Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Diincar oleh Berandalan
- Seperti yang kalian tahu, Yashiro saat SMP adalah seorang penderita sindrom Chuunibyou akut,
- Aku sering ditanya, "Apa kau tidak dirundung?"
- Ya, habis-habisan.
- Dia pura-pura tidur, 'kan?
- Pura-pura tidur saat istirahat makan siang
- Lemparin remahan penghapus aja, wkwk
- Aku dirundung.
Halaman 2
- Aku diincar oleh beberapa berandalan di kelasku.
- Woi, besok kau ambil 5.000 yen dari dompet orang tuamu!
- Berandalan yang entah kenapa datang ke sekolah pakai baju longgar.
- Kalau tidak bisa, ini akibatnya.
- Bawain duit ortumu, lelet amat sih!
- Eh...? Mau dikasih?
- Hah? Bukan, mau kulempar ke kau, lah. Kenapa pikiranmu jadi begitu... Seram sekali kau ini...
Halaman 3
- Namun, para berandalan itu tidak tahu...
- Aku pulang... Haaah... gawat nih...
- ...sifat asli Yashiro.
- Kau sudah pulang!! Kenapa kau? Ada masalah?
- Eh? Ah... sebenarnya...
Halaman 4
- Berandalan di kelasku menyuruhku mengambil 5.000 yen dari dompet orang tua.
- APA KATAMU!
- ...kalau aku ini orang bodoh yang sangat jujur...!!
- Gawat, aku keceplosan. Nanti aku dilempar bola bisbol.
- APA KATAMU?!
Halaman 5
- Langsung ketahuan oleh Ibu
- Jadi, kau disuruh mengambil uang dan pulang begitu saja dengan patuhnya?
- Iya...
- Sudah ketahuan ibu, tapi ya sudahlah... pasti dia akan menolongku.
- Berandalan sekuat apa pun pasti tidak akan bisa menang melawan orang tua...
Halaman 6
- Jadi, apa yang ingin kau lakukan?
- Kalau tidak mau, bilang sendiri ke para berandalan itu!!
- Eh!?
- Ka... kau mau menolongku, 'kan...?
- Tentu saja, kalau kau sudah terlanjur memberikan uangnya, itu baru jadi urusan orang tua.
- Tapi sekarang, ini masih di tahap yang bisa selesai kalau kau menolaknya, 'kan?
Halaman 7
- Orang tua ikut campur dalam pertengkaran anak-anak itu adalah langkah terakhir!!
- Tentu saja ini kasus yang butuh campur tangan, tapi sebelum itu, kemauanmu juga penting.
- Apa kau tidak mau? Coba katakan dengan mulutmu sendiri.
- Ugh... tidak mau...
- Aku... Aku...!!
Halaman 8
- Aku tidak mau!! Daripada mencuri 5.000 yen dan memberikannya pada berandalan,
- aku mau pakai semuanya untuk beli game!
- JANGAN BERPIKIR DENGAN PREMIS MENCURI!
- Benar juga. Maafkan aku.
Halaman 9
- Yashiro, Membulatkan Tekad
- Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro disuruh mengambil uang dari dompet orang tuanya oleh para berandalan.
- Aku tidak mau mencuri uang atas perintah berandalan.
- Oke, bagus.
- Baiklah... dengan begini ibu sudah di pihakku, dia pasti mau ikut ke tempat para berandalan itu, 'kan?
- Mereka juga pasti tidak berani melawan orang tua, jadi ini pasti akan beres...
Halaman 10
- Kalau begitu, sekarang kau pergi sendiri temui para berandalan itu dan katakan, "Aku tidak bisa membawa uangnya"!!
- Bohong, 'kan? Kenapa aku harus sendiri?
- Tentu saja karena kau yang diminta, jadi kau yang harus menolak, 'kan? Tenang saja, kalau ada masalah, aku akan maju.
- Aku akan merampas semua hak asasi manusia para berandalan itu.
- Hak asasi manusia?!
Halaman 11
- Hanya kau yang bisa melindungi hak asasi manusia para berandalan itu! Pergilah!!
- Ba... baiklah... aku akan melindungi hak asasi manusia mereka... eh... tunggu dulu...
- Memangnya perlu dilindungi!? Kenapa!? Ah, sudahlah, aku tidak paham lagi. Aku pergi saja.
- Markas Para Berandalan
- Jadi begini...
- PERMISI!!
- Hah? Itu si Yashiro. Kau bawa uangnya?
Halaman 12
- Aku tidak akan membawa uang sepeser pun!!
- Hah!?
- Kau meremehkan kami, hah? Kubunuh kau!
- Aku ingin melindungi hak asasi manusia kalian!
- Orang ini ngomong apa, sih?
Halaman 13
- Yashiro, Negosiasi Langsung
- Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro melakukan negosiasi langsung dengan para berandalan.
- Uangnya sama sekali tidak akan
- kuberikan!
- Kau pikir kau siapa, hah? Cepat bawa uangnya!
