Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Kisah tentang Keluarga Baru
- 30 Januari, saat pekerjaan dan deadline menumpuk, anggota keluarga kami bertambah.
- Namanya jadi "Kegelapan"?
- Namanya diputuskan "Kinako".
- Kinako
- Ibuku dan editor yang bertugas mencoba mengajarinya jurus pamungkas.
- Dengar baik-baik, langsung gigit arteri karotisnya... begini, GABT!!
- Pakai "Kill", Kinako!! Serang dengan "Kill"!!
- NENEK GILA...! Kenapa editor juga ada di sini?!
Halaman 2
- Para follower yang keras kepala tidak mau memanggilnya dengan nama yang benar.
- FOLLOWER SIALAN! SUDAH KUBILANG NAMANYA KINAKO!
- Balasan untuk: @yashi09
- Sudah datang, ya! Raphael!
- 46 menit
- A, Ultima Weapon...!!!
- Dark the Dog-chan!
- Memang banyak lika-likunya, tapi kami akan merawatnya dengan baik dan penuh kasih sayang, mohon dukungannya, ya!!
- Omong-omong, dia menunjukkan permusuhan yang luar biasa terhadap kerucut lalu lintas!!
Halaman 3
- Hubungan Kinako dan Kerucut
- Anjing kesayanganku, Kinako, sudah bisa buang air di toilet dalam beberapa hari setelah datang ke rumah.
- Wah, Kinako memang pintar, ya... Tidak ada lagi yang perlu diajarkan...
- Senang sekali tidak perlu pusing soal buang air kecil!!
- Dia anak pintar yang tidak pernah buang air kecil sembarangan.
- Dia tidak akan pernah buang air kecil di tempat aneh...
- A... AAAAAAAAAAAAAAAH, KINAKOOOOOOO!
Halaman 4
- Omong-omong, dia juga tidak pernah menggigit bantal atau kabel.
- Sebentar lagi dia sudah bisa dikeluarkan dari kandang, nih.
- Beda jauh denganmu yang masih ngompol sampai SMA!! Bwahaha.
- Jangan bahas itu.
- Tapi dia benar-benar anak yang kalem, tidak menggigit sofa di rumah...
- UWAAAAAAAAAAAAAAH, KINAKO, JANGAAAN!
Halaman 5
- Baru beberapa hari di sini, dia sudah paham siapa "musuh" tuannya... Makhluk ini... bukan anjing biasa...
- GUK GUK GUK GUK
- GYAOOO
- Serangannya seolah-olah dia punya dendam dari kehidupan sebelumnya...!! Lagipula, tuanmu itu Kinako, tahu!! Bukan sebaliknya!!
- Kenapa?
- Ini adalah jagung.
Halaman 6
- Nama Kinako
- Termasuk para follower yang kebetulan kutemui saat mengajak Kinako jalan-jalan.
- Waah~ Relik suci, Holy Dog!!
- Dark Dog-chan imut sekali.
- Kinako!!
- Orang yang memanggil Kinako dengan nama yang benar sangatlah langka.
- Bahkan di acara tanda tangan...
- Permisi, tolong gambar Death Dog!!
- Siap, laksanakan~!
Halaman 7
- Silakan!! Sudah kugambar, lho~
- Eh, tunggu sebentar... Ini bukan gambar Kinako yang biasa Anda gambar di manga, kan?!
- Death Dog yang digambar sebenarnya.
- Anda bilang Death Dog, jadi saya gambar Death Dog. Tidak ada yang salah, kan~~!!
- ANJINGKU ITU KINAKO~~!!
- Tentu saja, aku juga menggambar Kinako dengan benar.
Halaman 8
- Kasus Mainan Aneh Kinako
- Saat aku mencari mainan di toko tempat aku menjemput Kinako.
- Aku menemukan "itu".
- Mainan anjing.
- Utamakan Keselamatan
- Apa ini, harus kubeli.
- Beberapa hari kemudian, saat ada tamu datang ke rumah.
- Sebenarnya hari ini aku punya oleh-oleh untuk Kinako-chan, lho~
- Mungkin dia bakal kaget... Tunggu saja~
- Apa itu?
- Oh?! Apa, ya...?
Halaman 9
- Utamakan Keselamatan
- Utamakan Keselamatan
- Saat ada tamu lain datang.
- Aku bawakan mainan untuk Kinako, lho.
- Ooh~
- Aku menemukan mainan yang keren banget... Kamu pasti suka ini!! Lihat, nih!!
