#コメディ#百合
サブスクただ乗り鈴鈴ちゃん
1巻
225
Tanggal posting: 2024.12.09

Deskripsi karya

こんな百合見たことないッッッッッッ 心理学ッッ!バトルッッ!!すっげぇベロチューッッ!!! この過剰摂取に耐えられんのかッッッッッッ!?? 見届けろッッ 地上最も意味わかんねぇ女達が待ってるッッッッッッッッ!!!!! (ストーリー本編40ページ + その他イラスト等収録)

Dialog dalam karya ini

Halaman 4

  • #1 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Parah banget.
  • Di hari pertama kuliah, tasku ketinggalan entah di mana. Bukan di klubku, sih.
  • Padahal uang sakuku bulan ini juga ada di situ.
  • Ah, selamat datang~
  • Untung saja kunci yang kusimpan di saku tidak hilang...
  • Eh-- Siapa??
  • Aku pulang.

Halaman 5

  • Ah, bukan, bukan! Jendela! Tadi terbuka, jadi aku masuk dari sana.
  • ...
  • Bahaya, jadi sudah kututup.
  • Ah, kamu ingat aku? Tadi pagi kita bicara di kampus.
  • ...Ah, iya. Yang rekrutmen klub itu.
  • Bukan, bukan! Kan sudah kubilang, soal langganan itu, lho.
  • Hei, kamu mahasiswa baru, 'kan?!
  • I-iya...!
  • Kamu langganan sesuatu??
  • Eh...? Yaah, macam-macam sih. Netflix atau lainnya.

Halaman 6

  • Lho, siapa?
  • Kukira kamu ingat karena kamu tidak begitu kaget.
  • Bukannya tidak kaget, tapi aku tidak punya tenaga untuk kaget... Hah?
  • Nih!
  • !!
  • Tasku!!
  • Ada di bangku taman, lho. Jatuh pas kamu dikerumuni anak-anak rekrutmen klub, 'kan?
  • Alamatmu tertulis di kartu mahasiswa, jadi aku antarkan.
  • Biaya hidup... Semuanya ada...!
  • Jangan bawa-bawa uang sebanyak itu, dong~ Bahaya, tahu~

Halaman 7

  • Itu pasti uang kiriman, 'kan? Jangan bikin orang tuamu nangis, dong.
  • Hei, kamunya jangan nangis, dong~
  • Bukan begitu! Dia orang baik.
  • Begitu lega, tiba-tiba...
  • Ada orang asing di rumahku, seram~~~
  • Serius, siapa orang ini~~~
  • Setahun lagi sampai jadi sahabat selamanya...!

Halaman 8

  • #2 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Dia di sini...
  • Ssssttt...
  • Sejak saat itu, orang ini jadi sering datang ke rumahku.
  • Semua orang memanggilku Rinrin, lho.
  • Namaku Tsubasa.
  • Aku tahu~ Kulihat di kartu mahasiswamu, hehe.
  • Cuma itu yang kutahu.
  • Cuma itu yang kutahu!!

Halaman 9

  • Dilihat dari gelagatnya, sepertinya...
  • Mungkin satu kampus.
  • Kakak kelas??
  • Dia datang untuk nebeng langgananku.
  • Apa dia tidak punya uang...? Kelihatannya tidak begitu...
  • Lho? Mau pergi ke mana? Jam segini?
  • Itu... anu... aku diajak sama kakak-kakak kelas yang kuceritakan tempo hari...
  • Kelihatannya mencurigakan, jadi aku tidak mau pergi, tapi tidak bisa menolak dengan baik... Aku ini target bisnis jaringan atau semacamnya?
  • ...
  • Keesokan Harinya
  • Lho!? Kontak mereka tidak ada!?
  • Ah, itu sudah kuhapus.
  • Hah!?
  • Tidak usah pergi lagi, tidak usah hubungi mereka lagi.
  • Soalnya si dia itu, pasti terus-menerus mengajak orang lain selain Tsubasa-san juga.
  • Tapi...
  • Kalau begitu... kalau aku mengabaikan mereka dan nanti di kampus diomongi sesuatu...!

