ガールフレンドになりたいボーイッシュ女友達

13
Tanggal posting: 2026.08.29

Deskripsi karya

過去に週刊少年マガジンに掲載した読み切りです! 掲載元 https://pocket.shonenmagazine.com/title/03274/episode/438804

Komentar

0

Dialog dalam karya ini

Halaman 1

  • Dulu, aku punya seorang sahabat yang bersumpah akan berteman selamanya.
  • Sepuluh tahun yang lalu, aku pindah ke Amerika karena pekerjaan orang tuaku.
  • Lalu, aku kembali sendirian ke kampung halaman untuk masuk SMA di Jepang.
  • Keluarga sahabatku itu mengizinkanku untuk tinggal sementara di salah satu kamar penginapan mereka, 'Koijiso'.
  • Reuni dengan sahabatku setelah sepuluh tahun.
  • Seharusnya ini adalah hal yang membahagiakan, tapi...
  • Aku tidak menyangka kalau sahabatku itu...

Halaman 2

  • Ternyata cewek.

Halaman 3

  • Apaan sih, Eisuke? Ngeliatin gue sampai segitunya.
  • Yang lebih salah perhitungan lagi adalah...
  • Kalau es krim, kan tadi aku udah makan.
  • Nggak... apa kamu beneran Kuro? Aku nggak percaya...
  • Nih, lihat.
  • Bekas luka waktu gue jatuh di sungai dulu.
  • Jarak di antara kami sama sekali tidak berubah dari dulu.
  • Walaupun kamu bilang begitu...
  • Iya, kan?

Halaman 4

  • Ah, terus, kalau soal bukti lainnya...
  • Mungkin soal gue yang selalu menang kalau kita main game.
  • Oh, ya...?
  • Wah, nggak bisa kubiarkan itu.
  • Seingatku, justru aku yang unggul sekitar 10 kemenangan, lho?
  • Kalau begitu, mau tanding lagi setelah sekian lama?
  • Siapa takut!

Halaman 5

  • Aku sih bilang begitu, tapi...
  • Konsol game-nya juga masih yang dari zaman dulu...!
  • Iih! Kenapa gangguin terus, sih!
  • Namanya juga game, ya harus bikin orang kesal, dong.
  • Hmm...
  • Kalau begitu, ini juga boleh, kan?
  • Logikanya dari mana coba!?

Halaman 6

  • Sial! Gara-gara Puyo Puyo raksasa ini, perhatianku jadi teralihkan...
  • Aku nggak bisa konsentrasi main...
  • Dan yang lebih parah...
  • Jaraknya terlalu dekat...!

Halaman 7

  • Yah...
  • Yeeey, gue menang!
  • Sial... curang banget, sih, gangguin orang...
  • Kan, namanya juga game, harus bikin orang kesal, dong?
  • Nggak usah niruin, deh.
  • Sikapnya yang seenaknya ini... nggak salah lagi, dia memang Kuro...
  • Tapi, kalau memang begitu, ada masalah lain...
  • Yaitu... dia terlalu imut.
  • ?

Halaman 8

  • Coba bayangkan kalau sampai aku bilang suka sama Kuro.
  • Kalau sampai itu terjadi...
  • Hah? Jijik... ngelihat sahabat sendiri kayak gitu...
  • Kalau aku diusir dari penginapan, aku nggak akan bisa sekolah di SMA Jepang...!
  • Makanya... aku nggak boleh sampai suka sama Kuro.
  • Oh, lagi ada masalah? Kalau mau, cerita aja sama gue.
  • Oke, tenang dulu.
  • Nggak, nggak apa-apa... aku mau ke toilet sebentar.
  • Oke, sana gih.
  • Emm... seingatku toiletnya lewat sini, ya.

Halaman 9

  • Aduh... gawat, ya...
  • Ada apa, ibunya Kuro?
  • Oh, Nak Eisuke.
  • Begini, ikan ayu untuk hidangan kaiseki makan malam nanti kurang satu ekor...
  • Saya, kan, sudah dipinjami kamar di sini.
  • Kalau ada yang bisa saya bantu, bilang saja, ya.
  • Kalau gitu, biar kita aja yang tangkap, gimana?
  • Kuro!?
  • Dari mana kamu muncul?
  • Oh, terima kasih.

Halaman 10

  • Kan, kamu sendiri yang bilang. Karena kamu numpang, jadi harus bantu-bantu, dong.
  • Ugh... kamu dengar, ya...
  • Kalau begitu, ayo berangkat!!
  • Sekarang!?
  • Ayo, Eisuke, cepetan!
  • Dulu waktu kecil, kita bisa lewat hutan begini dengan gampang, kan?
  • Tunggu... sebentar...
  • Aku ini sampai kemarin masih di NY (New York), lho...?

Halaman 11

  • Nah, sampai, deh.
  • Jadi di sini, ya... Nggak berubah sama sekali.
  • Memangnya ikan ayu segampang itu ditangkap?
  • Soalnya sungai ini di luar pengawasan Koperasi Perikanan.
  • Sudah, lihat saja.

Halaman 12

  • Begini, kita tumpuk batu di bagian sungai yang sempit.
  • Lalu, kita buat jalurnya mengarah ke keranjang, dan selesai.
  • Sisanya tinggal menggiring ikannya dari hulu.
  • Nah, coba kamu lakukan.
  • Bukan, bukan.
  • Kalau caramu begitu, ikannya nggak akan kabur, dong.
  • B-begini?
  • Harus lebih kuat lagi, begini, nih.
  • Ah, maaf.
  • Dasar, energinya masih sama konyolnya kayak dulu...