Halaman 10
- Kisahku, Kinako, dan "Titik Vital"
- Kinako suka mainan berbentuk tali.
- Ooh~ bagus, bagus, mau main, Kinako~?
- Bagus, bagus, Kinako...
- Kinako, itu jangan, GGUAAH!
Halaman 11
- ? Untungnya yang tadi itu...
- ↓Si Nenek datang bermain.
- Kulempar, ya~!!
- ...
- Ini dia!
- AAAAAAAAAAAAAA, NENEK GILA...!
Halaman 12
- Kamu... seriusan kamu...!!
- 2 COMBO!!
- Tamat sebagai pria.
Halaman 13
- Kinako, Jalan-Jalan untuk Pertama Kalinya
- Anjing kesayanganku, Kinako, baru-baru ini debut jalan-jalan.
- Harus dibiasakan pelan-pelan, ya~
- Seperti yang kuduga, awalnya dia agak takut dengan dunia luar dan tidak mau jalan.
- Hmm... kalau aku letakkan benda atau mainan yang sering dia lihat di rumah, dia akan berjalan ke arah itu dengan tenang, jadi aku bisa membiasakannya dengan cara itu... ya...
- Begitu, ya... Uwa! Kinako, ada apa?
Halaman 14
- A... Apa...!? Tiba-tiba jadi semangat...
- Apa kamu menemukan sesuatu yang membuatmu tenang, Kinako!?
- Kerucut Lalu Lintas Liar
- A... Apa yang membuatnya merasa setenang itu...
- Apa yang kamu temukan... Ah...
Halaman 15
- Aaaah... begitu rupanya...
- Maaf, ya...
- ◇Karena di rumah banyak, jadi terbiasa, ya...
- Terbiasa melihat kerucut.
Halaman 16
- Kinako, Mendapatkan Senjata
- Ada pedang yang dikirim ke rumah.
- Keren.
- Mau kasih aku?
- Whoa... tapi kalau Kinako menjadikannya mainan, bisa berbahaya. Harus kutaruh di tempat yang tidak terjangkau...
- Ah, gawat. Langsung diambil.
- Hei, tidak boleh. Kembalikan, sini.
- Ah... apa itu? Paket?!
Halaman 17
- Yashiro-san, tolong! Dark Dog mau menyerang...!!
- Itu cuma mainan, jadi tidak apa-apa. Lagipula namanya Kinako.
- AAAAAAAH, Dark Dog menakutkan!
- Dia pikir aku akhirnya menggunakan anjing untuk menghabisinya.
- Kinako
- Kinako yang telah dilengkapi senjata.
Halaman 18
- Permisi~ paket~ Sayangnya hari ini bukan kerucut lalu lintas...
- Ah, hei, Kinako, tunggu.
- Paket... biasa...? Eh?
- Kinako!! Tunggu!!
- UWAAAAAAAH! Ada anjing bawa-bawa belati!
- Seram... Ja... jangan-jangan aku akan dibunuh...!!
- Sudut pandang abang kurir.
Halaman 19
- Kisah Pelatihan Kinako dan Si Nenek
- Anjing kesayanganku, Kinako, belum genap 1 tahun tapi sudah sangat pintar.
- Duduk!!
- Sini tangannya!!
- Nih.
- Aaaah~~~~~ imut sekali yaaa~~~~~!
- Jadi begitulah, dia anjing yang sangat pintar, jadi tolong jaga dia baik-baik!!
- Serahkan padaku!!
- Kalau begitu, aku mau belanja sebentar ke bawah, kalian berdua main saja, ya!!
- Selama aku di Taiwan, ibuku yang menjaga Kinako di rumah.
Halaman 20
- Pulang dari Belanja
- Aku pulang... Hm?
- Kenapa kalian bisik-bisik...?
- "Kerucut"... Kinako... Kamu tahu "Kerucut"...?
- Ya... ini dia... "Kerucut"... anak pintar...
- Kalau lihat "Kerucut", langsung lompat... OK, pintar, pintar, ya... "Kerucut", Kinako...
Halaman 21
- JANGAN AJARI DIA JURUS ANEH-ANEH!
- Ketahuan, ya!! Kinako, arteri karotis!! Maju!!
- GRRRRRRRR
Halaman 22
- Musuh" Bersamaku dan Kinako
- Anjing kesayanganku, Kinako, sudah akrab dengan abang kurir yang datang hampir setiap hari.
- HEI.
- Oh~ Kinako~ Hari ini paket biasa, lho~
- Ya, halo~
- Tetapi...