Halaman 10

  • Bilang saja aku yang menghapusnya.
  • Karena aku yang menghapusnya, jadi ini salahku.
  • Yah, kurasa tidak akan ada apa-apa juga, sih.
  • ...
  • Hari itu, entah kenapa aku bisa tidur nyenyak setelah sekian lama... Beberapa hari kemudian—
  • Di kampus, aku tidak ditanyai apa-apa oleh mereka—
  • Kekhawatiran Tsubasa ternyata tidak beralasan... dan menghilang.
  • Hebat sekali Rinrin-san.
  • Aku, yang tidak bisa bertindak karena takut dianggap jahat.
  • Perasaan itu dimanfaatkan... Apa yang terbaik... Seharusnya aku sudah tahu di kepalaku.
  • Orang ini bisa melakukannya dengan begitu tenang.
  • Demi orang sepertiku yang baru saja dikenalnya—

Halaman 11

  • Kalau begitu... masalahnya adalah itu.
  • Hanya satu saja.
  • Bagaimana caranya Rinrin-san bisa seenaknya membuka ponselku...
  • ...soal membukanya itu, cuma itu saja ya~~~~~~~
  • Iya, bener banget sih itu~~!!

Halaman 12

  • #3 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Capek bikin laporan, ah. Dengar musik, ah...
  • !
  • Rinrin-san...!
  • Dia membuat playlist seenaknya di akunku...!
  • Jadi selama ini dia pakai akunku...!
  • Jogetnya di rumah sendiri, dong.
  • Bebas banget.
  • Tidak bisa begini. Aku harus bilang baik-baik.
  • ...!

Halaman 13

  • Marah! Marahlah, Tsubasa!!

Halaman 14

  • #4 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Langganan parfum!
  • !
  • Hm?
  • Ada apa?
  • Ah... tidak, kupikir karena ini Rinrin-san...
  • ...jadi kukira kau akan merengek minta berlangganan juga...
  • Nggak, lah, nggak, hehe.
  • Maaf sudah berpikiran yang tidak-tidak...
  • Soalnya Tsubasa-san suka 'kan sama wangiku?
  • Hah...?

Halaman 15

  • Aku sadar, kok. Kamu selalu memastikan ini wangi apa, 'kan?
  • Eh? Tu-tunggu.
  • Coba tebak.

Halaman 16

  • Mawar, ya~~~
  • Ti... dak, aku tidak tahu!
  • Mawar, ya~~~~~~~

Halaman 17

  • #5 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Musim semi yang datang, itu adalah...
  • ...musim air mata.
  • Maaf, Rinrin-san.
  • Alergi Serbuk Bunga
  • Hari ini mataku agak tidak bisa terbuka, jadi kalau nonton drama...
  • Tsubasa-san...
  • Nih!
  • Obat Tetes Mata
  • !

Halaman 18

  • Lho? Rinrin-san juga alergi serbuk bunga?
  • Nggak, sih. Kudengar Tsubasa-san alergi serbuk bunga, jadi untuk jaga-jaga.
  • Eh! Demi aku?!
  • Rinrin-san...
  • Tapi maaf, aku takut obat tetes mata, jadi tidak bisa memakainya.
  • Rinrin-san... selalu pakai obat tetes mata, ya...
  • Ah~ Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Biar aku yang teteskan.
  • ...Eh?
  • Takut, takut! Ternyata tidak bisa! Aku merem!!
  • Rinrin-san, maaf! Aku merem dulu!
  • Tsuba...

Halaman 19

  • Nggak boleh merem♡
  • !!
  • Wanita penuh misteri, Rinrin... Hari ini, informasi pertama tentangnya selain nama panggilan terungkap.
  • Fetish Obat Tetes Mata
  • Terus, obat tetes matanya manjur banget.
  • Demi teman...!!

Halaman 20

  • #6 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • ...Hei... Sewa apartemen itu hampir kayak langganan, 'kan?
  • Eh...? Ya ampun... Masa sih, beda dong.
  • Masa sih? Hehe. Ya iyalah, ya.
  • Kaget aku...
  • Tadi itu... sepertinya dia biasa saja...

Halaman 21

  • Dia tadi mau tinggal di rumahku, ya... Lucu juga, haha.
  • Baru 3 minggu sejak bertemu♡

Halaman 22

  • #7 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Lho? Rinrin-san, bagaimana dengan serial zombie itu?
  • Lagi nonton orang bule perang barbeku.
  • Boleh aku datang nonton sampai episode terakhir?
  • Tinggal 2 episode lagi.
  • Katanya sih kemarin sudah tayang.
  • Nggak.
  • Iya, sih... tapi.
  • ?
  • Kalau ditonton... nanti... selesai, dong.
  • !!
  • Wa...

Halaman 23

  • Aku mengerti...
  • Makanya, besok aku boleh datang lagi?
  • Ah... tentu saja?
  • Tidak akan mengucapkan selamat tinggal!!

