Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Atasan Wanita Menakutkan yang Perlahan Menjadi Bahagia.
- Atasan Wanita Menakutkan yang Perlahan Menjadi Bahagia
Halaman 3
- Terima kasih telah membeli volume 6 "Atasan Wanita Menakutkan yang Perlahan Menjadi Bahagia"! Karya ini adalah spin-off dari karya lama "Istriku dengan Pertahanan Nol". (Seperti biasa)
- Nah, di volume 6 ini, akan ada kaitan dengan karya lama, dan juga akan muncul karakter baru lainnya...!? Begitulah isinya. Semoga kalian menikmatinya!
Halaman 4
- Yanasegawa-kun?!
- Kenapa jam segini ada di sini...?!
- Kenapa katamu... Aku tinggal di lantai atas gedung ini.
- ?!
- Takasaka Shuri (Nama gadis: Yanasegawa). Mantan bawahan. Saat ini sedang cuti melahirkan.
- Suamiku... Kouki-san sedang menjaga anak-anak, jadi selagi itu...
- Aku datang untuk berbelanja.
Halaman 5
- Oh... iya juga ya... Mengurus anak pasti berat, kamu baik-baik saja?
- Lingkaran hitam di matamu parah sekali...
- Yah, aku tidak bisa tidur...
- Tapi ya, untungnya Kouki-san mengambil cuti mengurus anak, jadi kami baik-baik saja...
- Syukurlah kalau begitu.
- Daripada itu...
- Hm?
- Justru Manajer Tsuruse...
- Kenapa ada di tempat seperti ini...? Apalagi jam segini.
- Itu...
- Seperti yang kau lihat.
Halaman 6
- Orang yang sejak tadi menggenggam tanganmu erat itu...
- Mas Pacar... ya, kan?
- !!
- Hari ini mau menginap... begitu ya?
Halaman 7
- Ah.
- Sial! Saking alaminya bergandengan tangan, aku sampai lupa melepaskannya!
- Pa...
- Pacar... ya.
- Ceritakan dong detailnya~♥
- To...tolong biarkan aku belanja dulu!
Halaman 8
- Kalau dipikir-pikir, memperkenalkan pacar tiba-tiba ke bawahan itu memalukan sekali...!
- Masaki-san, biar aku bawakan barangnya!
Halaman 9
- Ini Takasaka Shuri-kun.
- Dia mantan bawahanku dan tangan kananku yang bisa diandalkan... dulu.
- Sekarang dia sedang cuti melahirkan dan mengurus anak bersama suaminya.
- Salam kenal, saya Takasaka!
- Dan...
- Ini adalah...
- Pa... pacarku, Tsukinowa Shuu-kun.
- Salam kenal.
- Takasaka-senpai!
- Dia masuk sebagai karyawan pindahan untuk menggantikan Takasaka-kun selama cutinya.
- Di depan minimarket tengah malam,
- Dalam situasi seperti ini...
Halaman 10
- Kalau kuingat-ingat lagi,
- Aku... pernah datang ke rumah Takasaka sekali,
- Hari ini aku hanya waspada agar tidak ada orang datang dari belakang, jadi aku tidak sadar kalau ini rumahnya,
- Seharusnya tidak jadi begini situasinya...
- Dulu juga, kalau saja aku tidak terlalu gembira karena ini rumah pacarku, pasti aku sudah sadar...
- Padahal aku bisa membuat situasi perkenalan yang lebih pantas...
- ?
- Aku ini...!
- Kalau begitu,
Halaman 11
- Bagaimana ceritanya Manajer bisa punya pacar sekeren ini...
- Boleh aku dengar ceritanya?
- Kalian jadiannya cepat sekali, kan?
- !!
- Aku penasaran siapa yang menyatakan cinta duluan ♥
- Itu...
- Seperti biasa, Yanasegawa-kun ini blak-blakan sekali...!
- Agar tidak membebani Shuu-kun lebih jauh...
- Biar aku saja yang menjelaskan...
Halaman 12
- ...Saya yang lebih dulu menyatakan perasaan!
- Masaki-san memang ditakuti oleh orang lain, tapi...
