Di hari pertama kuliah, tasku ketinggalan entah di mana. Bukan di klubku, sih.
Padahal uang sakuku bulan ini juga ada di situ.
Ah, selamat datang~
Untung saja kunci yang kusimpan di saku tidak hilang...
Eh-- Siapa??
Aku pulang.
Halaman 5
Ah, bukan, bukan! Jendela! Tadi terbuka, jadi aku masuk dari sana.
...
Bahaya, jadi sudah kututup.
Ah, kamu ingat aku? Tadi pagi kita bicara di kampus.
...Ah, iya. Yang rekrutmen klub itu.
Bukan, bukan! Kan sudah kubilang, soal langganan itu, lho.
Hei, kamu mahasiswa baru, 'kan?!
I-iya...!
Kamu langganan sesuatu??
Eh...? Yaah, macam-macam sih. Netflix atau lainnya.
Halaman 6
Lho, siapa?
Kukira kamu ingat karena kamu tidak begitu kaget.
Bukannya tidak kaget, tapi aku tidak punya tenaga untuk kaget... Hah?
Nih!
!!
Tasku!!
Ada di bangku taman, lho. Jatuh pas kamu dikerumuni anak-anak rekrutmen klub, 'kan?
Alamatmu tertulis di kartu mahasiswa, jadi aku antarkan.
Biaya hidup... Semuanya ada...!
Jangan bawa-bawa uang sebanyak itu, dong~ Bahaya, tahu~
Halaman 7
Itu pasti uang kiriman, 'kan? Jangan bikin orang tuamu nangis, dong.
Hei, kamunya jangan nangis, dong~
Bukan begitu! Dia orang baik.
Begitu lega, tiba-tiba...
Ada orang asing di rumahku, seram~~~
Serius, siapa orang ini~~~
Setahun lagi sampai jadi sahabat selamanya...!
Halaman 8
#2 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Dia di sini...
Ssssttt...
Sejak saat itu, orang ini jadi sering datang ke rumahku.
Semua orang memanggilku Rinrin, lho.
Namaku Tsubasa.
Aku tahu~ Kulihat di kartu mahasiswamu, hehe.
Cuma itu yang kutahu.
Cuma itu yang kutahu!!
Halaman 9
Dilihat dari gelagatnya, sepertinya...
Mungkin satu kampus.
Kakak kelas??
Dia datang untuk nebeng langgananku.
Apa dia tidak punya uang...? Kelihatannya tidak begitu...
Lho? Mau pergi ke mana? Jam segini?
Itu... anu... aku diajak sama kakak-kakak kelas yang kuceritakan tempo hari...
Kelihatannya mencurigakan, jadi aku tidak mau pergi, tapi tidak bisa menolak dengan baik... Aku ini target bisnis jaringan atau semacamnya?
...
Keesokan Harinya
Lho!? Kontak mereka tidak ada!?
Ah, itu sudah kuhapus.
Hah!?
Tidak usah pergi lagi, tidak usah hubungi mereka lagi.
Soalnya si dia itu, pasti terus-menerus mengajak orang lain selain Tsubasa-san juga.
Tapi...
Kalau begitu... kalau aku mengabaikan mereka dan nanti di kampus diomongi sesuatu...!
Halaman 10
Bilang saja aku yang menghapusnya.
Karena aku yang menghapusnya, jadi ini salahku.
Yah, kurasa tidak akan ada apa-apa juga, sih.
...
Hari itu, entah kenapa aku bisa tidur nyenyak setelah sekian lama... Beberapa hari kemudian—
Di kampus, aku tidak ditanyai apa-apa oleh mereka—
Kekhawatiran Tsubasa ternyata tidak beralasan... dan menghilang.
Hebat sekali Rinrin-san.
Aku, yang tidak bisa bertindak karena takut dianggap jahat.
Perasaan itu dimanfaatkan... Apa yang terbaik... Seharusnya aku sudah tahu di kepalaku.
Orang ini bisa melakukannya dengan begitu tenang.
Demi orang sepertiku yang baru saja dikenalnya—
Halaman 11
Kalau begitu... masalahnya adalah itu.