- Sempai-ku itu yakuza, lho. (Bohong besar)
Halaman 14
- Maafkan aku! Aku akan berikan penutup mata dengan salib emas ini!
- Nggak butuh, lah... Salib emas... apa itu!?
- Selamat tinggal!
- Hei, tunggu!
- Apa-apaan dia itu... besok kita hajar dia di sekolah...
Halaman 15
- Ngomong-ngomong, nenek-nenek yang melihat dari sana itu siapa?
- Entahlah... sudahlah, ayo pulang...
- Keesokan Harinya, di Sekolah
- Haaah... malasnya... apa aku akan dipukuli, ya...
- Ah, Yashiro-kun.
Halaman 16
- Ada yang mau kubicarakan... bisa kita ke ruang rapat?
- Ada apa, ya... seram...
- ?!
Halaman 17
- Aku sudah mengadu.
- Kau mengadu!?
Halaman 18
- Berhadapan dengan Orang Tua Berandalan?!
- Rupanya semua detail pemalakan yang kualami sudah diceritakan.
- Maafkan putra saya.
- Para wali dari berandalan itu meminta maaf sebesar-besarnya.
- Anak yang merundung yang lemah lebih baik keluar saja dari sekolah!
- Sayang, sayang, jangan pakai kekerasan.
- Ayah si berandalan memancarkan aura mantan berandalan yang kental, tapi...
Halaman 19
- ...Ada banyak hal yang ingin kukatakan, tapi...
- Pertama, anakku tidak lemah.
- Justru yang lemah itu adalah mereka yang mengeroyok satu orang, bukan begitu? Putraku ini...
- ...telah memberanikan diri untuk menceritakan masalah ini padaku!! Itu bukan hal yang bisa dilakukan orang lemah.
Halaman 20
- Lalu, setelah memukuli anak yang berbuat salah dan menyuruhnya keluar dari sekolah, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?
- Kita tidak bisa hanya melihat saat ini, kita harus terus mengawasi mereka di masa depan, 'kan?
- Memukulnya juga tidak akan mengubah apa pun, 'kan?
- ...Anda benar.
- Rasa sakit karena dipukul hanya akan meninggalkan kebencian.
Halaman 21
- Lihat, kalau diperhatikan, wajahnya imut, 'kan?
- Memukul wajah seimut ini, keterlaluan sekali!!
- Bisa dibilang, ibuku telah menyelamatkan aku dan para berandalan itu.
- Ayo, kita pulang makan kari.
- Kalau dipikir-pikir, mungkin sejak saat itulah aku mulai menghormati ibuku.
Halaman 22
- Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini.
- Kalau kau mau, kapan saja ajak anak-anak itu main ke rumah.
- Tidak akan, ogah.
- Tamat
Halaman 23
- Kisahku Kabur dari Rumah ①
- Saat kelas rendah SD, Yashiro Azuki bertengkar hebat dengan ibunya karena masalah sepele.
- Itu Gundam Tipe Tempur Darat, 'kan!!
- Bukan, ini Rick Dom!!
- Biasanya pertengkaran ini akan selesai begitu saja, tapi Yashiro saat itu sedang bandel-bandelnya...
- Untuk membuat orang tuaku benar-benar kerepotan...
- Aku akan kabur dari rumah!
Halaman 24
- Pertama, barang bawaan!! Baju ganti, baterai, dan makanan darurat di dalam tas berkapasitas besar...!!
- Kalau aku keluar membawa ini, orang tuaku pasti akan panik.
- WOI, NEK TUA! AKU KABUR DARI RUMAH, YA!
- Oh, begitu. Semangat, ya.
- Aku serius, lho! Aku benar-benar kabur dari rumah! Aku serius nggak bakal pulang!
- Oh, begitu. Semangat, ya.
Halaman 25
- Barang bawaanku juga banyak... banyak sekali, lho. Kalau mau, lihat saja ke kamar.
- Selamat tinggal, kita tidak akan bertemu lagi.
- Oh, begitu. Semangat, ya. Oh, begitu. Semangat, ya.
- Tidak apa-apa? Sepertinya dia akan pergi cukup jauh.
- Tidak apa-apa!! Dia masih anak-anak, kok...
- Benar... Yashiro saat itu masih kelas rendah SD...
Halaman 26
- He he... aku serius, lho. Ini adalah petualangan besar... Aku bahkan sudah memikirkan markasku...
- Akan kutunjukkan tekadku untuk tidak akan pernah pulang lagi.
- Baiklah!! Ion di dekat sini akan menjadi markasku---!!
- Saat itu namanya Mycal
- Jangkauan 'pergi jauh' seorang anak kecil paling-paling hanya sejauh ini.
- ◆Berikutnya, memahami segalanya tentang anak―sudut pandang ibu―――!
Halaman 27
- Kisahku Kabur dari Rumah ②
- Setelah bertengkar, putraku bilang mau kabur dari rumah.
- Aku serius kabur dari rumah, lho!
- Semangat, ya.
- Kenapa anak seumuran SD suka sekali kabur dari rumah, ya? Apa mereka merasa kabur dari rumah itu romantis?