- Bagi saya, dia orang yang menarik... saya terpikat...!
- Setelah berbagai hal, saya sadar kalau dialah belahan jiwa saya!
- Tu-
- Tung-!!
- Tungguuu!?
- Tidak perlu cerita sampai sejauh itu, kan...!?
- Haa! Dipanggil nama, so sweet...♥
- Soal belahan jiwa itu juga bikin penasaran...
- Oh?
Halaman 14
- Permisi sebentar...
Halaman 15
- Suamiku... Kouki-san bilang, 'Boleh kok ngobrol sepuasnya.'
- Dia baik sekali padaku yang sedang lelah ini.
- ...Tapi ya,
- Aku tidak mau lebih lama lagi mengganggu waktu kalian berdua yang baru jadian,
- Jadi,
- Aku pulang duluan, ya.
Halaman 16
- Kebetulan kita jadi tahu kalau kita tetanggaan!
- Lain kali, datang ya ke rumahku, ketemu suami dan anak-anakku.
- Berdua dengan Tsukinowa-san!
- ...Dia orang yang luar biasa, ya.
- Yah...
- Dia memang orang yang menarik,
- Tapi dalam pekerjaan dia sangat hebat, lho.
- Oh.
- Selain itu...
Halaman 17
- Melihat dia (Shuri) berubah karena pernikahan,
- Aku jadi tertarik juga,
- Dan jadi ingin mencoba menikah.
- Eh...
Halaman 18
- Masaki-san, maksudmu itu...
- Eh, bukan begitu!
- Menikah... memang aku mau, sih,
- Tidak harus sekarang juga, tidak perlu buru-buru,
- Tapi ya, secara umur...
- Bukan itu!
- Maksudku, kita kan baru saja jadian, jadi ini terlalu cepat,
- Aku...
Halaman 19
- ...Aku,
- Kalau dengan Masaki-san...
- Aku... ingin menikah, ya.
Halaman 20
- Hah!?
- Hah!? Diterima...!?
- Artinya... kita bakal... menikah...!?
- Aku bakal jadi pengantin!?
- Hanya saja...
- !?
Halaman 21
- Karena ini mendadak, aku belum siap...
- Iya, benar juga!
- Pe-persiapan itu penting!
- Aku yang akan melamarmu nanti, ya.
- Ki... kita makan dulu saja, yuk!
- ...
- Baik!
- Aku malu, jadi aku mengalihkannya,
- Tapi jadinya malah seperti lamaran terbalik.
- A... aku tidak salah dengar, kan...!
- Apa aku benar-benar akan menikah...?! Aku...?!
Halaman 22
- Terima kasih makanannya.
- Hmm... padahal niatnya cuma belanja dan kencan menginap,
- Aku bertemu Mbak Shuri,
- Koneksi masa lalu (dengannya) jadi terungkap,
- Aku kebetulan bertemu Yanasegawa-kun (Shuu),
- Gya... aku malah melakukan hal seperti lamaran terbalik,
- Hari ini banyak sekali kejadiannya...
- Selain itu,
Halaman 23
- Sejak tadi, wajah Shuu-kun...
- ?
- Dengan benar,
- Tidak bisa kulihat!
- Padahal aku yang bilang begitu,
- Kenapa malah aku yang paling malu!
- Aku jadi tidak bisa bicara dengan lancar, dan gara-gara itu,
- Suasananya jadi agak canggung.
Halaman 24
- Yosh!
- Saat seperti ini, aku yang lebih tua harus memecah kebuntuan!
- Perut juga sudah kenyang,
- Hyaaah, aku melepasnyaaa?!
Halaman 25
- ...Tapi!
- Tidak apa-apa, kan?
- Kalau begini saja sudah goyah, ke depannya tidak akan bisa! Ayo, maju!
- Anu...
- Masaki-san... aku serahkan padamu.
- Yosh!
Halaman 26
- Tu-tunggu sebentar!
- Ada apa?
- Begini...
- Kalau kupikir ada kenalan di apartemen yang sama...
- A... apa suara kita tidak apa-apa, ya...
