#これからだんだん幸せになっていく怖い女上司
これからだんだん幸せになっていく怖い女上司
これからだんだん幸せになっていく怖い女上司【3】
314
Tanggal posting: 2024.09.29

Deskripsi karya

お仕事では怖い女上司の趣味はかわいい服!?というギャップある「鶴瀬部長」と中途入社の新人男性社員「月輪くん」とのドキドキラブコメディです! 今巻で初デート編完結までいきます! ※本作は前作「防御力ゼロの嫁」のスピンオフです

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Di sekitar sini jalannya agak licin, kakimu baik-baik saja?
  • Eh!?
  • Hah!?
  • Hmm...?
  • Ah.
  • Oh, ya.
  • Wah!?

Halaman 2

  • Apa ini!?
  • Gachirin-kun mungkin tidak merasa seperti itu...
  • Kalau begitu, aku merasa malu sendiri...
  • Tapi tangan ini!?
  • Tapi, tunggu...
  • Ini pegangan tangan yang erat seperti pasangan!?
  • Sebenarnya...
  • !?

Halaman 3

  • Ada banyak hal dan waktunya juga pas...
  • Aku berpikir mungkin lebih baik menginap di hotel.
  • !
  • Tapi...
  • Aku sudah janji untuk mengantarmu pulang...
  • ...ini masih kencan pertama kita.
  • Aku ingin menjaga hubungan kita, Tsuruse-san...
  • Tapi, emm... hari ini, sedikit lebih lama lagi,
  • biarkan seperti ini sebentar.

Halaman 4

  • Eh... maksudmu,
  • Gachirin-kun juga menginginkan hubungan seperti ini, tapi
  • hari ini kamu bertindak bijaksana...?

Halaman 6

  • <This line is filtered due to its xxx content>

Halaman 7

  • Kalau begitu, sampai sini saja.
  • Silakan terima ini.
  • Ah.
  • Kita naik bersama, jadi setidaknya kita bagi dua...
  • Tidak, tidak, ini karena aku yang salah naik dari awal.
  • Sebagai atasan yang lebih tua, biarkan aku yang bayar.
  • Terima kasih sudah mengantar, Gachirin-kun.

Halaman 8

  • Ugh...
  • Kalau ini kencan, aku malah ingin bayar...
  • ...maaf, terima kasih banyak.
  • Kalau begitu, aku tunggu yang berikutnya, ya.
  • Iya!
  • Jadi ini rumah Bu Kepala...
  • <This line is filtered due to its xxx content>
  • Hebat sekali...
  • Benarkah?
  • ...jadi, Gachirin-kun, kamu mau bagaimana setelah ini?
  • Sudah cukup malam, lho.
  • Iya, ya... kereta terakhir sudah lewat, aku cari tempat di dekat sini saja.
  • ...kalau begitu,
  • aku punya usul...
  • ?

Halaman 9

  • ...sebenarnya, ini ajakan dari seorang wanita, bukan sebagai atasan...
  • Mau menginap di tempatku?

Halaman 10

  • Eh, benarkah... atau tidak!?
  • Tapi, sebelum kita sampai ke tahap itu...
  • Aku... senang, tapi bukan itu maksudku!
  • Belum...
  • Kalau Gachirin yang tulus...
  • Aku sudah menduga kamu akan bilang begitu.
  • Tapi aku sudah tak bisa menahan diri lagi.
  • Jadi, aku yang akan melangkah lebih dulu...
  • Maju!
  • Gachirin-kun, ehm...

Halaman 11

  • Aduh!
  • Ah.

Halaman 12

  • ...Aku... melakukannya!?
  • Aku... sebenarnya tidak berniat melakukannya...
  • Tapi... hasilnya baik-baik saja, kan...!?
  • Kepala bagian... Tsuruse-san...
  • ...tidak
  • ...

