mereka akan pulang tanpa memperlihatkan rapor mereka.
  • Hmm, makasih. Kalau begitu aku pulang dulu.
  • Woi, tunggu, brengsek!

Halaman 17

  • Cara Agar Tidak Memperlihatkan Rapor pada Orang Tua
  • Salah satu acara paling menakutkan saat masa kanak-kanak adalah...
  • Ugh, kali ini nilaiku agak jelek...
  • Gimana, ya...
  • Tenang saja!!
  • ...hari memperlihatkan rapor pada orang tua.
  • U... Uchiyamada-kun!
  • Menakutkan karena orang tua bisa melihat rapornya dengan saksama... Kalau begitu, kita balik saja logikanya. 'Jangan perlihatkan dengan saksama'.
  • Uchiyamada-kun, si jenius kelas
  • Terus, angkanya juga bisa diubah dengan mudah cuma dengan sedikit tambahan, lho.
  • Bohong?!

Halaman 18

  • Misalnya, angka 3 ini...
  • 3
  • Jadi begini!!
  • UWOOOOOOOOOH, HEBAT BANGET, UCHIYAMADA-KUN!
  • I-Ini... kalau aku perlihatkan sekilas, sepertinya tidak akan ketahuan...
  • Nggak mungkin, itu pasti ketahuan, lah.
  • Nggak mungkin, itu pasti ketahuan, lah.
  • Hmm... Perlihatkan saja sekilas, lho...!!
  • Oke!!

Halaman 19

  • Setelah Pulang
  • Bu, ini aku sudah dapat rapor, lihat, ya.
  • Oke, selesai.
  • Nggak kelihatan, tahu!! Lihatin yang benar!!
  • Uwah, jangan dilihatin benar-benar.
  • Kalau dilihatin benar-benar, nanti meledak.
  • Nggak akan meledak.

Halaman 20

  • Jangan Corat-coret Rapor
  • Bukan salahku, itu karena Uchiyamada-kun...
  • Jangan menyalahkan orang lain.
  • Keesokan harinya, Uchiyamada-kun tidak masuk sekolah. Yamaoka-kun selamat.

Halaman 21

  • Cara Membuat Anak Membuang Sampah dengan Benar
  • Ibunya Yashiro...
  • ...sangat suka kebersihan.
  • Karena itu, saat Yashiro masih kecil, semua sampah yang ia lempar ke lantai akan langsung dibersihkan secara diam-diam.
  • Woi, woi, memangnya boleh buang sampah di lantai?
  • Boleh, dong, temanku! Dengan begini, Ibu akan sadar kalau dialah yang membuang sampah dan akan introspeksi diri...
  • Hah?

Halaman 22

  • Bukan, bukan, kamu salah... Di rumahku itu, begini, lho.
  • Kalau sampah ditaruh di lantai, nanti akan hilang dengan sendirinya.
  • Serius? Keren banget!
  • Bukan, bukan, bukan, bukan, bukan.
  • Pemikiran anak-anak... seram banget!

Halaman 23

  • Sejak saat itu, Ibu berhenti membuang sampah anaknya...
  • Kenapa, ya... belakangan ini kamarku kotor terus...
  • Sampahnya tidak akan hilang lagi, lho.
  • Sebenarnya, sampah yang dibuang di lantai itu ada 'batasnya' sebelum bisa hilang sendiri, dan kamu sudah melewatinya!!
  • Hah? Batas!?
  • Sebagai penalti, setiap kali kamu buang sampah sembarangan mulai sekarang, umurmu akan berkurang. Kamu akan mati!! Mati!!

Halaman 24

  • Hah, umurku... a... akan berkurang!?
  • Bukan.
  • Eh... jangan-jangan, umur Ibu...!?
  • Bukan.
  • Umur Nenek yang akan berkurang.

Halaman 25

  • Umurku yang berkurang?!
  • UWAAAAAA, JANGAN! Nenek, jangan mati!

