ヤンキーのイジメを母親が撃退した話【やしろあずきマンガ日記集】
47
Tanggal posting: 2025.10.26

Deskripsi karya

やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Diincar oleh Berandalan
  • Seperti yang kalian tahu, Yashiro saat SMP adalah seorang penderita sindrom Chuunibyou akut,
  • Aku sering ditanya, "Apa kau tidak dirundung?"
  • Ya, habis-habisan.
  • Dia pura-pura tidur, 'kan?
  • Pura-pura tidur saat istirahat makan siang
  • Lemparin remahan penghapus aja, wkwk
  • Aku dirundung.

Halaman 2

  • Aku diincar oleh beberapa berandalan di kelasku.
  • Woi, besok kau ambil 5.000 yen dari dompet orang tuamu!
  • Berandalan yang entah kenapa datang ke sekolah pakai baju longgar.
  • Kalau tidak bisa, ini akibatnya.
  • Bawain duit ortumu, lelet amat sih!
  • Eh...? Mau dikasih?
  • Hah? Bukan, mau kulempar ke kau, lah. Kenapa pikiranmu jadi begitu... Seram sekali kau ini...

Halaman 3

  • Namun, para berandalan itu tidak tahu...
  • Aku pulang... Haaah... gawat nih...
  • ...sifat asli Yashiro.
  • Kau sudah pulang!! Kenapa kau? Ada masalah?
  • Eh? Ah... sebenarnya...

Halaman 4

  • Berandalan di kelasku menyuruhku mengambil 5.000 yen dari dompet orang tua.
  • APA KATAMU!
  • ...kalau aku ini orang bodoh yang sangat jujur...!!
  • Gawat, aku keceplosan. Nanti aku dilempar bola bisbol.
  • APA KATAMU?!

Halaman 5

  • Langsung ketahuan oleh Ibu
  • Jadi, kau disuruh mengambil uang dan pulang begitu saja dengan patuhnya?
  • Iya...
  • Sudah ketahuan ibu, tapi ya sudahlah... pasti dia akan menolongku.
  • Berandalan sekuat apa pun pasti tidak akan bisa menang melawan orang tua...

Halaman 6

  • Jadi, apa yang ingin kau lakukan?
  • Kalau tidak mau, bilang sendiri ke para berandalan itu!!
  • Eh!?
  • Ka... kau mau menolongku, 'kan...?
  • Tentu saja, kalau kau sudah terlanjur memberikan uangnya, itu baru jadi urusan orang tua.
  • Tapi sekarang, ini masih di tahap yang bisa selesai kalau kau menolaknya, 'kan?

Halaman 7

  • Orang tua ikut campur dalam pertengkaran anak-anak itu adalah langkah terakhir!!
  • Tentu saja ini kasus yang butuh campur tangan, tapi sebelum itu, kemauanmu juga penting.
  • Apa kau tidak mau? Coba katakan dengan mulutmu sendiri.
  • Ugh... tidak mau...
  • Aku... Aku...!!

Halaman 8

  • Aku tidak mau!! Daripada mencuri 5.000 yen dan memberikannya pada berandalan,
  • aku mau pakai semuanya untuk beli game!
  • JANGAN BERPIKIR DENGAN PREMIS MENCURI!
  • Benar juga. Maafkan aku.

Halaman 9

  • Yashiro, Membulatkan Tekad
  • Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro disuruh mengambil uang dari dompet orang tuanya oleh para berandalan.
  • Aku tidak mau mencuri uang atas perintah berandalan.
  • Oke, bagus.
  • Baiklah... dengan begini ibu sudah di pihakku, dia pasti mau ikut ke tempat para berandalan itu, 'kan?
  • Mereka juga pasti tidak berani melawan orang tua, jadi ini pasti akan beres...