- Sementara dia bicara, dia mulai berkemas, jadi aku pergi melihatnya.
- Berkemas.
- Cek barang bawaan...
- Dari barang bawaannya, aku bisa tahu seberapa serius dia mau kabur dari rumah.
Halaman 28
- Hmm... ukuran tas, jumlah baju, makanan... level kabur dari rumah yang sangat rendah.
- Yah, mungkin levelnya sedikit di atas 'kabur dari rumah gaya-gayaan', lah ya...
- Selamat tinggal!! Aku nggak bakal mengirimimu uang bahkan jika aku sudah jadi orang besar!
- Dia tidak apa-apa? Sepertinya dia akan pergi cukup jauh...
- Ah... tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Halaman 29
- Melihat jumlah barang bawaan, sepatu yang dipakai, dan jangkauan aktivitasnya sehari-hari, dia pasti ada di AEON dekat sini.
- Dan sekarang sudah jam makan siang, jadi putraku pasti sedang mau makan ramen kesukaannya di food court. Mau kita lihat?
- Tuh, 'kan, ada. Dia sedang bingung mau beli atau tidak karena harga ramennya lebih mahal dari dugaannya.
- Hebat~~~ Mau kau bawa pulang?
Halaman 30
- Tidak, kalau dibawa pulang sekarang, masih belum seru!!
- Kita harus biarkan dia sedikit lebih lama lagi agar dia tahu betapa berharganya punya rumah dan betapa susahnya jadi orang tua!!
- Kita lihat saja sampai mana dia bisa bertahan.
- Sang nenek sampai berpikir, "Putriku sendiri... seram sekali."
Halaman 31
- Kisahku Kabur dari Rumah ③
- Kabur dari rumah
- Wah, asyiknya kabur dari rumah. Bisa makan sesuka hati.
- Aku bisa hidup sendiri sepenuhnya, dong!
- Pergi lihat ke bagian mainan, ah.
- Ah, apa ini!! 'Tai Hyper Dash', kau ini, wkwkwk.
- Apa yang kau pikirkan waktu membuatnya, wkwkwk.
- Eh, Bu, lihat ini...
- ...Ah.
Halaman 32
- Oh, iya... biasanya 'kan aku datang berdua... tapi, ya sudahlah!
- Siapa juga yang mau beli! Kau saja yang jadi tai!
- Aaaah! Ibu yang tai, lah!
- Aku nggak kesepian, kok!
- Kau yang tai.
- Oke, aku ke McD saja... Ah!?
- Lho!! Itu Yashiro, 'kan!!
- Lho, lho, sendirian? Ibumu mana?
- Yoshioka, teman sekelasku, dan ibunya!!
Halaman 33
- Cepat pulang, ya. Ibumu pasti sudah menunggumu.
- Sampai ketemu besok di sekolah, ya!!
- I... iya...
- Waktu mundur 30 menit sebelumnya...
- Lho, ibunya Yoshioka!! Kebetulan sekali, ya.
- Lho... putranya Yashiro-san mana?
Halaman 34
- Sebenarnya dia sedang kabur dari rumah... Aku mau minta tolong, setelah ini, bisakah kau pura-pura kebetulan bertemu di depan putraku...?
- Oh... jadi untuk menunjukkan kehangatan keluarga, begitu...? Boleh juga, akan kulakukan.
- He he... sepertinya berjalan lancar, ya...
- Putriku sendiri... menakutkan.
- Karena strategi sang ibu, sisa HP Yashiro menjadi 0.
Halaman 35
- Kisahku Kabur dari Rumah ③
- Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro Azuki dengan semangat kabur dari rumah, tetapi...
- Aku serius kabur dari rumah, lho!
- ...dalam setengah hari, dia sudah mencapai batasnya.
- Benar, Yashiro yang tidak tahu apa-apa tentang dunia menjadi besar kepala karena kabur dari rumah dan menghambur-hamburkan uang.
- Sisa uangnya... 111 yen...
- Uangnya hampir habis.
Halaman 36
- La... lapar... Seharusnya tadi siang aku tidak makan es krim setelah makan ramen...
- Malam ini aku ingin makan ramen lagi, tapi tidak punya uang... Apa begini tidak berdayanya kalau sendirian...
- Apa aku makan rumput liar di sekitar sini saja, ya...
- Baiklah, sepertinya dia sudah mencapai batasnya. Waktunya ibu beraksi, ya.
Halaman 37
- Apa aku pulang saja, ya... Tapi, aku sudah sesumbar begitu, tidak bisa pulang dengan mudah... Hah?
- Ibu.
- Ini ibumu.
- Kau lapar? Tidak punya uang, 'kan?
- Haaah...
- Mau ramen? Tadi siang juga sudah makan ramen, 'kan?
- Iya...
Halaman 38
- Kelihatannya enak...
- Pasti enak.
- Anu, Bu...
- Ada apa?
- ◆Kabur dari Rumah, Gagal---!!
- Maafkan aku...
- Sudah, tidak apa-apa!! Ayo pulang, lalu mandi!!
Komentar
0