Halaman 26

  • Hal yang Tidak Disukai Anak-Anak: 'Dokter Gigi'
  • Sesuatu yang masuk 3 besar hal yang tidak disukai anak-anak.
  • Ibu, hari ini kita mau ke mana~?
  • Iya, ya!! Hari ini cuacanya cerah, ya!!
  • Nggak nyambung...
  • Dokter Gigi

Halaman 27

  • AAAAAAAAAAAAAAAAAA, SIALAN KAUUUUUUUU!
  • Aku nggak mau, pokoknya nggak mau!
  • Itu dokter gigi.
  • Anak yang tidak mau masuk vs. orang tua yang harus tepat waktu sesuai jadwal... Pemandangan ini...
  • Aah... Dokter gigi...? Mungkin kelihatannya begitu, ya.
  • Sebenarnya... ini sama sekali bukan dokter gigi, lho...
  • Pemandangan yang bisa dilihat di seluruh negeri, tapi ibunya Yashiro akan mengeluarkan jurus andalannya di sini.

Halaman 28

  • Disneyland
  • Bohong!
  • Itu bohong besar.
  • Tapi otak anak-anak itu, baik atau buruk, sangat sederhana.
  • Tuh! Bukan bohong, 'kan? Lihat boneka ini!

Halaman 29

  • Dia pun tertipu mentah-mentah.
  • Disney, 'kan, cuma toko kecil begitu! Ayo masuk!
  • Oh, begitu, ya...! Horeee! Ayo main!
  • Ya, selamat datang...
  • Sialaaaaaaan!

Halaman 30

  • Kalau Anak Bilang Tidak Mau ke Sekolah
  • Anak laki-laki SD pasti pernah terobsesi dengan benda misterius yang dibuat dari ulenan sisa penghapus.
  • Woi, lihat, nerikeshi-ku keren, 'kan?
  • Aku rasa aku juga pernah tergila-gila dengan 'nerikeshi' (mungkin namanya beda di daerah lain).
  • Wah, keren banget.
  • Yashiro juga pernah tergila-gila sampai gila.
  • Nenek, tadi pakai penghapus, 'kan? Minta sisanya, dong, minta, minta, minta, minta.
  • Hii...
  • Amit-amit...

Halaman 31

  • PR-mu gimana...? Dari pagi cuma ngulenin benda nggak jelas itu...
  • Berisik, Nek! Besok di sekolah ada lomba nerikeshi, tahu!
  • Aku akan fokus pada mimpiku untuk menjadi juara dunia nerikeshi!
  • Terus, sekolahmu gimana?
  • Siapa juga yang mau ke sana! Aku akan menaklukkan dunia dengan nerikeshi, dasar bodoh!

Halaman 32

  • Keesokan harinya setelah kejadian itu...
  • Yo, aku berangkat sekolah.
  • Tidak! Mulai hari ini kamu tidak perlu pergi ke sekolah lagi!!
  • Ibu tersentuh dengan tekadmu kemarin, jadi Ibu sudah menghubungi sekolah khusus pelatihan nerikeshi di Amerika. ※Sekolah ini tidak ada.
  • Hah!?
  • Dan ternyata mereka mau menerimamu, jadi kamu akan segera memulai kehidupan nerikeshi-mu di Amerika.

Halaman 33

  • Orang dari asosiasi nerikeshi sudah ada di depan rumah, jadi kamu bisa langsung berangkat ke Amerika!!
  • Tunggu, maksudnya...
  • Gambar hanyalah ilustrasi.
  • Soal sekolah dan teman-temanmu, biar Ibu yang urus, jadi tenang saja. Selamat tinggal!!
  • S-Serius...? Tunggu...
  • T-Tidak jadi! Aku nggak mau! Rumah... Aku suka rumah... Aku tidak mau pergi!
  • Nerikeshi-nya, gimana?
  • Aku berhenti main nerikeshi!
  • Aku berhenti.

Halaman 34

  • Caraku Pulang dari 'Negeri Impian'
  • Sekitar pukul 8 malam di Disneyland...
  • Aah, jadi teringat masa lalu, deh.
  • ...aku kadang melihat anak-anak yang menangis histeris dan menolak untuk pulang.
  • Kamu dulu juga parah banget, lho.
  • Serius...? Terus, gimana cara kalian membawaku pulang?