Halaman 24

  • #8 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Lho? Tumben sekali! Selamat pagi.
  • Oh~ Tsubasa-san, pagiii~
  • Ternyata benar dia mahasiswa di kampus yang sama...
  • Ya iyalah.
  • Rinrin-san itu mahasiswa tingkat berapa, ya...
  • Aku? Fakultas Psikologi~
  • Eh?
  • Lho? Salah, ya? Yang mau kamu tanyakan.
  • Eh... ah, bukan, maksudku, kok kamu tahu...
  • Hmm~ Firasat saja?
  • Orang ini memang begini, ya...

Halaman 25

  • Eh... jadi sebenarnya tingkat berapa? Tingkat 2??
  • Salah! Tsubasa-san tidak bisa menebak, deh, hehe.
  • Bisa, kok! Tingkat tiga.
  • Salaaah~ Bukan yang itu~
  • Kalau begitu, ya sudah jelas jawabannya, 'kan? Tingkat empat.
  • Jawaban yang benar adalah~
  • Woi, Rinrin!!

Halaman 26

  • Kenapa kau tidak pernah datang cepat!!
  • Profesor mencarimu!
  • Eh? Cepat, kok.
  • Apa Rinrin-san belum mengumpulkan laporan atau semacamnya, ya?
  • Terlambat!!
  • Tsubasa-san~ Nanti malam aku datang lagi, ya~
  • Sadar dirilah...

Halaman 27

  • Bertindaklah seperti asisten profesor dan yang benar!!
  • Dia ternyata dosen...
  • Bukan asisten profesor, sekarang itu disebutnya profesor madya~
  • Sama saja, 'kan...!
  • Ternyata itu...

Halaman 28

  • #9 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Seenaknya ponselku...
  • Kalau dipikir-pikir, cuma soal bagaimana orang ini membukanya saja, ya. Tapi sejak dia mulai sering datang, terus ada drama soal nonton yang 'kalau ditonton nanti selesai', akhirnya masalah ponsel itu jadi terlupakan. Padahal playlist-nya sebanyak ini.
  • !!
  • Memang terasa seperti aku diarahkan, sih...
  • Woi.
  • Hik!

Halaman 29

  • Saya Shinomiya Tsubasa... Ehm...
  • Aku Mizuki.
  • Tsubasa... Kau baru kenal Rinrin belum lama ini, 'kan?
  • Iya.
  • Hati-hatilah.
  • Tidak, Rinrin-san justru sudah menolongku, dan...
  • ...dia tidak pernah melakukan hal yang tidak menyenangkan...
  • Apa dia tidak nebeng langgananmu atau semacamnya?
  • !
  • Ti-tidak, tapi...
  • 'Aku sendiri yang mengajaknya,' begitu 'kan?
  • !!
  • Semua orang yang berurusan dengannya pasti bilang begitu.
  • Lagipula, dia itu menggunakan hipnotis, tahu.
  • ...Hah?

Halaman 30

  • Yah, aku sih tidak akan termakan bujukan orang seperti dia.
  • Haa...
  • Yah~ Masa sih sampai hipnotis...
  • Anu~ Jadi... Mizuki-san ada perlu apa denganku?
  • Rinrin... bilang, 'Mizuki (aku) akan jadi ingin menyapamu (Tsubasa)'.
  • Heh...?
  • Kenapa juga dia pikir aku mau menyapamu.
  • Tidak mungkin kulakukan, tahu.
  • Eh... anu? Maksudnya...?
  • Teng Tong Teng Tong♪
  • Aku pulang.
  • Eh?! Apa aku mengatakan sesuatu yang tidak sopan...
  • Tidak.

Halaman 31

  • Entah kenapa aku tidak ingat, tapi setelah aku menyapamu...
  • Kalau bel sudah berbunyi, aku harus mengantarkan jus untuk Rinrin.
  • Kakak kena hipnotis, 'kan?!

Halaman 32

  • #10 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Nggak mungkin~~~~~~
  • Tidak ingat, ya? Setelah aku menyapamu...
  • Hipnotis
  • Nggak mungkinlah! Mana ada! Biasa aja, kok!
  • Soal hipnotis itu, ya...
  • Heeh...
  • Itu cuma mendorong keinginan orang itu saja, kok.
  • Mizuki
  • Soalnya dia terus murung karena sudah membawaku pergi tanpa sempat menyapa Tsubasa-san waktu itu.
  • Ini salahku. Kupikir, 'Kalau ini hipnotis, mungkin aku bisa menyapanya (Tsubasa)'.