- Tempat ini kedap suaranya lumayan bagus, kok.
- Kamar mereka juga kurasa jauh, jadi seharusnya tidak apa-apa, tapi...
- Kediaman Pasangan Takasaka
Halaman 27
- Tapi tetap saja, ya...
- Hmm...
- Kalau begitu, bagaimana dengan ini?
- ?
- Hari ini, usahakan jangan mengeluarkan suara,
- Bagaimana kalau kita coba permainan menahan diri?
- Hee!?
- Ma-maksudnya!?
Halaman 28
- Kalau begitu...
- Ti... tidak mengeluarkan suara...
- A... apa aku bisa, ya?
Halaman 29
- Tiba-tiba begitu...
- ...
- Shuu-kun itu... kalau lagi mesra, agak jahil, ya...?
- Tidak suka yang seperti ini?
- Hah?! Nada bicaramu, wajahmu yang seperti itu... yang begitu...!
- Bu-bukan tidak suka... sih...
- Syukurlah♪
- Kalau begitu, kita lanjutkan, ya.
- Ba...baik...
Halaman 30
- Hasilnya:
- Tidak bisa menahan desahannya.
- Setiap kali kencan, selalu begini akhirnya...
- Tapi... meskipun jadinya seperti itu...
Halaman 31
- Kemungkinan untuk menikah mulai terlihat.
- Sekarang kami tinggal terpisah, tapi apa kami akan tinggal bersama?
- Itu artinya...
- Pertama, tinggal bersama?! Lalu, di mana kami akan tinggal juga jadi masalah.
- Kapan harus melapor ke perusahaan juga...
- Hal-hal yang harus kupikirkan jadi semakin banyak.
- Kalau menikah, berarti harus bertemu orang tua... aku harus melakukannya...
- Aku juga harus mempersiapkan diri... ya.
- Selagi bisa, aku juga ingin pergi liburan dan semacamnya.
- Hmm...
Halaman 32
- Selamat pagi.
- Ahh, Shuu-kun imut sekali!♥
- Pagi.
- Yosh!
- Saatnya mulai persiapan pernikahan dengan sungguh-sungguh!
Halaman 33
- Saat pembaruan, kami merayakan Tahun Baru di sini.
Halaman 34
- Yosh.
- Kalau begitu, hari ini saya permisi duluan.
- Lho, Masaki-san pulang duluan...?
- ? (Pesan dari Masaki-san: Kamu sudah bekerja keras! Kalau ada waktu setelah kerja hari ini, datang ya ke [sensor]!)
Halaman 35
- Masaki-san...?
- Maaf ya, Shuu, mengganggumu setelah kerja.
- Nah, mari kita mulai.
- !?
- A... apa-apaan ini...?
- Yah, aku kan juga sudah cukup umur...
- Kalau mau menikah, kupikir kita harus merencanakannya dengan baik agar berjalan lancar...
- Kalau begitu, komunikasi dengan Shuu itu penting...
- Jadi, kupikir gaya kerja yang sudah biasa akan lebih baik. (Aku menyewa ruang rapat.)
Halaman 36
- Aneh, ya? (Hmm, sudah terlambat untuk bertanya sekarang.)
- ...Jujur saja, aneh. (Tapi itu yang kusuka.)
- Tapi,
- Menurutku ini sangat khas Masaki-san dan bagus.
- Ayo kita lakukan! Rapat Persiapan Pernikahan!
Halaman 37
- (Aku suka sisi dirinya yang seperti ini♥)
- Te... terima kasih.
- Ba... baiklah.
- Kalau begitu, pertama-tama...
- Hmm...
- Kuncir kuda Masaki-san imut.
- Rapat Persiapan Pernikahan DIMULAI
Halaman 38
- Rapat Persiapan Pernikahan Pertama! Agenda?
- Aku memang menyiapkan tempat ini karena iseng, tapi...
- Begitu berduaan di ruangan tertutup... membicarakan hal seperti ini jadi memalukan.
- Kalau begitu, biar aku yang mencatat notulennya, ya.
- !
- Shuu juga ikut bersemangat! Aku harus melakukannya!!
- Yosh! Ayo mulai!