Hanya satu saja.
Bagaimana caranya Rinrin-san bisa seenaknya membuka ponselku...
...soal membukanya itu, cuma itu saja ya~~~~~~~
Iya, bener banget sih itu~~!!
Halaman 12
#3 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Capek bikin laporan, ah. Dengar musik, ah...
!
Rinrin-san...!
Dia membuat playlist seenaknya di akunku...!
Jadi selama ini dia pakai akunku...!
Jogetnya di rumah sendiri, dong.
Bebas banget.
Tidak bisa begini. Aku harus bilang baik-baik.
...!
Halaman 13
Marah! Marahlah, Tsubasa!!
Halaman 14
#4 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Langganan parfum!
!
Hm?
Ada apa?
Ah... tidak, kupikir karena ini Rinrin-san...
...jadi kukira kau akan merengek minta berlangganan juga...
Nggak, lah, nggak, hehe.
Maaf sudah berpikiran yang tidak-tidak...
Soalnya Tsubasa-san suka 'kan sama wangiku?
Hah...?
Halaman 15
Aku sadar, kok. Kamu selalu memastikan ini wangi apa, 'kan?
Eh? Tu-tunggu.
Coba tebak.
Halaman 16
Mawar, ya~~~
Ti... dak, aku tidak tahu!
Mawar, ya~~~~~~~
Halaman 17
#5 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Musim semi yang datang, itu adalah...
...musim air mata.
Maaf, Rinrin-san.
Alergi Serbuk Bunga
Hari ini mataku agak tidak bisa terbuka, jadi kalau nonton drama...
Tsubasa-san...
Nih!
Obat Tetes Mata
!
Halaman 18
Lho? Rinrin-san juga alergi serbuk bunga?
Nggak, sih. Kudengar Tsubasa-san alergi serbuk bunga, jadi untuk jaga-jaga.
Eh! Demi aku?!
Rinrin-san...
Tapi maaf, aku takut obat tetes mata, jadi tidak bisa memakainya.
Rinrin-san... selalu pakai obat tetes mata, ya...
Ah~ Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Biar aku yang teteskan.
...Eh?
Takut, takut! Ternyata tidak bisa! Aku merem!!
Rinrin-san, maaf! Aku merem dulu!
Tsuba...
Halaman 19
Nggak boleh merem♡
!!
Wanita penuh misteri, Rinrin... Hari ini, informasi pertama tentangnya selain nama panggilan terungkap.
Fetish Obat Tetes Mata
Terus, obat tetes matanya manjur banget.
Demi teman...!!
Halaman 20
#6 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
...Hei... Sewa apartemen itu hampir kayak langganan, 'kan?
Eh...? Ya ampun... Masa sih, beda dong.
Masa sih? Hehe. Ya iyalah, ya.
Kaget aku...
Tadi itu... sepertinya dia biasa saja...
Halaman 21
Dia tadi mau tinggal di rumahku, ya... Lucu juga, haha.
Baru 3 minggu sejak bertemu♡
Halaman 22
#7 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Lho? Rinrin-san, bagaimana dengan serial zombie itu?
Lagi nonton orang bule perang barbeku.
Boleh aku datang nonton sampai episode terakhir?
Tinggal 2 episode lagi.
Katanya sih kemarin sudah tayang.
Nggak.
Iya, sih... tapi.
?
Kalau ditonton... nanti... selesai, dong.
!!
Wa...
Halaman 23
Aku mengerti...
Makanya, besok aku boleh datang lagi?
Ah... tentu saja?
Tidak akan mengucapkan selamat tinggal!!
Halaman 24
#8 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Lho? Tumben sekali! Selamat pagi.
Oh~ Tsubasa-san, pagiii~
Ternyata benar dia mahasiswa di kampus yang sama...
Ya iyalah.
Rinrin-san itu mahasiswa tingkat berapa, ya...
Aku? Fakultas Psikologi~
Eh?
Lho? Salah, ya? Yang mau kamu tanyakan.
Eh... ah, bukan, maksudku, kok kamu tahu...
Hmm~ Firasat saja?