- Yo~ Hari ini bawa "itu", lho.
- GUK GUK GUK GWAAAK GRRRRRR GUK GUK OOOOH
Halaman 23
- Permisi... Hari ini bawa oleh-oleh, nih. Mungkin ada camilan untuk Kinako juga, lho...
- Oh... Kinako, asyik, ya.
- Wih... Hari ini bawa kerucut lalu lintas...
- GUK GUK GUK GUK GUK GUK GUK
- Uwah! Seram! Apa ini, monster panggilan?
- GRAZIEEE GRRRRR GRRRRR DESUKA A
Halaman 24
- Entah kenapa dia jadi marah sekali hanya karena aku membawa kerucut.
- Dia dilatih dengan keras, ya.
- UGAGAA GRRRRR
- GRRRRRRRR SYII
- Tidak... kami tidak pernah melatihnya seperti itu...
- GRRRROOOK DESTROYGAAA
Halaman 25
- "Tingkat Ketenaran" Kinako
- Saat jalan-jalan dengan Kinako.
- AAAAAAAH!
- Keren... Poodle itu mirip sekali dengan anjingnya Yashiro Azuki!!
- Kinako!
- Kinako!
- Oh... benar juga.
Halaman 26
- Aku baru saja lihat di Twitter, lho.
- Kinako!
- Kinako!
- Lucu juga, ya, kebetulan seperti ini.
- Harusnya tadi kufoto dan kubalas tweet-nya, ya.
- Kinako.
- Kinako!
- Iya juga, ya... atau lebih tepatnya...
Halaman 27
- Pemiliknya juga mirip Yashiro Azuki, lumayan lucu, ya.
- Kinako.
- ITU MEMANG AKU, TAHU!
- ◆Wah~ Kinako memang yang terbaik~~!! Benar-benar Kinako~~!! Anjing paling imut di dunia~~~~~~!!
Halaman 28
- Kinako, Kabur
- Kinako masih kecil, jadi setiap kali aku pergi, dia selalu dimasukkan ke dalam kandang.
- Dia sudah 1 tahun, sepertinya sudah waktunya dibebaskan.
- Beberapa hari yang lalu, saat aku sedang di luar, aku melihat kamera di rumah...
- Kinako lagi tidur, ya?
- Ah, dia kabur.
Halaman 29
- Gawat, pintunya tidak tertutup rapat...?! Ibu, sini sebentar.
- Ada apa? Maling?
- Bukan maling!! Kinako kabur, tahu!!
- Coba lihat ini, pintunya terbuka... terbuka...
- Memang terbuka, tapi dia kembali ke dalam kandang.
Halaman 30
- Kenapa...!? Kenapa dia kembali... Lagipula, kenapa posenya tegak sekali, hah...!?
- Jangan-jangan dia tahu dari suara kamera yang menyala, dan sengaja masuk lagi supaya tidak dimarahi...!? Tidak, tidak mungkin...
- Setelah Pulang
- Tuh, kan, pintunya terbuka... Dia benar-benar keluar, tahu.
- Diam!! Mau kuantar ke rumah sakit!! Rumah sakit jiwa!!
- Apa itu?
Halaman 31
- Bukan begitu!! Lagipula, Kinako tempo hari juga berbuat iseng...
- dan itu sakit!
- Saat itu, aku yakin.
- Bahwa anjing ini sangat pintar.
- Sejak hari itu, Kinako jadi selalu boleh keluar dari kandangnya!!
Halaman 32
- Kamu lihat, 'kan?
Halaman 33
- Kinako, Pergi ke Dokter Hewan
- Kinako, untuk vaksinasi ketiga.
- Lalu, bersihkan bagian dalam telinganya seperti ini...
- Begitu, ya... Apa ada hal lain yang perlu diperhatikan?
- Untuk dokter hewan pertama kami!!
- Eh... hal yang perlu diwaspadai... mungkin kerucut lalu lintas?
- Yang mainan tidak apa-apa, tapi yang plastik serpihannya bisa tertelan, jadi jangan biarkan dia main sendirian, ya.
- APA KATANYA?!
Halaman 34
- Lalu, yang ukuran kecil juga bisa tertelan, jadi hati-hati. Lagipula, apa dia tidak langsung marah begitu dengar kata 'kerucut'?
- Kinako, niat membunuhnya sudah siap!!
- Begitu, ya... Jadi, bagaimana dengan kerucut di kamar atau yang ukuran mini, ya...