- Baik!
Halaman 39
- Pertama, soal pekerjaan...
- Aku sendiri ingin terus bekerja.
- Sayang kan, karier yang sudah kubangun susah payah. Lagipula, saat ini aku tidak punya keluhan khusus pada perusahaan.
- Aku juga baru saja pindah kerja... Itu akan sangat membantuku. (Dasar kehidupan.)
- Kalau mau mengadakan upacara, berarti harus memilih tempat juga, ya... (Ah, bertanya padamu sepertinya salah alamat, ya?)
- Soal ini aku sama sekali tidak tahu.
- Aku juga.
- Nanti pulang beli Zexy, deh.
- Lalu...
- ...Bertemu orang tua... mungkin? Katanya sih, biasanya dari pihak wanita dulu.
- Orang tua, ya... Hmm.
- Yah, itu sih... iya... benar juga.
- ?
- Yang lebih penting dari itu!
Halaman 40
- Bagaimana soal tempat tinggal?
- Beli rumah atau sewa... ada banyak pilihan, sih.
- ...Bagaimana kalau kita coba tinggal bersama dulu?
- !
- Ide bagus! ...Tinggal bersama!
- Hmm! Kalau begitu, tempatnya kita tentukan nanti saja...
- Lalu,
- Ini yang paling penting!
- Baik!
- A-apa kau mau punya anak?!
- Mau!
- A-aku juga!
- Aku punya kakak dan adik, jadi kalau bisa, dua!
- Begitu, ya!
Halaman 41
- Kalau begitu, tidak perlu buru-buru...
- Lebih dari ini,
- Kendali diriku...
- Kita lakukan... di tempat lain, ya?
- ...sudah tak bisa kutahan lagi.
- Rapat di ruang sewaan selesai.
Halaman 42
- Ohh... (Agak sayang...)
Halaman 43
- ? (Masaki)
- ...Sepertinya masih keburu...
Halaman 44
- Ah! Benar juga!
- Aku lupa satu hal penting.
- Cincin. Mau pergi lihat-lihat? (Sekarang juga?)
- Ci-
- Itu yang dipakai di sini, kan?!
- Cincin?!
Halaman 45
- Tolong, ya.
- Kita mau pergi lihat-lihat sekarang, lho?
- Tapi, cincin ya...
- Aku benar-benar lupa, padahal ini penting sekali ya...
- Yang mau kita lihat hari ini cincin tunangan? Atau cincin kawin?
- Katanya cincin tunangan itu seharga tiga bulan gaji, ya...
- Sebelah sini, ya.
- Membuat Shuu membelikanku itu rasanya tidak enak...
- Selagi memikirkan macam-macam, tahu-tahu sudah sampai!
Halaman 46
- Oh...
- Aku hampir tidak pernah ke tempat seperti ini, (Aku sering lihat-lihat baju, sih...)
- Banyak sekali macamnya.
- Masaki-san sukanya yang seperti apa?
- Hmm.
- Ternyata yang imut itu...
- !
- Ini... boleh juga.
- Bagus, ya.
- Kalau begitu...
- Permisi, kami mau coba pakai ini.
- Baik.
- Baik, akan segera kami siapkan. (Mohon tunggu sebentar...)
- Permisi, Bu.
Halaman 47
- Oh...
- Oooooohhh?!
Halaman 48
- Saat benar-benar mencoba memakai cincin...
- Aku tidak menyangka akan sesenang ini...!
- Yosh!
- Shuu-kun!
- Ayo beli! (Sekarang juga!)
- Eh, hari ini kan cuma lihat-lihat... (Anda benar-benar suka, ya.)
Halaman 49
- Pada saat yang tepat,
- Aku yang akan menyiapkannya dengan benar, jadi tunggulah.
- Kalau begitu,
- Tolong, ya.
- Itu artinya...
Halaman 50
- Mm. Oke.
- Aku tunggu ♥
Halaman 51
- Yosh! Sudah selesai lihat-lihat, hari ini kita pulang!
- Baik! Kami tunggu kedatangannya lagi.
- Banyak hal yang harus dipikirkan dan dilakukan, tapi...