Halaman 13

  • Masaki... san
  • !
  • Aku suka padamu, maukah kamu jadi pacarku?
  • Maaf, rasanya aku malah membuatmu yang harus mempersiapkan semuanya...

Halaman 14

  • Hanya dipanggil nama oleh orang yang kusukai saja sudah membuatku... seperti ini...
  • Rasanya seperti ada listrik yang mengalir di kepalaku...
  • Hari ini banyak hal terjadi,
  • Aku sudah kewalahan,
  • Dari ciuman, dipanggil nama, sampai pernyataan cinta...
  • Eh!? Pernyataan cinta!?
  • Ah... anu...
  • Tidak apa-apa.
  • Apa!?
  • Ah.
  • Begitu ya.
  • Ehm...

Halaman 15

  • Terima kasih, aku juga... suka padamu.
  • Senang berkenalan, Gachirin-kun... atau lebih baik
  • Hide-kun.

Halaman 16

  • Hm.
  • Sudah... tenang?
  • Kamu cukup berani juga ya.
  • Di pintu masuk, bisa bahaya kalau ketahuan.
  • ...Bagaimana kalau ke kamarku?
  • ...iya.

Halaman 17

  • <This line is filtered due to its xxx content>

Halaman 18

  • <This line is filtered due to its xxx content>
  • <This line is filtered due to its xxx content>

Halaman 19

  • Oke, sudah beres...
  • Ah... terima kasih.
  • Bagus juga aku sudah beres-beres kemarin.
  • Eh sebentar...
  • Tidak menyangka hari ini ada cowok yang datang ke rumahku...
  • Hi... Hide-kun, jangan sungkan.
  • Duduk di sini, yuk.
  • Sebenarnya...

Halaman 20

  • Semua ini terjadi dengan cepat...
  • Aku punya pacar...
  • Akhirnya!
  • Oh, tidak apa-apa.
  • ...Tapi, sebenarnya apa yang harus dilakukan setelah jadi pacar?
  • Kalau kerja kan ada prosedurnya,
  • dan hasilnya juga jelas.

Halaman 21

  • Tapi kalau soal perasaan, aku benar-benar tidak tahu caranya...
  • Yang pasti, aku suka Gachirin... eh, Hide-kun.
  • Sebenarnya, dia sudah bilang sih.
  • Apa yang dia suka dariku, ya...?
  • Jujur saja... aku sendiri
  • tidak tahu apa yang bagus dari diriku.
  • Di pekerjaan,
  • aku dianggap menakutkan... aku tidak mengerti... tapi
  • Hide-kun, begini...

Halaman 22

  • Soal cinta aku tidak tahu, tapi...
  • Kalau di kerjaan, komunikasi itu penting,
  • Jadi, aku mau bertanya!
  • Aku ingin tahu,
  • apa yang kamu suka dari aku?
  • Eh?

Halaman 23

  • Apa ya jawabannya...
  • Apa ini jadi merepotkan...?
  • Ehm...
  • Lihat, dia bingung! Salah langkah!
  • Masaki-san memang cantik, posturnya bagus, dan ekspresinya juga imut.
  • Dalam pekerjaan, kamu sangat profesional dan bisa diandalkan.
  • Di luar kerjaan, hobimu lucu dan Masaki-san sendiri juga menggemaskan.

Halaman 24

  • Kalau dibilang langsung begini jadi malu...!
  • Di... dibilang cantik dan imut...
  • Iya.
  • Biasanya aku dibilang menakutkan...!?
  • Mungkin memang ada yang merasa begitu karena tatapan seriusmu saat bekerja...
  • Tapi kamu selalu mendukung dan penilaianmu adil.
  • Menurutku, tidak semenakutkan yang orang bilang.
  • Ada banyak alasan kenapa aku suka padamu...
  • Sejak awal aku tertarik, setiap kali bicara aku merasa kamu orang yang baik.
  • Begitu ya... Terima kasih.
  • Senang kamu menghargai aku... tapi
  • Kamu tidak puas?
  • Bukan begitu sih

Halaman 25

  • Sejujurnya, aku jarang mengalami hal seperti ini sebelumnya.
  • Selama ini, aku selalu tegang saat bekerja dan hanya dikenal sebagai sosok yang menakutkan.
  • Rasanya aneh bagiku untuk disukai oleh seseorang.
  • Kalau begitu...
  • !