Halaman 13

  • Nah, sekarang kita impas.
  • Heh!? Kan aku udah minta maaf!
  • Jumlah airnya jelas-jelas nggak impas, tahu!
  • Ini sih namanya ngajak perang!
  • Haaah... rasanya kayak dulu, jadi kangen, deh.
  • Ah.
  • Sadarlah kalau badanmu itu udah nggak sama kayak dulu...
  • Yah, begitulah, kalau kita giring seperti ini, ikan ayu-nya bakal masuk ke jaring.
  • Terus... waktu yang kita habiskan dari tadi buat apa...?

Halaman 14

  • Bajuku basah kuyup, nih. Sekalian ngeringin baju, enaknya berenang sebentar kali, ya.
  • Hah?
  • Heh, kamu tiba-tiba buka baju ngapain...
  • Anak ini... benar-benar nggak berubah dari dulu.
  • Buka baju tanpa ragu-ragu sama sekali.
  • Seberapa besar dia menganggapku hanya sebagai sahabatnya...?!
  • Apa aku... bisa menahan diri kalau begini terus...?

Halaman 15

  • Jreng jreng!
  • Sebenarnya gue pakai baju renang, lho!
  • Gimana? Kaget, kan?

Halaman 16

  • Apa-apaan yang kupikirkan soal sahabatku sendiri...!!
  • Aku nggak boleh kehilangan satu-satunya sahabatku hanya karena perasaan sesaat!
  • Eisuke, ayo berenang bareng juga!
  • Ayo, buka bajumu, buka!
  • Nggak, nggak, aku nggak pakai baju renang!
  • Nggak usah dipikirin, kali.
  • Dulu, kan, kita sering mandi bareng di pemandian rumah gue.
  • Itu, kan, cerita zaman kapan!

Halaman 17

  • Eh, tunggu dulu...
  • Ini jangan-jangan kesempatan untuk membuktikan kalau aku nggak melihat sahabatku dengan cara seperti itu...?
  • Kalau begitu, aku juga harus ikut berenang di sini...
  • Bercanda, deh. Kita, kan, bukan anak kecil lagi, masa main di sungai telanjang.
  • Nyaris!
  • Ya sudahlah, terpaksa gue berenang sendirian.
  • Jangan pergi jauh-jauh, ya.
  • Jangan anggap gue anak kecil, dong.
  • Dasar anak kecil...
  • ......

Halaman 18

  • Kenapa, sih, aku udah berusaha nunjukkin kayak gini, tapi dia nggak sadar juga...!?

Halaman 19

  • Sudah kuduga, dari dulu Eisuke memang cuma menganggap gue sebagai teman...
  • Aku suka dia, makanya aku sampai belajar soal selera cowok biar bisa akrab dengannya, tapi di mana salahnya...?
  • Dia lihat gue pakai baju renang pun kelihatannya biasa saja.
  • Tapi, kalau sampai ketahuan aku suka dia dan hubungan kami yang sekarang jadi hancur, aku lebih nggak mau lagi...
  • Tapi, kesempatanku masih ada...
  • Soalnya, mulai sekarang kami akan tinggal bersama.
  • Akan kubuat Eisuke jatuh cinta padaku...!

Halaman 20

  • Kuro!
  • Eisuke...?
  • Ada katak di pantatmu.
  • Kyaaa!

Halaman 21

  • Ambilin! Ambilin!!
  • I-iya, ngerti! Makanya jangan gerak!
  • Heh, kamu pegang mana!?
  • Terus gimana cara ngambilnya kalau nggak dipegang!?
  • Haaah...
  • Haaah...
  • Selamat...
  • Tapi, ternyata kamu masih ingat, ya...
  • ...kalau gue takut katak.

Halaman 22

  • Dulu kamu jatuh di sungai sampai luka, kan, gara-gara katak, kan?
  • Makasih...
  • Masa aku lupa soal sahabatku sendiri.
  • Iya.
  • Aku memang suka dia.
  • Kalau begitu, ayo kita pulang.
  • Iya.
  • Ngajak pulang karena katak, ya?
  • Berisik.
  • Ah, aku lupa bawa ganti pakaian dalam.
  • H-heh!

Halaman 23

  • Sial...
  • Kuro sialan, kenapa jadi imut begitu...
  • Badannya juga sudah dewasa...
  • Eh, apa-apaan yang kupikirkan.
  • Aku harus menjalani kehidupan SMA di Jepang, jadi aku nggak boleh sampai diusir dari sini.
  • Permisi~
  • Uoh?!
  • Gue masuk, ya, Eisuke.
  • Urutan kata-kata dan tindakanmu terbalik, tahu...

Halaman 24

  • Itu... bantal?
  • Oh, ini?
  • Gue, kan, masih belum puas ngobrol sama Eisuke.
  • Jadi, gue pikir hari ini kita tidur bareng sambil mengenang sepuluh tahun terakhir.
  • Malam ini aku nggak akan biarkan kamu tidur, jadi siap-siap, ya.
  • Kamu jangan pernah bilang kalimat itu ke orang lain, ya.
  • Maksudmu ke Kuro, kan? Ya iyalah.
  • Dua orang sahabat yang sama-sama mengira hubungan mereka akan hancur jika salah satu menyatakan cinta.
  • Kehidupan serumah mereka yang di ujung tanduk pun dimulai—!!