- Aku tidak sabar menunggu lamaran Shuu-kun...♥
- Hari ini menginap di tempatku, ya.
- Baik!! Nanti di jalan beli Zexy, deh.
- Mereka berdua belum tahu bahwa cobaan terbesar menanti di depan mata.
Halaman 52
- Mampir ke minimarket.
- Ada, ada.
- ? (Shuu)
- Inikah beratnya pernikahan?! (Tebal sekali... ini senjata tumpul!)
Halaman 53
- Malu kalau ketahuan aku beli ini sekarang...
Halaman 54
- Multi Voice, ya.
- Masaki-san, ternyata beli itu, ya.
- Hmm?
Halaman 55
- Yah... sepertinya sudah mau habis juga. (Malu...)
- Tidak...
- Karena tadi di rapat kita bicara soal tidak buru-buru,
- Kukira kau tidak akan memakainya lagi.
- Eh, anu!
- Aku salah paham...
- Menurutku urutan itu penting, jadi aku agak ragu, sih, tapi...
- !
- Itu!
- Shuu-kun...
- Baik!
Halaman 56
- Benar sekali.
- Wa... walaupun nanti kita akan menikah,
- Kalau aku hamil sekarang,
- Aku akan kerepotan karena belum melapor ke mana-mana dan belum serah terima pekerjaan.
- Ugh.
- Benar juga, ya. Maaf.
- ...Shuu-kun mau melakukannya?
- Yah, kalau dibilang tidak mau, itu bohong...
- Meskipun aku bilang begitu,
- Sebenarnya aku juga sangat penasaran.
- Aku ingin mencoba sekali saja berhubungan tanpa penghalang...
- Hari ini hari aman, dan kalau dikeluarkan di luar, kemungkinannya pasti sangat kecil, hmm...
Halaman 57
- Kalau begitu... sekali saja.
- Mau coba... tanpa ini?
Halaman 58
- Bo... bolehkah!?
- Hari ini kan hari aman...
- Asal dikeluarkan di luar dengan benar...♥
- Baik! Kalaupun terjadi sesuatu, aku akan bertanggung jawab!!
- Setelah ini, dia merasakan pengalaman pertama tanpa pengaman.
Halaman 59
- Ayo lakukan sekali lagi di tempat tidur, pakai pengaman.
- Baik.
- Tanpa pengaman terlalu merangsang, jadi dilarang sampai menikah.
Halaman 60
- Setelah ronde pertama, ganti baju tidur.
- Ini... bagaimana menurutmu?
- Imut sekali!!
- Ronde kedua juga berjalan lancar.
Halaman 61
- Yosh, ayo berangkat.
- Semalam menyenangkan, ya.
Halaman 62
- Kemarin menyenangkan sekali, ya.
- Berangkat kerja beda waktu dengan Shuu-kun.
- Tidak boleh, tidak boleh. Pekerjaan harus benar.
- Banyak kemajuan juga...
- Hah! Sadar!
- Harus semangat!
Halaman 63
- Shiki-kun, tolong ini.
- Baik!
- Aduh!
- !Maaf, kamu tidak apa-apa?
- Tunggu sebentar.
- Di pouch serbaguna yang kudapat kemarin, seingatku...
- Yosh, ada.
- !
- Nah, begini sudah beres...
- ...
Halaman 64
- Manajer Tsuruse, terima kasih banyak.
- Nanti undang aku ke upacaranya, ya ♥
Halaman 65
- Eh... belum diputuskan juga.
- Kenapa dia bisa tahu?!
- Oh, begitu ya. Kukira karena Anda memakai itu...
- Jadi begitu?!
- Huft... menikah, ya.
- (Akhir-akhir ini jadi pembaca setia Zexy.)
- Manajer, ada telepon untuk Anda.
Halaman 66
- Dari perwakilan Crane S Company...
- Katanya ingin bertemu dengan Manajer.
- !
- Baik, biar aku yang terima.
- Sampai sekarang aku masih belum terbiasa dengan telepon dari sini...
Halaman 67
- ...Halo, dengan Tsuruse...