Orang ini memang begini, ya...
Halaman 25
Eh... jadi sebenarnya tingkat berapa? Tingkat 2??
Salah! Tsubasa-san tidak bisa menebak, deh, hehe.
Bisa, kok! Tingkat tiga.
Salaaah~ Bukan yang itu~
Kalau begitu, ya sudah jelas jawabannya, 'kan? Tingkat empat.
Jawaban yang benar adalah~
Woi, Rinrin!!
Halaman 26
Kenapa kau tidak pernah datang cepat!!
Profesor mencarimu!
Eh? Cepat, kok.
Apa Rinrin-san belum mengumpulkan laporan atau semacamnya, ya?
Terlambat!!
Tsubasa-san~ Nanti malam aku datang lagi, ya~
Sadar dirilah...
Halaman 27
Bertindaklah seperti asisten profesor dan yang benar!!
Dia ternyata dosen...
Bukan asisten profesor, sekarang itu disebutnya profesor madya~
Sama saja, 'kan...!
Ternyata itu...
Halaman 28
#9 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Seenaknya ponselku...
Kalau dipikir-pikir, cuma soal bagaimana orang ini membukanya saja, ya. Tapi sejak dia mulai sering datang, terus ada drama soal nonton yang 'kalau ditonton nanti selesai', akhirnya masalah ponsel itu jadi terlupakan. Padahal playlist-nya sebanyak ini.
!!
Memang terasa seperti aku diarahkan, sih...
Woi.
Hik!
Halaman 29
Saya Shinomiya Tsubasa... Ehm...
Aku Mizuki.
Tsubasa... Kau baru kenal Rinrin belum lama ini, 'kan?
Iya.
Hati-hatilah.
Tidak, Rinrin-san justru sudah menolongku, dan...
...dia tidak pernah melakukan hal yang tidak menyenangkan...
Apa dia tidak nebeng langgananmu atau semacamnya?
!
Ti-tidak, tapi...
'Aku sendiri yang mengajaknya,' begitu 'kan?
!!
Semua orang yang berurusan dengannya pasti bilang begitu.
Lagipula, dia itu menggunakan hipnotis, tahu.
...Hah?
Halaman 30
Yah, aku sih tidak akan termakan bujukan orang seperti dia.
Haa...
Yah~ Masa sih sampai hipnotis...
Anu~ Jadi... Mizuki-san ada perlu apa denganku?
Rinrin... bilang, 'Mizuki (aku) akan jadi ingin menyapamu (Tsubasa)'.
Heh...?
Kenapa juga dia pikir aku mau menyapamu.
Tidak mungkin kulakukan, tahu.
Eh... anu? Maksudnya...?
Teng Tong Teng Tong♪
Aku pulang.
Eh?! Apa aku mengatakan sesuatu yang tidak sopan...
Tidak.
Halaman 31
Entah kenapa aku tidak ingat, tapi setelah aku menyapamu...
Kalau bel sudah berbunyi, aku harus mengantarkan jus untuk Rinrin.
Kakak kena hipnotis, 'kan?!
Halaman 32
#10 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Nggak mungkin~~~~~~
Tidak ingat, ya? Setelah aku menyapamu...
Hipnotis
Nggak mungkinlah! Mana ada! Biasa aja, kok!
Soal hipnotis itu, ya...
Heeh...
Itu cuma mendorong keinginan orang itu saja, kok.
Mizuki
Soalnya dia terus murung karena sudah membawaku pergi tanpa sempat menyapa Tsubasa-san waktu itu.
Ini salahku. Kupikir, 'Kalau ini hipnotis, mungkin aku bisa menyapanya (Tsubasa)'.
Halaman 33
Jujur saja... aku memang sudah melihatnya langsung, sih...
Yah... Fantasi, gitu? Atau mungkin Mizuki-san itu orangnya spesial?
Dia sudah menjelaskan macam-macam, sih, tapi...
Aku sih kayaknya nggak bakal kena.
Yah, Tsubasa-san sih kayaknya nggak bakal bisa kuhypnotis... tapi tanganmu sih...
...Eh.
