Deskripsi karya
やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Ringkasan chapter sebelumnya
- Sepertinya aku sudah tidak tahan lagi.
- Padahal... kita sudah sepakat untuk mulai menabung...
- Dia malah beli barang-barang bermerek terus... Akhirnya kesabaranku habis dan kami bertengkar hebat...
Halaman 2
- Lalu dia mulai memukuliku... aku pun refleks membalas... aku sampai main tangan...
- Ternyata dia... merekamnya dengan video...
- Kalau sampai kamu bongkar, video ini bakal kusebarin, lho.
- ...dia bilang begitu... Ini, kan, sama saja aku juga diancam...!?
Halaman 3
- Hmm~ kalau video itu yang jadi masalahnya, berarti cerita Hime diancam dengan kekerasan itu bohong, ya...
- Hmm... begitu, ya...
- Dilihat dari chat LINE-nya, Hime juga sepertinya berbohong...
- Masih banyak hal yang ingin kutanyakan, tapi yang paling penting adalah...
- ...kamu memang datang padaku untuk jadi kaki tanganmu, tapi...
- Jujur saja, bagaimana perasaanmu? Apa kamu mau terus-terusan begini?
Halaman 4
- ...Ah... iya... bukan... Sebenarnya... aku ingin... bilang pada kalian semua... bukan...
- Aku mau berhenti... Tolong aku.
- ... Baiklah.
- Semuanya, kumpul.
Halaman 5
- Geng Otaku, Kumpul
- Ringkasan chapter sebelumnya
- Semuanya, kumpul.
- Semuanya, terpanggil.
- Aah~ dingin banget... Minta kopi panas, dong.
- Aku mau sake...
- Eh... kalian ada di sini juga? Kukira cuma Yashiro...
Halaman 6
- Yah, maaf, aku sudah minta yang lain untuk mendengarkan juga... Kamu memang sudah melakukan hal yang keterlaluan, dan aku mau kamu menebus perbuatanmu, tapi...
- Setelah bertahun-tahun bersama... kami semua tidak percaya kalau kamu itu orang jahat dari lubuk hatimu...
- ...Kekerasan... membantu tindakan penipuan... Aku sadar kalau aku juga sudah tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan hal yang salah...
- ...Aku ingin berhenti...
- Aku sudah lama ingin kembali ke jalan yang benar... Karena itu, aku akan bertanggung jawab, dan aku juga ingin Hime bertanggung jawab...
Halaman 7
- Oke! Kalau begitu, hari ini pulang dan tidur saja...
- Nanti kita akan rapat strategi lagi dengan semuanya... tapi sebelum itu,
- Mumpung kita semua sudah lama tidak kumpul,
- bagaimana kalau kita ngobrolin anime musim ini?
- ...Hah?
- Wah, musim ini genrenya beneran...
- Lagu ending yang ada tariannya banyak banget.
- Aku baru dari Melonbooks beli rilisan baru, nih.
Halaman 8
- ...Kalian...
- ...He he he.
- Terima kasih.
Halaman 9
- Keesokan Harinya, Rapat Strategi
- Ringkasan chapter sebelumnya
- Haaah, capek banget... Hari yang benar-benar padat.
- ...Sudah, tidur saja...
- Akhirnya kami sepakat untuk pulang dan tidur dulu.
- Yah... sudah lama tidak kumpul dan seru-seruan ngobrol ngalor-ngidul begini...
- ...Menyenangkan, ya... He'em...
Halaman 10
- Lalu, keesokan harinya
- Dengan truk,
- kita serbu Hime!
- Itu dia!! Hime!!
- MAJUUU!
Halaman 11
- H... HAUAH!!
- Remnya blong, tidak berfungsi!!
- UGYAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH
Halaman 12
- Tamat
Halaman 13
- UWAAH, TERNYATA MIMPI.
- Ceritanya masih berlanjut, kok!!
- Aku terbangun setelah bermimpi seperti itu.
Halaman 14
- Ringkasan chapter sebelumnya: Semua anggota Geng Otaku (pria) berkumpul dan...
- mengadakan rapat strategi di rumah Yashiro...!!
- Tapi serius, kita mau gimana? Lapor polisi?
- Aku juga sudah memikirkan itu, sih.
- Tapi sejauh mana mereka mau bertindak?
- Dia, kan, jelas-jelas sudah melanggar hukum.