- ...Ugh...!
- Kkkh...!
Halaman 68
- Maaf, saya keluar sebentar.
- Semuanya, tolong jaga kantor, ya.
- Rasanya berat, tapi aku harus pergi...
- Crane S itu perusahaan induk kita, kan?
- Iya, sudah lama diakuisisi, perusahaan kita jadi besar juga karenanya.
- Langsung ditunjuk namanya oleh mereka,
- sampai dipanggil begitu...
- Manajer sepertinya dalam masalah, ya...
- Semoga saja bukan karena ada masalah atau apa...
- ...
Halaman 69
- Aku belum cerita ke yang lain, tapi...
- Perusahaan induk... atau lebih tepatnya,
- Itu perusahaan orang tuaku...
- Setelah aku masuk, mereka mengakuisisi dan jadi atasanku.
- Memang jadi serba salah, sih,
- Biasanya hanya orang terkait yang datang sesekali untuk melihat situasi, mereka tidak pernah menghubungiku langsung, padahal...
- Kenapa di saat seperti ini...? Apalagi,
- Aku tidak menyangka orang itu yang akan datang...
- ...
- ...Permisi.
Halaman 70
- Yo.
- Lama tidak jumpa... Masaki.
- ...!
Halaman 71
- Datang langsung ke kantor...
- Apalagi dari perusahaan orang tua... apa maksudnya ini?
- Kak Makoto.
- Oi, oi...
- Atau haruskah aku memanggilmu begini,
- Ucapanmu kasar sekali, ya.
- Manajer Tsuruse?
Halaman 72
- ...Apa...
- ...katamu...
- Volume 7 dijadwalkan terbit setelah musim panas!
Halaman 73
- Mulai dari sini adalah bab ekstra
Halaman 74
- Tanggal 24 (Minggu) Malam Natal
- Maaf ya, harus kerja di hari libur seperti ini...
- Namanya juga manajer, hal seperti ini biasa.
- Tidak apa-apa, Masaki-san juga sudah bekerja keras...! (Andai aku bisa membantu...)
- Sebentar lagi selesai, jemput aku di dekat sini, ya.
- Siap!
Halaman 75
- Sudah kuduga akan begini, jadi aku pakai ini di dalam ♥
- Memang terlambat, tapi Selamat Natal...
- Kita mulai? ♥♥♥
Halaman 76
- Hari Valentine
- Manajer marah...?
- Tahun lalu kan dilarang memberi dan menerima cokelat Valentine.
- Mengawasi...?
- Aku sibuk sekali sampai tidak sempat menyiapkan cokelat!!
Halaman 77
- Masaki-san.
- Apa ada sesuatu hari ini?
- Cokelat Valentine.
- Aku tidak sempat membuatkannya sendiri...
- Oh, begitu rupanya...
- Akhir-akhir ini kan sibuk sekali, jadi mau bagaimana lagi.
- Lagipula, kalau dari Masaki-san, apapun aku senang menerimanya, lho?
- Be...begitu, ya.
- Tu-
- Tunggu sebentar!
- Shuu-kun...
Halaman 78
- Selamat Hari Valentine!
- Aku sayang kamu ♥
- Itu adalah hari di mana aku menerima kata-kata yang lebih manis dari cokelat.
Halaman 79
- Cerita terbaru rutin diupdate di X (dulu Twitter), jadi silakan follow, ya!
- 【Kata Penutup】 Terima kasih telah membaca volume 6! Kali ini, setelah berbagai penyesuaian, akhirnya bisa terbit bertepatan dengan ulang tahun! Ceritanya masih akan berlanjut, tapi volume berikutnya sepertinya baru akan terbit setelah musim panas...! Perkiraan saat ini, minimal akan sampai volume 8, jadi mohon terus dukungannya!
- Desain Sampul: Hiiragi Ryo (I.S.W DESIGNING)
- Kolofon Tanggal Terbit: 3 Mei 2024 Penerbit: Hoshimaki Project Perwakilan: Yano Toshinori Twitter: hosimaki HP: http://hosimakiproject.com/ Kontak: hosimaki@gmail.com
Komentar
0