Halaman 10

  • Kalau begitu, sekarang kau pergi sendiri temui para berandalan itu dan katakan, "Aku tidak bisa membawa uangnya"!!
  • Bohong, 'kan? Kenapa aku harus sendiri?
  • Tentu saja karena kau yang diminta, jadi kau yang harus menolak, 'kan? Tenang saja, kalau ada masalah, aku akan maju.
  • Aku akan merampas semua hak asasi manusia para berandalan itu.
  • Hak asasi manusia?!

Halaman 11

  • Hanya kau yang bisa melindungi hak asasi manusia para berandalan itu! Pergilah!!
  • Ba... baiklah... aku akan melindungi hak asasi manusia mereka... eh... tunggu dulu...
  • Memangnya perlu dilindungi!? Kenapa!? Ah, sudahlah, aku tidak paham lagi. Aku pergi saja.
  • Markas Para Berandalan
  • Jadi begini...
  • PERMISI!!
  • Hah? Itu si Yashiro. Kau bawa uangnya?

Halaman 12

  • Aku tidak akan membawa uang sepeser pun!!
  • Hah!?
  • Kau meremehkan kami, hah? Kubunuh kau!
  • Aku ingin melindungi hak asasi manusia kalian!
  • Orang ini ngomong apa, sih?

Halaman 13

  • Yashiro, Negosiasi Langsung
  • Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro melakukan negosiasi langsung dengan para berandalan.
  • Uangnya sama sekali tidak akan
  • kuberikan!
  • Kau pikir kau siapa, hah? Cepat bawa uangnya!
  • Sempai-ku itu yakuza, lho. (Bohong besar)

Halaman 14

  • Maafkan aku! Aku akan berikan penutup mata dengan salib emas ini!
  • Nggak butuh, lah... Salib emas... apa itu!?
  • Selamat tinggal!
  • Hei, tunggu!
  • Apa-apaan dia itu... besok kita hajar dia di sekolah...

Halaman 15

  • Ngomong-ngomong, nenek-nenek yang melihat dari sana itu siapa?
  • Entahlah... sudahlah, ayo pulang...
  • Keesokan Harinya, di Sekolah
  • Haaah... malasnya... apa aku akan dipukuli, ya...
  • Ah, Yashiro-kun.

Halaman 16

  • Ada yang mau kubicarakan... bisa kita ke ruang rapat?
  • Ada apa, ya... seram...
  • ?!

Halaman 17

  • Aku sudah mengadu.
  • Kau mengadu!?

Halaman 18

  • Berhadapan dengan Orang Tua Berandalan?!
  • Rupanya semua detail pemalakan yang kualami sudah diceritakan.
  • Maafkan putra saya.
  • Para wali dari berandalan itu meminta maaf sebesar-besarnya.
  • Anak yang merundung yang lemah lebih baik keluar saja dari sekolah!
  • Sayang, sayang, jangan pakai kekerasan.
  • Ayah si berandalan memancarkan aura mantan berandalan yang kental, tapi...

Halaman 19

  • ...Ada banyak hal yang ingin kukatakan, tapi...
  • Pertama, anakku tidak lemah.
  • Justru yang lemah itu adalah mereka yang mengeroyok satu orang, bukan begitu? Putraku ini...
  • ...telah memberanikan diri untuk menceritakan masalah ini padaku!! Itu bukan hal yang bisa dilakukan orang lemah.

Halaman 20

  • Lalu, setelah memukuli anak yang berbuat salah dan menyuruhnya keluar dari sekolah, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?
  • Kita tidak bisa hanya melihat saat ini, kita harus terus mengawasi mereka di masa depan, 'kan?
  • Memukulnya juga tidak akan mengubah apa pun, 'kan?
  • ...Anda benar.
  • Rasa sakit karena dipukul hanya akan meninggalkan kebencian.

Halaman 21

  • Lihat, kalau diperhatikan, wajahnya imut, 'kan?
  • Memukul wajah seimut ini, keterlaluan sekali!!
  • Bisa dibilang, ibuku telah menyelamatkan aku dan para berandalan itu.
  • Ayo, kita pulang makan kari.
  • Kalau dipikir-pikir, mungkin sejak saat itulah aku mulai menghormati ibuku.

