Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Gawaaaat sekali, desu wa!!!!!!!!!!
- Tidak kusangka, aku yang merupakan anggota party malah ditinggal...
- Bagaimana dengan manajemen flag-nya, desu no?! Manajemen flag-nya!!!
- Ini semua gara-gara...
- Kejadian (event) semalam itu yang salah, desu wa...!!!
Halaman 2
- Kerajaan Lautan Delpheni
- Akhirnya kita sampai sejauh ini... Besok adalah pertarungan terakhir!
- Pahlawan Lucas
- Semuanya... habiskanlah hari ini agar kalian tidak punya penyesalan.
- Lucas
- Terakhir... ada hal penting yang ingin kubicarakan.
- Penyihir Sophia
- Un... aku juga punya sesuatu yang ingin kubicarakan...
- I-ini...
- Ayo kita pergi... ke tempat di mana kita memulai segalanya...
- Tertulis juga di 'Buku Panduan Penaklukan Total Pertarungan Terakhir', catatan para pahlawan veteran yang diwariskan di keluargaku...
- Bestseller
- Itu yang namanya 'Percakapan Malam Sebelum Pertarungan Terakhir' desu wa!!!
Halaman 3
- Theodora... apa kau ada waktu setelah ini?
- Prajurit Nestor
- Kami juga, lho...
- Tentu saja.
- Pencuri Theodora
- Aku punya bar langganan di kota ini...
- Kuh...! Pasangan yang mana pun terasa cocok.
- Party ini beranggotakan 6 orang, termasuk aku...!!
- Berarti, aku akan berpasangan dengan satu orang yang tersisa...
- Lihat...
- Agi...
- Vraphos. Mantan petinggi pasukan Raja Iblis yang dibujuk oleh pahlawan untuk bergabung dengan party. Seekor monster iblis yang baik hati.
Halaman 4
- Nerou, Putri Kerajaan Lautan sekaligus Penyembuh.
- Dia terlihat seperti orang yang sama sekali tidak bisa diajak bicara desu wa...
- Bunga... ini... untukmu...
- Ternyata dia baik juga desu wa!!
- Padahal obrolannya tidak nyambung sama sekali, tapi kami malah mengobrol ngalor-ngidul sampai jam 4 pagi, makanya aku jadi kesiangan desu wa!!
- Padahal aku sudah berpidato kemarin siang, persis seperti yang direkomendasikan di 'Buku Panduan'...
- Para pahlawan akan berangkat besok untuk menaklukkan Raja Iblis dengan armada Kerajaan Lautan Delphini ini desu wa!!
- Aku... Putri Nerou juga akan ikut serta untuk menyaksikan...!!
- Akhir dari kisah mereka...!!!
- Kalau begini aku tidak bisa ikut bertarung, ini gawaaaat sekali desu wa!!
Halaman 5
- Hah
- Hah
- Akhirnya... sampai juga desu wa...
- Kastel Raja Iblis...!!!
- Tentu saja kalau lewat jalan biasa, aku tidak akan bisa menyusul...
- Tapi!!
- Aku punya 'Buku Panduan' desu wa!!
- Gogogo....
- Laris Manis
- Selama para pahlawan sudah mengalahkan bos tengah...
- Ya, ada lingkaran sihir warp di samping pintu masuk!!
- Dengan ini, aku bisa langsung melesat ke titik tengah dungeon!!
- Klishe seperti ini memang yang terbaik desu wa~
Halaman 6
- Pasti ada pertarungan di ruang yang anehnya berbentuk lingkaran dan sangat luas ini...
- Musuh yang kalah pasti jatuh ke jurang yang sangat dalam ini desu wa.
- Lho?
- Karena aku yang seorang healer tidak ada, banyak sekali botol kosong ramuan pemulih (elixir) tingkat tinggi yang berjatuhan di sini desu wa...
- A-aku jadi khawatir juga desu wa...
- Kenapa mereka melakukan perjalanan seberat ini dan meninggalkanku...
- Tapi, kalau aku mengikuti botol-botol kosong ini, sepertinya aku bisa terus maju tanpa tersesat desu wa.