Halaman 15
- Aku akan menceritakan semua yang kulakukan dan mengakui kesalahanku, tapi kalau terlalu heboh, nanti Hime bisa kabur...
- Hmmmm... Ah! Hei, kamu tidak boleh pakai jurus chop!
- Jangan bicara pada orang tua.
- Ibu!?
Halaman 16
- Lawan kalian juga punya orang tua, kan!! Biarpun sudah dewasa, orang tua tetaplah orang tua!! Mereka punya kuasa!!
- Ibu, aku jadi tidak bisa nonton TV.
- Diam!! Lihat Ibu!! Pertama, dengarkan dulu dari orang tuanya, setelah itu mau lapor polisi atau bagaimana, terserah kalian!!
- Orang tua... ya... Memang benar, sih, tapi tidak ada yang tahu keluarga Hime... kan?
- Jelas tidak tahu, lah, walaupun aku pernah pacaran dengannya.
- Aku juga pernah pacaran dengannya, tapi... orang tua Hime... orang tuanya...
Halaman 17
- Waktu kuliah dulu, ada 5 teman Hime di halaman Facebook yang dibuat untuk tugas.
- Di antara mereka, ada ayahnya yang punya nama keluarga sama dengan Hime. Aku menemukannya beberapa tahun lalu, alamat dan nomor teleponnya sudah kusimpan.
- Sudah kuduga, orang ini seram!
Halaman 18
- Ringkasan chapter sebelumnya: Berkat saran dari sang ibu,
- Ibu, aku jadi tidak bisa nonton TV.
- mereka memutuskan untuk menghubungi orang tua Hime...!!
- Facebook, ya... Apa kamu ingat namanya?
- Tentu saja!! Hmm, kalau tidak salah... ini dia... ah, ketemu!!
Halaman 19
- Orang ini...
- Perkenalan Diri Yoroshiku!!
- Orangnya seram.
Halaman 20
- Gila, ini, sih... Kelihatannya lebih terang-terangan berbuat kriminal daripada Hime.
- Bahaya.
- Saya adalah teman dari putri Anda. Ada hal yang ingin saya bicarakan, jadi saya mengirimkan permintaan ini.
- Kirim Permintaan
- Yah, kita tidak bisa menilai orang dari penampilannya... Pokoknya, kirim permintaan pertemanan dulu...
- Ah, sudah diterima. Nah, kan... sekarang kita bisa lihat postingan yang cuma bisa dilihat teman.
- Anda sekarang berteman.
- Kalau ternyata dia orang biasa, kan...
Halaman 21
- Di laut bareng sohib lama!! Tato kami kembaran!! Hanya bisa dilihat oleh teman
- Seramnya...
Halaman 22
- Kami khawatir dia akan tersinggung karena tiba-tiba kami menceritakan keburukan putrinya, tapi...
- Terima kasih sudah menghubungi saya. Saya sudah memahami situasinya. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, boleh?
- Tentu, tidak masalah! Sebaiknya kami jawab dalam bentuk apa, ya?
- Kalau bisa, silakan tanyakan lewat pesan.
- Balasannya sangat sopan.
- ...Apa kita bisa bicara langsung lewat video call...?
- Wah, dia minta video call.
- Ogah, ah. Aku tidak mau kelihatan muka. Gimana kalau dia beneran orang seram...
Halaman 23
- Hei, kamu yang maju. Kamu, kan, masih pacarnya!! Ambil tanggung jawab.
- Eh, tapi... aku belum pernah menyapa orang tuanya...
- Di antara kita semua, dari penampilan, kamu yang paling kelihatan jago berantem!!
- Akan kubuat kau lebih seram lagi.
- Nah, sudah jadi. Seram, kan? Gahahahahaha.
- Aku beneran bisa dibunuh, nih...
- Tenang saja, begitu video call-nya nyala, jangan-jangan orangnya biasa saja, kok.
Halaman 24
- Panggilan Video Dimulai
- Halo, saya ayahnya Hime.
- Ternyata di video pun seramnya tidak berkurang, ya.
- ...Ha... halo...
- Wah, seram sekali. Apa-apaan kamu ini?!
Halaman 25
- Video Call dengan Orang Tua Hime
- Ringkasan chapter sebelumnya: Panggilan video dimulai.
- Ah... halo... maaf, muka saya lagi begini...
- ...Tapi, begitu layar menyala...
- Aah...
- Oh, tidak apa-apa... Kalian benar teman-temannya Hime, ya...
- Hah?!