Halaman 22

  • Aku tidak akan pernah melupakan kejadian ini.
  • Kalau kau mau, kapan saja ajak anak-anak itu main ke rumah.
  • Tidak akan, ogah.
  • Tamat

Halaman 23

  • Kisahku Kabur dari Rumah ①
  • Saat kelas rendah SD, Yashiro Azuki bertengkar hebat dengan ibunya karena masalah sepele.
  • Itu Gundam Tipe Tempur Darat, 'kan!!
  • Bukan, ini Rick Dom!!
  • Biasanya pertengkaran ini akan selesai begitu saja, tapi Yashiro saat itu sedang bandel-bandelnya...
  • Untuk membuat orang tuaku benar-benar kerepotan...
  • Aku akan kabur dari rumah!

Halaman 24

  • Pertama, barang bawaan!! Baju ganti, baterai, dan makanan darurat di dalam tas berkapasitas besar...!!
  • Kalau aku keluar membawa ini, orang tuaku pasti akan panik.
  • WOI, NEK TUA! AKU KABUR DARI RUMAH, YA!
  • Oh, begitu. Semangat, ya.
  • Aku serius, lho! Aku benar-benar kabur dari rumah! Aku serius nggak bakal pulang!
  • Oh, begitu. Semangat, ya.

Halaman 25

  • Barang bawaanku juga banyak... banyak sekali, lho. Kalau mau, lihat saja ke kamar.
  • Selamat tinggal, kita tidak akan bertemu lagi.
  • Oh, begitu. Semangat, ya. Oh, begitu. Semangat, ya.
  • Tidak apa-apa? Sepertinya dia akan pergi cukup jauh.
  • Tidak apa-apa!! Dia masih anak-anak, kok...
  • Benar... Yashiro saat itu masih kelas rendah SD...

Halaman 26

  • He he... aku serius, lho. Ini adalah petualangan besar... Aku bahkan sudah memikirkan markasku...
  • Akan kutunjukkan tekadku untuk tidak akan pernah pulang lagi.
  • Baiklah!! Ion di dekat sini akan menjadi markasku---!!
  • Saat itu namanya Mycal
  • Jangkauan 'pergi jauh' seorang anak kecil paling-paling hanya sejauh ini.
  • ◆Berikutnya, memahami segalanya tentang anak―sudut pandang ibu―――!

Halaman 27

  • Kisahku Kabur dari Rumah ②
  • Setelah bertengkar, putraku bilang mau kabur dari rumah.
  • Aku serius kabur dari rumah, lho!
  • Semangat, ya.
  • Kenapa anak seumuran SD suka sekali kabur dari rumah, ya? Apa mereka merasa kabur dari rumah itu romantis?
  • Sementara dia bicara, dia mulai berkemas, jadi aku pergi melihatnya.
  • Berkemas.
  • Cek barang bawaan...
  • Dari barang bawaannya, aku bisa tahu seberapa serius dia mau kabur dari rumah.

Halaman 28

  • Hmm... ukuran tas, jumlah baju, makanan... level kabur dari rumah yang sangat rendah.
  • Yah, mungkin levelnya sedikit di atas 'kabur dari rumah gaya-gayaan', lah ya...
  • Selamat tinggal!! Aku nggak bakal mengirimimu uang bahkan jika aku sudah jadi orang besar!
  • Dia tidak apa-apa? Sepertinya dia akan pergi cukup jauh...
  • Ah... tidak apa-apa, tidak apa-apa.

Halaman 29

  • Melihat jumlah barang bawaan, sepatu yang dipakai, dan jangkauan aktivitasnya sehari-hari, dia pasti ada di AEON dekat sini.
  • Dan sekarang sudah jam makan siang, jadi putraku pasti sedang mau makan ramen kesukaannya di food court. Mau kita lihat?
  • Tuh, 'kan, ada. Dia sedang bingung mau beli atau tidak karena harga ramennya lebih mahal dari dugaannya.
  • Hebat~~~ Mau kau bawa pulang?