- Ukuran mini
- Mana kutahu... Rumah orang normal tidak dikirimi kerucut.
- Kisah tentang bagaimana dokter hewan tahu banyak hal (sepertinya istrinya penggemar).
- Iya juga, ya.
Halaman 35
- Kinako, Latihan Buang Air
- Saat Kinako baru beberapa minggu di rumah.
- Kinako, ayo, tenang.
- Cepat sekali, ya!! Dia anjing super!
- Yah, dia baru saja datang, jadi masih lama sampai bisa tenang dan tidur bersama...
- UWAAAAH! Semuanya, lihat, lihat!
Halaman 36
- Lihat, lihat, lihat! Dia naik! Dia naik ke atasku!
- Uwaaah~~~ hangat! Mantap~~!
- Hei, lihat ini, bagus, kan?! Lihat!! Aku bahagia sekali~~!!
- Iya, kamu sangat disukai~~~
Halaman 37
- Mantap...
Halaman 38
- Tamat
Halaman 39
- Kinako, Bone Attack
- Saat pekerjaanku menumpuk,
- seumur hidupku aku selalu lari dari hal-hal yang tidak kusukai!
- Ah, hei!
- Aku punya kebiasaan lari.
- Tapi suatu hari, tepat setelah aku lari,
- ...Oke, Kinako. Bone Attack.
- Eh...? Apa itu?
- Siap.
Halaman 40
- Apa-apaan ini, HOGUHH!
- A... Apa... Sial... Jurus apa ini...
- Fufu... berhasil, ya.
Halaman 41
- Sebenarnya, untuk menghentikanmu kabur, aku mengorbankan diriku di malam hari untuk melatihnya jurus baru...
- Bone Attack.
- OK, OK, anak pintar.
- Apa-apaan yang kalian lakukan?!
- Tapi, kalau dia sudah belajar jurus itu, berarti aku juga bisa menggunakannya pada istriku...!!
- Maju, Kinako! Bone Attack!
Halaman 42
- KENAPA
- Aku yang terkena Bone Attack Kinako.
Halaman 43
- Tragedi yang Terjadi di Rumah Bersama Kinako
- Entah kenapa aku menginjak kotoran di dalam rumah.
- AAAAAAAAAAAAAAAAAAH!
- Kenapa... Bukannya Kinako sudah jago buang air di toilet... Ah!!
- Ini dia...
- Jangan-jangan kotoran yang tersisa sedikit di pantatnya jatuh.
Halaman 44
- Sial... tidak kusangka aku menginjak kotoran di rumah sendiri...
- Ibu datang main, lho!!
- Hngh?!
- WAAAAAAH! Ibu menginjak kotoran!
- GYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!
Halaman 45
- Maaf sudah tertawa...
- Tapi aku kaget juga, ya.
- Menginjak kotoran di dalam rumah.
- Aku pulang~~
- Istri
- Ah, Ibu mertua, halo~!!
Halaman 46
- Injak...
- Injak...
- Injak...
- Wah, apa ini?
- Bahaya... Kotoran Kinako?!
Halaman 47
- APA-APAAN INI, INJAK DOOONG!
- Apa begitu kelakuan menantu keluarga Yashiro?!
- Dasar keluarga sialan, sama seperti kotorannya!!
- Apa?!
- Aku salah apa?
Halaman 48
- Kinako dan Senjata Baru
- Anjing kesayanganku, Kinako,
- kadang-kadang memakai pedang.
- Keren, kan?
- Sword Dog.
- Tapi karena bahannya berbahaya kalau dimakan, aku sudah menyitanya.
- Sini, berikan padaku, ya...
- Matilah aku.
Halaman 49
- Suatu hari...
- Ada kiriman lagi dari follower... Apa, ya...
- ...!? Ini...
- Beberapa jam kemudian
- Permisi!! Yashiro-san!!
- Kerucutnya sudah datang! Fufufufu... Hm?
Halaman 50
- Ah... Anjingnya...!
- Ada anjing bawa pedang besar datang ke sini, Yashiro-san...!
- Uwah... UWAAAAAAAAAAH, YASHIRO-SAN...!
- AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH
Halaman 51
- Terima kasih untuk yang sudah mengirimkan pedang untuk anjing.
- Uwaaaah, gagangnya kena mata.
- Bisa dipakai...
- Tolong, aku akan bawa pulang kerucutnya, akan kusimpan di rumahku.
Halaman 52
- ↑Mode Bertarung
- ←Mode Normal
Komentar
0