Halaman 7
- Aku sudah maju cukup jauh ya desu wa...
- Hm?
- Kita kalah ya~ dari para pahlawan itu!
- Yah~
- Roh Erythros, 'Api Merah' dari Empat Jenderal Langit.
- Mereka kuat, jadi mau bagaimana lagi.
- Roh Chloe, 'Pohon Kehidupan' dari Empat Jenderal Langit.
- Tapi entah kenapa rasanya menyenangkan ya~
- Roh Galanos, 'Cermin Air' dari Empat Jenderal Langit.
- Hmph...
- Hei, sudahlah, ayo kita minum, minum!
- Roh Argyros, rival sang pahlawan.
- Orang-orang yang sudah kalah malah mengadakan pesta perpisahan desu wa!!
Halaman 8
- Kalau ketahuan, sepertinya akan jadi pertarungan, jadi aku ingin menyelinap maju diam-diam desu wa...
- Siapa di sana?
- Kalau kau keluar sekarang, kami tidak akan mengambil nyawamu lho~
- Meskipun kami hanya roh, jangan remehkan kami...
- Apa kubunuh dengan kutukan saja ya~~~~
- Gawat, gawat, gawat, gawat, gawat, gawat, gawat desu wa.
- Sebaiknya aku tidak mencoba menipu mereka dengan gegabah desu wa...
- A-aku adalah salah satu anggota party pahlawan! Namaku Nerou desu wa.
- Party pahlawan...?
- Hiii~~~~~
Halaman 9
- Berarti kau musuh kami, dong...
- Nyali yang bagus!
- Tunggu, tunggu.
- Hah?
- Lagipula, kenapa party pahlawan masih ada di tempat seperti ini?
- Eh
- I-itu karena---
- Kesiangan wkwk, kesiangan katanya wkwkwk
- Nerou kesiangan, ngakak wkwkwk
- Tapi bukan berarti boleh ditinggal juga, kan wkwkwk
- Keterlaluan banget wkwk
- Berisik desu wa yo, dasar pecundang!!!
Halaman 10
- Entah kenapa semangat bertarungku jadi hilang~
- Yah, kita kan sudah kalah juga...
- Tidak perlu bersusah payah menghentikannya juga, ya.
- Kita sudah memenuhi kewajiban kita pada Raja Iblis, kan~
- Jadi kalian jadi Empat Jenderal Langit cuma karena kewajiban.
- Biar kutanya satu hal.
- Kenapa kau...
- ...pergi untuk mengalahkan Raja Iblis?
- Aku...
- Aku datang ke sini bukan untuk bertarung!
- Aku datang ke sini untuk menyelamatkan semua orang di dunia dari penderitaan desu wa!
- Kenapa kalian tertawa desu no!?
Halaman 11
- Tidak, maaf... kau bukan orang jahat, ya.
- Eh...?
- Pergilah.
- Ini jalan pintas yang menuju ke tempat Raja Iblis.
- Semuanya...
- Terima kasih banyak!!
- Hh...
- Aku sudah sampai desu wa!!
- Di sinilah...
- Singgasana Raja Iblis...!!
Halaman 12
- Akhirnya kami sampai juga!!
- Ayo maju!! Raja Iblis Hypermegetes!
- Majulah, wahai manusia!!!
- Menarik...
- Ngh,
- Rasakan ini!
- Semangat!
- Keluarkan Ultimate Braver!
- Woooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo
- Aah~~ sepertinya pertarungannya sedang seru-serunya, tapi aku berhasil tiba tepat waktu desu wa.
- Semuanya!! Aku juga akan membantu...
- Gyaaa!!!
- Hei!! Apa-apaan ini desu no!?
Halaman 13
- Lho?
- Vraphos-san!?
- Para pahlawan... sistem party 4 orang...
- Hah?
- Sisa 2 orang
- Pemain Cadangan
- Eh... ah...
- Iya...
- Hiaaa!
- Jurus pamungkas!!
- Sekaranglah saatnya, satukan kekuatan kita—
- GUSYAK, ZBATT, BAKKI
- Percuma aku datang tepat waktu...
- Berhasilkah!? Uwaah, dia berubah wujud—!