Halaman 26

  • Masaki-san, ini artinya kamu sangat disukai sampai seperti ini...
  • Bisa diterima, kan?
  • Iya.
  • Sudah.
  • Rasanya... hampir pingsan... aduh.
  • Oh iya.

Halaman 27

  • Se... sebenarnya
  • Aku beli kosmetik khusus untuk Hide-kun!
  • Mau coba pakai ini untuk menutupi lukanya?
  • Wah!?
  • Ti... tidak, tubuhku tidak akan kuat kalau terus begini!
  • Ini masih terlalu cepat... kan?... Iya!
  • ?
  • Tolong bantu aku, ya.
  • Baiklah!

Halaman 28

  • Ini.
  • Ba... bagaimana?
  • Wah...
  • Kupikir ini hanya istirahat, tapi jantungku berdebar-debar!
  • Sepertinya Hide-kun lebih imut daripada aku.

Halaman 29

  • Terima kasih banyak!
  • Apakah dengan ini aku cocok memakai barang-barang imut juga?
  • Hehe...
  • Hide-kun memang imut...!
  • Oh.
  • Selain itu, sebaiknya dari sekarang
  • gunakan pelembap dan lotion secara rutin
  • untuk
  • kulit.

Halaman 30

  • Hati-hati!
  • ...Masaki-san, kamu baik-baik saja?
  • Wah... aku dipeluk!
  • I... iya.
  • Ah!?

Halaman 31

  • Aduh!
  • Maaf, Hide-kun, celanamu...!
  • Akan segera aku bersihkan!
  • Ti... tidak apa-apa... ini tidak masalah.
  • Bagaimana dengan kaki kananmu, Masaki-san?

Halaman 32

  • ...sekarang kalau aku menyentuh ini, pasti tidak baik...
  • Rasanya jadi aneh.
  • Yang harus kulakukan sekarang adalah...
  • Tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
  • Aku akan mencucinya, jadi langsung mandi saja.
  • Kita kan menginap, jadi tidak masalah...
  • Aku ambilkan di sini.
  • Maaf, aku akan mandi dulu.
  • Ada juga pembersih makeup, pakailah sesukamu.
  • Baik, terima kasih.
  • Ah!
  • Hide, pakaian ganti...

Halaman 33

  • !!
  • Maaf...
  • Seperti yang kupikirkan tadi...
  • Hide, tubuhmu...

Halaman 34

  • ..luar biasa.
  • ...Tanpa sadar aku menutup pintu.
  • Karena jarang mengalami hal seperti ini, aku jadi gugup dan lambat bertindak.
  • Mungkin terlalu pasif dan tidak baik...
  • Sejujurnya, aku ingin melihat lebih lama...
  • Baiklah... sudah diputuskan.

Halaman 35

  • Kalau begitu...
  • Hmm, ini...

Halaman 36

  • Dengan ini...

Halaman 37

  • Ayo!
  • Hide!
  • Aku taruh pakaian ganti dan handuk di sini.

Halaman 38

  • Terima kasih, Masaki.
  • Hide, tahu cara pakai pembersih makeup?
  • Umm...
  • ...sebenarnya...
  • Aku tidak tahu mana yang harus dipakai...
  • Jadi aku akan cuci seadanya saja.
  • Ah...
  • Harusnya aku ajari dari awal.
  • Kalau tidak bersihkan makeup dengan benar, tidak baik lho.