Seperti sekarang, misalnya?
Nih, lihat.
Hah?
Bisa digerakkan? Kurasa sih tidak akan bergerak.
Ah, lho?
Hm? Nggak, kok~?
Halaman 34
Begitulah♡
Jadi ini toh~~~~~~!! Kenyataan yang tak bergerak!
Halaman 35
#11 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Hhhh...
Hhhh...
Ada apa?
Mukamu kelihatan bingung, tuh.
Tidak...
Aku lagi mikirin Rinrin-san.
Halaman 36
Hah?
Aku? Apa aku berbuat salah??
Rinrin-san itu, kalau menolong seseorang...
...selalu menyalahkan diri sendiri, 'kan?
Ah, bukan... yah? Nggak selalu juga, sih...
Makanya, cara supaya tidak menyalahkan Rinrin-san itu...
...apa tidak ada, ya?
Oh ya...?
Misalnya...
Dengan Rinrin-san... Kita berdua yang salah.
Atau semacamnya.
...Ah, maaf. Aku bicara yang aneh-aneh...
?!
Halaman 37
Terima kasih.
Lho~♡
Halaman 38
#12 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Cantik sekali~! Cocok, ya, Tsubasa-san~
Terima kasih banyak, sampai dipakaikan juga...!
Ini kimono yang dulu kupakai, sih... Ukurannya juga pas, 'kan?
Aku memang tertarik sama kimono, tapi tidak pernah ada kesempatan untuk memakainya!
Oh ya~
Ini pertama kalinya aku pakai, jadi senang sekali!
Buatmu saja.
Eh?!
Halaman 39
Ti-tidak bisa kuterima! Jangan, itu tidak boleh!!
Padahal aku ingin kamu memakainya, sih.
!
Atau jangan-jangan...
Kamu tidak suka barang bekas dariku?
Bukan begitu!
Kamu tidak suka ada 'Suzu' (lonceng) dari namaku di situ?
Mana mungkin...!
Bagaimana kalau memakainya dan berjalan di sampingku?
Aku... tidak keberatan.
Fufu. Hei.
Halaman 40
Tanpaku, kamu tidak bisa melepas atau memakainya, ya.
Iyaaa...♡
Halaman 41
#13 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
Hmm~~~♡
...
Lucu sekali~~~~♡
Begitu, ya?
Bagus, 'kan? Kembaran denganku~!
Rinrin-san mau coba gaya rambut lain juga?
Tidak.
Tidak akan pernah!!
?!
Halaman 42
Ke-kenapa sampai segitunya?
Bukan. Cepol ini adalah Rinrin itu sendiri, jadi tidak bisa dilepas.
Eh...?
Apa maksudnya 'dilepas'...?
Aku menjaga identitasku dengan cepol ini.
Eh, kalau dilepas, jadi bagaimana?
Aku tidak akan jadi diriku lagi.
Berlebihan sekali, ya.
?!
Ma-mau lihat?
Tidak, kalau memang sebegitu tidak maunya...
??!
Lho... Kapan aku duduk?
Halaman 43
Ma-mau kuperlihatkan?? Bagian diriku yang bukan Rinrin.
Ti-tidak... Lain kali saja, ya??????
'Diri sendiri' itu adalah sesuatu yang harus ditegakkan!!!!
Halaman 44
Rinrin (26)
Profesor Madya Fakultas Psikologi. Orang Jepang kelahiran Inggris.
Halaman 45
3 Chapter Terbaru Gratis!
Follow berbagai SNS kami, ya♡
Namamu akan dicantumkan di kredit! Paket Special Thanks juga tersedia♡
Dialog dalam karya ini
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19
Halaman 20
Halaman 21
Halaman 22
Halaman 23
Halaman 24
Halaman 25
Halaman 26
Halaman 27
Halaman 28
Halaman 29
Halaman 30
Halaman 31
Halaman 32
Halaman 33
Halaman 34
Halaman 35
Halaman 36
Halaman 37
Halaman 38
Halaman 39
Halaman 40
Halaman 41
Halaman 42
Halaman 43
Halaman 44
Halaman 45
Halaman 46