Halaman 30

  • Tidak, kalau dibawa pulang sekarang, masih belum seru!!
  • Kita harus biarkan dia sedikit lebih lama lagi agar dia tahu betapa berharganya punya rumah dan betapa susahnya jadi orang tua!!
  • Kita lihat saja sampai mana dia bisa bertahan.
  • Sang nenek sampai berpikir, "Putriku sendiri... seram sekali."

Halaman 31

  • Kisahku Kabur dari Rumah ③
  • Kabur dari rumah
  • Wah, asyiknya kabur dari rumah. Bisa makan sesuka hati.
  • Aku bisa hidup sendiri sepenuhnya, dong!
  • Pergi lihat ke bagian mainan, ah.
  • Ah, apa ini!! 'Tai Hyper Dash', kau ini, wkwkwk.
  • Apa yang kau pikirkan waktu membuatnya, wkwkwk.
  • Eh, Bu, lihat ini...
  • ...Ah.

Halaman 32

  • Oh, iya... biasanya 'kan aku datang berdua... tapi, ya sudahlah!
  • Siapa juga yang mau beli! Kau saja yang jadi tai!
  • Aaaah! Ibu yang tai, lah!
  • Aku nggak kesepian, kok!
  • Kau yang tai.
  • Oke, aku ke McD saja... Ah!?
  • Lho!! Itu Yashiro, 'kan!!
  • Lho, lho, sendirian? Ibumu mana?
  • Yoshioka, teman sekelasku, dan ibunya!!

Halaman 33

  • Cepat pulang, ya. Ibumu pasti sudah menunggumu.
  • Sampai ketemu besok di sekolah, ya!!
  • I... iya...
  • Waktu mundur 30 menit sebelumnya...
  • Lho, ibunya Yoshioka!! Kebetulan sekali, ya.
  • Lho... putranya Yashiro-san mana?

Halaman 34

  • Sebenarnya dia sedang kabur dari rumah... Aku mau minta tolong, setelah ini, bisakah kau pura-pura kebetulan bertemu di depan putraku...?
  • Oh... jadi untuk menunjukkan kehangatan keluarga, begitu...? Boleh juga, akan kulakukan.
  • He he... sepertinya berjalan lancar, ya...
  • Putriku sendiri... menakutkan.
  • Karena strategi sang ibu, sisa HP Yashiro menjadi 0.

Halaman 35

  • Kisahku Kabur dari Rumah ③
  • Ringkasan cerita sebelumnya: Yashiro Azuki dengan semangat kabur dari rumah, tetapi...
  • Aku serius kabur dari rumah, lho!
  • ...dalam setengah hari, dia sudah mencapai batasnya.
  • Benar, Yashiro yang tidak tahu apa-apa tentang dunia menjadi besar kepala karena kabur dari rumah dan menghambur-hamburkan uang.
  • Sisa uangnya... 111 yen...
  • Uangnya hampir habis.

Halaman 36

  • La... lapar... Seharusnya tadi siang aku tidak makan es krim setelah makan ramen...
  • Malam ini aku ingin makan ramen lagi, tapi tidak punya uang... Apa begini tidak berdayanya kalau sendirian...
  • Apa aku makan rumput liar di sekitar sini saja, ya...
  • Baiklah, sepertinya dia sudah mencapai batasnya. Waktunya ibu beraksi, ya.

Halaman 37

  • Apa aku pulang saja, ya... Tapi, aku sudah sesumbar begitu, tidak bisa pulang dengan mudah... Hah?
  • Ibu.
  • Ini ibumu.
  • Kau lapar? Tidak punya uang, 'kan?
  • Haaah...
  • Mau ramen? Tadi siang juga sudah makan ramen, 'kan?
  • Iya...

Halaman 38

  • Kelihatannya enak...
  • Pasti enak.
  • Anu, Bu...
  • Ada apa?
  • ◆Kabur dari Rumah, Gagal---!!
  • Maafkan aku...
  • Sudah, tidak apa-apa!! Ayo pulang, lalu mandi!!