Halaman 39

  • Oh, begitu ya?
  • Iya, nanti kulitmu bisa rusak...
  • Selain bekas luka, kulitmu bagus, jadi harus dirawat dengan baik.
  • Oh, begitu...
  • Jadi...
  • Kamu mungkin tidak tahu mana yang harus dipakai.
  • Eh!?

Halaman 40

  • Biar aku ajari langsung sambil masuk bareng.
  • Kita sudah pacaran, kan?
  • Tidak perlu sungkan.

Halaman 41

  • Aduh, malu...

Halaman 43

  • Awalnya, ini adalah...
  • Hanya dengan handuk mandi ini, rasanya malu...
  • Tapi lebih dari itu...

Halaman 44

  • Aku senang bisa bersama Hide... ♥
  • Kamu mengerti, kan?
  • !
  • I-iya!
  • Baiklah.
  • Baik, coba lakukan ya.
  • Hide, biasanya kamu lebih fokus dari ini...?
  • Tapi, lupakan itu.
  • Ini luar biasa... ♥

Halaman 45

  • Kalau dilihat lebih dekat, tubuh Hide memang bagus...
  • Apakah dia berolahraga?
  • Atau mungkin dia masih latihan sampai sekarang...
  • Kulitnya juga mulus... ini yang disebut muda.
  • S-sudah selesai...
  • B-baiklah, bagaimana kalau saya bantu bersihkan punggungmu?
  • ...?
  • Kenapa?

Halaman 46

  • Karena aku membungkuk...
  • Tidak, ini...
  • ...Eh? Tubuhku menarik...?
  • Tubuh Masaki yang begitu menawan... Melihatnya dalam cahaya seperti ini...
  • Eh!? Tidak sadar sama sekali!?

Halaman 47

  • Tubuh wanita seumuranku ini sudah tidak menarik lagi...
  • Tidak ada yang mau melihatnya.
  • Tidak, tidak, bukan begitu...!
  • ...Yah, mungkin sedikit...
  • Kadang ada yang menggoda...
  • Itu hanya karena ukuran dadaku yang besar ini.
  • Aku tidak pernah berpikir itu menarik.
  • Tidak mungkin!

Halaman 48

  • Aku jatuh cinta pada Masaki karena kepribadianmu, tapi...
  • Tubuhmu juga luar biasa...
  • Pasti orang lain juga menyadarinya...
  • T-tidak...
  • Tapi lupakan itu.
  • Dan kemudian...
  • !
  • Setelah melihat tubuh Masaki...
  • Beginilah jadinya!
  • Aduh...
  • Aku tidak bisa berbohong, jadi percayalah padaku!

Halaman 49

  • Luar biasa...!
  • Maksudku, dia benar-benar menganggapku menarik...
  • Kalau tidak, pasti tidak akan seperti itu...
  • Jadi, pria bisa seperti itu ya...
  • Kalau dipikir-pikir, berada dalam keadaan seperti ini... tiba-tiba jadi malu juga.
  • Tapi...
  • Maaf kalau tidak seberapa...
  • Tidak apa-apa...
  • Tidak masalah
  • Justru, terima kasih

Halaman 50

  • Kalau kamu menganggapku menarik...
  • !
  • Mau coba... menyentuhnya?
  • Setelah itu, mereka saling menyentuh satu sama lain.

Halaman 51

  • Permisi...!

Halaman 53

  • Tapi tetap saja,
  • punya Hide-kun
  • itu
  • luar biasa.
  • Masaki-san...
  • !

Halaman 54

  • Baju ganti... hanya ini yang ada
  • yang bisa kupakai...
  • Ini agak memalukan ya...
  • Ah,
  • aku cuma punya yang seperti itu
  • Tapi cocok kok, lucu!
  • Ka-kalau begitu, syukurlah.
  • Kalau begitu, mari ke sini.
  • Setelah semua persiapan selesai,
  • ...kita tidur saja.
  • !