- Dulu waktu putriku pulang kampung, dia pernah menunjukkan foto kalian...
Halaman 26
- Masalah kali ini sepertinya bisa berurusan dengan hukum, dan kebetulan saya juga akan ke Tokyo, jadi mari kita bertemu sekali...
- Ah, bertemu dan bicara... Baik.
- ...Jadilah kami sepakat untuk bertemu, tapi...
- Masalahnya
- seram banget.
Halaman 27
- Pendapat 'jangan menilai orang dari penampilannya' itu memang benar!! Tapi, kami ini, kan, Geng Otaku.
- Rasanya sama seperti waktu mau ketemu Hime dulu, ya, kita.
- Aku sudah tidak mau lagi dipalak 100 ribu yen sama orang seram.
- Dulu, kami cukup sering mengalami hal tidak menyenangkan dari orang-orang seperti itu.
- Kamu pernah dipalak?
- Yah, tenang saja. Selama dia tidak datang bawa teman yang seram, pasti aman, kok, wkwk.
- Itu, sih, benar juga!!
- Hari pertemuan...
Halaman 28
- Permisi~...
- Siap!!
- Orang seramnya datang berdua.
Halaman 29
- Ayah Hime Muncul
- Ringkasan chapter sebelumnya: Saat bertemu langsung dengan orang tua Hime,
- Siap!!
- ternyata ada tambahan orang seram.
- Tuh, kan, sudah kubilang. Senjataku cuma Umaibo, nih...
- Standar senjatamu itu apa, sih?
- Ah, ini adik saya.
Halaman 30
- Hah? Adiknya...? Aku tidak tahu...
- Oh... dia gaptek, jadi tidak main SNS... Dia tinggal di Tokyo.
- Selama di sini, aku numpang di tempatnya... Dia juga akrab dengan putriku, jadi kuajak sekalian.
- Setelah itu, si pacar yang berambut pirang menjelaskan situasinya secara singkat.
- Walaupun tidak ada hubungannya sama sekali, tapi posisi duduk seperti ini benar-benar seperti sedang dipalak.
Halaman 31
- 1 jam kemudian...
- Fuh... Oke, saya sudah paham situasinya...
- Pertama-tama, saya minta maaf karena putri saya sudah merepotkan kalian...
- Karena satu dan lain hal, saya membesarkannya sendirian... Dulu dia anak yang pendiam sampai masuk kuliah, tapi setelah pindah ke Tokyo...
- Mungkin karena pengaruh teman-temannya... Seleranya soal uang dan main-main jadi berubah, saya sempat khawatir...
Halaman 32
- Tapi, sejujurnya, perbuatannya kali ini tidak bisa dibela... Sebagai orang tua, saya akan memberinya pelajaran.
- Benar, Kak!!
- ...
- Lucu juga melihat pelayannya terus mengawasi kita, sepertinya dia khawatir kita akan mengintimidasi seseorang.
Halaman 33
- Ringkasan chapter sebelumnya: Setelah berbicara dengan ayah Hime,
- Fuh... Oke, saya sudah paham situasinya...
- mereka memutuskan untuk memberi Hime pelajaran.
- Jadi, bagaimana gaya hidup putriku sekarang?
- Kapan dia ada waktu luang?
- Aura mengintimidasinya kuat sekali...
Halaman 34
- Ah, ya. Saat ini dia tidak punya pekerjaan tetap dan sepertinya hidup dari hasil penipuan yang tadi kita bicarakan... Tapi, dia juga kadang-kadang kerja sebagai admin di ●●.
- Selain informasi itu, pada hari kerja, dia sering makan siang di restoran Tiongkok dekat sini antara jam 12 sampai 14, jadi kemungkinan waktu luangnya adalah setelah jam 15. Selain itu...
- Apa dia ini detektif atau semacamnya?
- Jadi, inilah rencana sederhana yang kami susun.
- ① Pancing Hime untuk bertemu dengan alasan ingin bicara.
- ② Semuanya muncul dan mengkonfrontasinya.
Halaman 35
- Oke... akhirnya, semua ini akan berakhir...!!
- ...Tapi, hei... aku mau memastikan sesuatu...
- Kamu pasti akan putus dengan Hime, lho.
- Soal itu... kamu sudah siap, kan?
Halaman 36
- Eh? Hime bakal jomlo!?
- Di saat seperti ini, kamu masih mau deketin dia...?
- ...Aku...
- ...Aku...
Komentar
0