Halaman 33

  • Jujur saja... aku memang sudah melihatnya langsung, sih...
  • Yah... Fantasi, gitu? Atau mungkin Mizuki-san itu orangnya spesial?
  • Dia sudah menjelaskan macam-macam, sih, tapi...
  • Aku sih kayaknya nggak bakal kena.
  • Yah, Tsubasa-san sih kayaknya nggak bakal bisa kuhypnotis... tapi tanganmu sih...
  • ...Eh.
  • Seperti sekarang, misalnya?
  • Nih, lihat.
  • Hah?
  • Bisa digerakkan? Kurasa sih tidak akan bergerak.
  • Ah, lho?
  • Hm? Nggak, kok~?

Halaman 34

  • Begitulah♡
  • Jadi ini toh~~~~~~!! Kenyataan yang tak bergerak!

Halaman 35

  • #11 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Hhhh...
  • Hhhh...
  • Ada apa?
  • Mukamu kelihatan bingung, tuh.
  • Tidak...
  • Aku lagi mikirin Rinrin-san.

Halaman 36

  • Hah?
  • Aku? Apa aku berbuat salah??
  • Rinrin-san itu, kalau menolong seseorang...
  • ...selalu menyalahkan diri sendiri, 'kan?
  • Ah, bukan... yah? Nggak selalu juga, sih...
  • Makanya, cara supaya tidak menyalahkan Rinrin-san itu...
  • ...apa tidak ada, ya?
  • Oh ya...?
  • Misalnya...
  • Dengan Rinrin-san... Kita berdua yang salah.
  • Atau semacamnya.
  • ...Ah, maaf. Aku bicara yang aneh-aneh...
  • ?!

Halaman 37

  • Terima kasih.
  • Lho~♡

Halaman 38

  • #12 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Cantik sekali~! Cocok, ya, Tsubasa-san~
  • Terima kasih banyak, sampai dipakaikan juga...!
  • Ini kimono yang dulu kupakai, sih... Ukurannya juga pas, 'kan?
  • Aku memang tertarik sama kimono, tapi tidak pernah ada kesempatan untuk memakainya!
  • Oh ya~
  • Ini pertama kalinya aku pakai, jadi senang sekali!
  • Buatmu saja.
  • Eh?!

Halaman 39

  • Ti-tidak bisa kuterima! Jangan, itu tidak boleh!!
  • Padahal aku ingin kamu memakainya, sih.
  • !
  • Atau jangan-jangan...
  • Kamu tidak suka barang bekas dariku?
  • Bukan begitu!
  • Kamu tidak suka ada 'Suzu' (lonceng) dari namaku di situ?
  • Mana mungkin...!
  • Bagaimana kalau memakainya dan berjalan di sampingku?
  • Aku... tidak keberatan.
  • Fufu. Hei.

Halaman 40

  • Tanpaku, kamu tidak bisa melepas atau memakainya, ya.
  • Iyaaa...♡

Halaman 41

  • #13 Rinrin-chan si Nebengers Langganan
  • Hmm~~~♡
  • ...
  • Lucu sekali~~~~♡
  • Begitu, ya?
  • Bagus, 'kan? Kembaran denganku~!
  • Rinrin-san mau coba gaya rambut lain juga?
  • Tidak.
  • Tidak akan pernah!!
  • ?!

Halaman 42

  • Ke-kenapa sampai segitunya?
  • Bukan. Cepol ini adalah Rinrin itu sendiri, jadi tidak bisa dilepas.
  • Eh...?
  • Apa maksudnya 'dilepas'...?
  • Aku menjaga identitasku dengan cepol ini.
  • Eh, kalau dilepas, jadi bagaimana?
  • Aku tidak akan jadi diriku lagi.
  • Berlebihan sekali, ya.
  • ?!
  • Ma-mau lihat?
  • Tidak, kalau memang sebegitu tidak maunya...
  • ??!
  • Lho... Kapan aku duduk?

Halaman 43

  • Ma-mau kuperlihatkan?? Bagian diriku yang bukan Rinrin.
  • Ti-tidak... Lain kali saja, ya??????
  • 'Diri sendiri' itu adalah sesuatu yang harus ditegakkan!!!!

Halaman 44

  • Rinrin (26)
  • Profesor Madya Fakultas Psikologi. Orang Jepang kelahiran Inggris.

Halaman 45

  • 3 Chapter Terbaru Gratis!
  • Follow berbagai SNS kami, ya♡
  • Namamu akan dicantumkan di kredit! Paket Special Thanks juga tersedia♡
  • Bisa akses dari sini!
  • Ada merchandise juga, lho♡

Halaman 46

  • Mao-sama