Halaman 55

  • Baiklah,
  • selesai!
  • Kalau begitu...
  • Iya...
  • Kalau begitu, aku...
  • Mari tidur.
  • Nah, ini dia

Halaman 56

  • kamar tidurnya!
  • Wow...!
  • Kamarnya lucu sekali.
  • Hehe,
  • Di ruang tamu, aku menahan diri karena ada tamu
  • tapi di kamar tidur, aku menatanya sesuka hati.
  • Begitu ya.
  • Tapi, lupakan itu sebentar
  • Kalau tidur bersama...

Halaman 57

  • !
  • Setelah sampai sejauh ini, tidur terpisah?
  • A...aku juga ingin begitu, tapi...
  • Jangan katakan itu.
  • Kalau kita tidur bersama, aku pasti tak bisa menahan diri.
  • Persiapannya...

Halaman 58

  • Jangan khawatir soal itu.
  • Aku tak yakin mana yang terbaik, tapi...
  • Aku sudah berusaha mempersiapkannya.
  • Mereka tidur.

Halaman 60

  • Santai hingga fajar.

Halaman 61

  • Hmm?
  • Selamat pagi.
  • Tidur nyenyak?
  • Se...selamat pagi.
  • Yah, begini jadinya, ya?

Halaman 62

  • ...Sudah sore, ya.
  • Pakaianmu baik-baik saja?
  • Ya, berkat kamu.
  • Syukurlah.
  • Kalau begitu, aku pamit dulu.
  • Iya.
  • Kamu tahu jalan pulang? Mau kuantar ke stasiun?
  • Tidak, nanti kalau gelap jadi berbahaya...
  • Kalau begitu, setidaknya sampai pintu masuk.
  • Kalau begitu, sampai sini saja.
  • ...Iya.

Halaman 63

  • Terima kasih banyak.
  • Masaki-san, hari ini...
  • !
  • Hmm...
  • Sampai jumpa!
  • Akhir pekan yang intens...
  • Namun... setelah dipikirkan dengan tenang,

Halaman 64

  • Apakah hubungan ini berkembang terlalu cepat dalam sehari!?
  • Aku sih tidak masalah, tapi apakah aku terlalu agresif...?
  • Apakah ini cara yang tepat untuk menjalin hubungan dewasa...?

Halaman 68

  • Tsuruse Buchou memang biasanya menakutkan,
  • apalagi di masa sibuk ini, dia lebih tegang,
  • benar-benar seperti iblis.
  • Tidak terdengar olehnya.
  • Eto miwa mi
  • Kamu tidak mengerti...

Halaman 69

  • Kalau iblisnya seimut ini, sih, diterima saja...
  • Eh?
  • Apa maksudmu!?
  • Ngomong-ngomong, Hide-kun, ini benar-benar memalukan...
  • Tidak, tidak, itu cocok sekali denganmu, Masaki-san.
  • Aduh, kamu ini...

Halaman 70

  • Selamat pagi.
  • Hari Valentine ini, kita larang pertukaran cokelat di kantor.
  • Memberikan cokelat giri bisa jadi beban untuk karyawan wanita.
  • Karyawan pria juga pasti kesulitan memikirkan balasannya.
  • Kalau benar-benar ingin, lakukan saja secara pribadi.
  • Tsuruse-buchou? Tidak mungkin...

Halaman 71

  • Uh... begini.
  • Aku nggak bisa memberikannya di kantor, tapi... ini untukmu...
  • Ah, tapi...
  • Enak sekali!

Halaman 72

  • Jangan lupa untuk mengikuti kami!
  • Desain sampul: Hiiragi Ryou (I.S.WDESIGNING) [Catatan Akhir] Kisah sang manajer akan dilanjutkan, jadi nantikan terus! Versi terbaru di-update di Twitter, jangan lupa ikuti!
  • Yano Toshinori

Halaman 73

  • Semoga kebahagiaan terus bertambah dari sini.