Halaman 14
- L-lebih penting lagi, kenapa kalian meninggalkanku desu ka?!
- Aku susah payah datang ke sini, tahu?! Aku marah desu wa!!
- ...
- Untuk menyegel Raja Iblis,
- Harus mengorbankan jiwa 5 orang sebagai tumbal.
- Jurus pamungkas... ayo...!! Haaaa!!
- ...Tumbal.
- Sial, kalau begini terus...
- ...Eh?
- Dynamite Figaro!!!
- ...Eh?
Halaman 15
- Tadi malam... saat bicara denganmu, aku sadar sesuatu...
- Kau terlalu baik.
- Kau pasti akan mencoba menjadi salah satu tumbal.
- Pedang Pamungkas!! Megaloprigma!!!
- Kami tidak ingin mengorbankanmu, apa pun yang terjadi... Kami semua berdiskusi dan memutuskan begitu.
- UBOA
- Jadi begitu...
- Kenapa kalian meninggalkanku tanpa mengatakan hal sepenting itu desu ka!?
- Eh...?
- Eh...!? Apa-apaan ini desu no...
- Maksudmu coretan-coretan jelek yang super berantakan ini desu no!?
- Aku meninggalkan surat... padahal...
- Surat kaleng...? Seram...
Halaman 16
- Sudah berjuang demi dunia, tapi malah harus jadi tumbal...!!
- Pasti masih ada cara lain...
- Eh...
- Benar... kau pasti akan mencoba mencari cara lain demi kami berlima... karena itulah kami meninggalkanmu...
- Lucas-san...!!
- Tanpa kusadari, Raja Iblis...!!
- Tidak apa-apa... kami sudah siap sedia selama perjalanan kita sampai di sini...
- Sophia-san...
- Tidak mungkin...
Halaman 17
- Aku tidak mau melihat wajah cengengmu sebelum aku pergi...
- Karena kau masih punya... masa depan...
- Nah...
- Mari kita mulai penyegelannya.
- Kemarin... aku senang bisa bicara denganmu...
- Terima kasih, Nerou.
- Tidak...
- Tunggu...!!
- Aku masih ingin bersama kalian...!!
- Tekad kalian itu...
- ...akan kami buat sia-sia.
Halaman 18
- !?
- Se...
- Semuanya!?
- Jumlahnya pas, kan... kami yang akan jadi tumbalnya.
- Tidur bersama Raja Iblis kedengarannya tidak buruk juga.
- Toh, tubuh kami sudah lenyap...
- Bisa berguna untukmu di saat-saat terakhir kami mungkin tidak buruk juga...
- Dah! Kakak tukang tidur!!
Halaman 19
- Tidak...
- Aku juga tidak ingin mengorbankan kalian...!!
- Uwah!
- Tungguuuuuu──────!!!
- Lalu──
Halaman 20
- Perdamaian pun tiba di dunia.
- Setelah itu, parade kemenangan diadakan di ibu kota kerajaan, Delphini.
- Aku dipuji atas jasaku karena tidak membiarkan para pahlawan mati, dan seketika menjadi pahlawan.
- Akan tetapi───
- Kenapa... wajahmu murung...
- Vraphos-san...
- Pada akhirnya, tidak ada yang berubah dari fakta bahwa aku telah mengorbankan mereka...
- Aku tidak bisa benar-benar bahagia desu wa...
Halaman 21
- Aku tahu itu.
- Saat itu, aku tidak punya cara lain selain tumbal untuk menyelamatkan mereka...
- Haaah...
- Itu semua karena aku tidak cukup kuat desu wa...
- ...Apa kau mau ikut dengan kami?
- Eh?
- Mulai besok, kami akan memulai perjalanan baru.
- Meskipun Raja Iblis sudah tiada, masih banyak orang di seluruh dunia yang membutuhkan bantuan...
- Maukah kau meminjamkan kekuatanmu pada kami?
- Tentu...!! Tentu saja...!!
- Mohon bimbingannya desu wa...!!
Halaman 22
- ──Keesokan paginya
- Ma.......
- Lagi-lagi aku kesiangan parah desu wa!!!
Komentar
0