Halaman 35

  • Iya, ya, pertama-tama, kamu akan bilang kalau kamu belum mau pulang.
  • AAAAAAAAGH, AKU NGGAK MAU PULANG!
  • Cih.
  • Kita nggak akan pulang, kok! Sekarang kita mau ke wahana lain!
  • Sambil berbohong sekenanya, mereka akan menggiringku ke mobil...
  • Wahana selanjutnya tempatnya jauh, lho!!
  • Ayo kita ke sana naik mobil!!
  • Horeee!

Halaman 36

  • Begitu sudah masuk mobil, sisanya gampang.
  • Eh, eh, kapan wahana selanjutnya...?
  • Tidur saja sana!!
  • Nanti juga ketahuan pas sudah dekat rumah, tapi sudah tidak bisa apa-apa lagi.
  • Eh, woi... Itu 'kan Bay Bridge! Woi, apa-apaan ini!
  • Kalian menipuku, ya! Putar balik, kembali ke Chiba!
  • Sudah terlambat!! Pulang dan tidur sana!!

Halaman 37

  • Hah... Aku ini bodoh banget, ya...?
  • Iya, bodoh banget!!

Halaman 38

  • Lari dari Masalah Itu Tidak Buruk
  • Dulu, saat aku mau langsung berhenti dari klub yang baru saja kumasuki...
  • Ini sama sekali nggak seru dan menyiksa banget. Aku mau berhenti sekarang juga.
  • Berhenti saja!!
  • Serius?!
  • Kelihatannya kamu sama sekali nggak senang, 'kan!! Daripada memaksakan diri melakukan hal yang tidak cocok, lebih baik cari hal lain!!
  • Kalau mau berhenti, lebih cepat lebih baik, lho!!
  • U-Uhm... tapi aku sering banget berhenti, nanti dikira aku cuma lari dari masalah...

Halaman 39

  • Menurut Ibu, lari dari hal yang tidak menyenangkan itu bukan hal yang buruk, lho!! Apalagi kalau kamu punya alasan yang jelas, bukan lari tanpa berpikir!!
  • Banyak sekali, kok, orang yang sukses setelah lari dari sesuatu!!
  • B-Baiklah, aku berhenti.
  • Beberapa Hari Setelah Berhenti dari Klub
  • Kamu menumpahkan cola di tas Ibu, ya... Sini kamu!
  • Nggak mau~! 'Kan Ibu yang mengajariku kalau lari dari hal yang tidak menyenangkan itu boleh~!!

Halaman 40

  • Kalau kamu jelas-jelas berbuat salah, jangan lari dan minta maaflah!
  • Berkat nasihat ini, aku jadi bisa langsung berhenti dari perusahaan dan semacamnya.
  • GYAAAH, LENGANKU MELAR!

Halaman 41

  • 'Pendidikan Elit' Sihir Ibu
  • Saat Yashiro SD, Harry Potter terbit dan menjadi sangat populer.
  • Keren banget!
  • Tentu saja, Yashiro juga ikut tergila-gila.
  • Di rumah, dia terus-menerus merapalkan mantra.
  • Expelliarmus! Lumos! Lumos!
  • Kamu, kerjakan PR.
  • Berisik! Aku ini penyihir, tahu!

Halaman 42

  • Rasakan ini, rasakan! Expelliarmus! Nah!
  • Ayo, Ibu juga coba serang balik dengan mantra.
  • Oke, baiklah!! Jadi, mantra yang Ibu rapalkan benar-benar akan mempan, ya?!
  • Ya, saya akan menuruti dan mematuhi segalanya.

Halaman 43

  • Baiklah, ini dia... 'Shukudai-yaru'!!
  • UWOOOOOOH, TANGANKU BERGERAK SENDIRI...!!
  • Selanjutnya, 'Souji-suru'!!
  • Yey! Kena sihir itu menyenangkan!!

Halaman 44

  • Kalau begitu, bagaimana dengan ini? 'Heya-katazukeru'!
  • Oke, ayo bersih-bersih... Eh... tunggu dulu...
  • Meskipun ini sihir, tapi mantra seperti itu tidak ada di Harry Potter...
  • Ibu, ini agak aneh, bukan...?
  • Avada Kedavra
  • Aku terkena sihir hitam dan mati.