Deskripsi karya
やしろあずきがインターネットで描いている漫画をまとめてこう…こうしてこうやってまとめたお得なまとめ本です!
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Tragedi Malam Halloween
- Menjelang Halloween saat aku masih kecil
- Kali ini aku akan berkostum dengan sekuat tenaga.
- Asiiik!!
- Aku akan merobek sprei di rumah, mengolesinya dengan lipstik ibu, dan membuat jubah berdarah...!!
- Eh... kamu pasti bakal dimarahi, lho.
- Kan Halloween, jadi tidak apa-apa (logika aneh).
Halaman 2
- Oke!! Sudah robek. Sekarang tinggal diolesi.
- Asiiik, dengan ini aku bisa membuat corak darah...
- Hari itu, kami pun menyadari...
- Ah... Ibu...
- ...bahwa manusia lebih menakutkan daripada hantu.
- Lari, lewat jendela, lewat jendela!
Halaman 3
- “Operasi” Ibu di Tengah Mengasuh Anak
- Gawat, nih! Mimisanku keluar banyak sekali!
- Waaahhh!! Ibuuu, aaaaah!!
- Sudah tidak ada harapan! Ibu akan mati!
- Bohong, 'kan?! Ibu mau mati?
- Ibu janji akan mati!! Sekitar 10 detik lagi!!
- Dalam 10 detik?!
Halaman 4
- Sebelum mati, Ibu ingin kamu menyelesaikan PR untuk Ibu.
- Aku kerjakan!!
- Setelah itu, Ibu juga ingin kamu membersihkan kamar!!
- Aku kerjakan!!
- Kalau kamu juga merapikan meja, Ibu tidak akan punya penyesalan lagi.
- Sudah kukerjakan.
- Begitu, ya!! Kalau begitu, Ibu sudah sembuh!!
- Aku sudah tertipu dengan cara ini sekitar 3 kali.
- Udah sembuh!? Hore!!
Halaman 5
- Kamarku di rumah orang tua ada kuncinya, tapi ada jendela kecil di atas pintu.
- Ibuku kadang-kadang mengintip dari sana.
- Nenek Sihir.
- Jadi, aku menggantung kemeja bekas yang sudah tidak terpakai di pintu.
- Oke... dengan ini...
- Aku menjalankan operasi untuk menutup jendela kecil itu.
Halaman 6
- Beberapa hari kemudian.
- Fuh~ Capeknya.
- Oke deh~ main eroge, ah~
- U... Uwaah, uwaaaah!!
- Nenek Sihir!!!
- Sejak saat itu, aku menggunakan kemeja baru.
Halaman 7
- Sebaiknya Lakukan XX Saat Bertengkar
- Saat pertengkaran mulut akan dimulai...
- Anak bodoh!!!
- Berisik, Nenek Sihir!!!
- Ah, tunggu!! Mulai sekarang kita bicara pakai bahasa Inggris!!
- Hah?! O... Oke!! Ar... F*ck you!!
Halaman 8
- Hey, you are fool!! You... die!! You destroy!! Go to... die!! Die!! Demon eat!!
- Kill!! You die!! Very die!! You dead!! I'm God!! You... very dead!!
- Jika saat bertengkar mulut kami sepakat untuk saling menggunakan bahasa Inggris...
- Shut up, die!! You... pffft.
- I'm your kill!! Fufufu...!!
- ...hinaan itu entah kenapa berubah menjadi tawa dan bisa diselesaikan dengan damai.
- Hanya berlaku untuk keluarga yang tidak pandai berbahasa Inggris.
Halaman 9
- Akibat Terkena Penyakit Sok Keren
- Sekitar semester dua kuliah, aku punya kebiasaan menggunakan kata-kata asing padahal tidak begitu paham artinya.
- Komitmen!!
- Keren banget!!
- Ya, ini adalah sindrom chuunibyou tahap kedua... sebut saja Sindrom Mahasiswa Tahun Kedua.
- Ibu, ngomong-ngomong, agenda kita selanjutnya tidak ada masalah, 'kan? Sudah bisa komitmen?
- Apa itu? Adidas?
- Hah~~ Nggak tahu? Kesadaranmu, rendah banget, ya~~?
Halaman 10
- Keesokan harinya...
- Capeknya... aku pulang~
- Selamat datang!! Hari ini ada buffer, jadi berdasarkan flash idea, makan malamnya kita fiks kari, boleh?
- Hah!? Apa...!?
- Ibu juga belajar biar bisa mengimbangi 'kesadaran' kamu, tahu!!
- Untuk assign fukujinzuke ke karinya, tidak ada issue khusus, 'kan? Kalau sudah ada konsensus, ASAP!!
- Aku yang salah. Tolong kembali seperti semula.
- ①Terjemahan bebas... Selamat datang. Hari ini ada waktu luang, jadi kepikiran untuk makan malam kari, boleh? ②Terjemahan bebas... Apa tidak masalah kalau karinya ditambah fukujinzuke? Kalau tidak masalah, aku akan segera membuatnya.
Halaman 11
- Istirahat karena Kondisi Mental yang Buruk Bukanlah Bolos
- Dulu aku lumayan sering tidak masuk sekolah.
- Hmm... hari ini aku mau libur sekolah...
- Ada apa!! Kalau soal buku erotis yang kutemukan kemarin, akan kuanggap tidak pernah melihatnya!!
- Bunuh saja aku.
- Nggak... sebenarnya aku sedikit salah saat presentasi di kelas... lalu aku diejek oleh teman-teman dan jadi agak sedih...
- Begitu, ya!! Boleh istirahat!!
- Eh?! Boleh bolos?!
Halaman 12
- Apa yang kamu bicarakan!! Walaupun bukan karena pilek atau semacamnya, saat hatimu sakit itu sama saja dengan kondisi fisik yang buruk!!
- Saat kamu mengalami hal yang menyakitkan, penting untuk mengistirahatkan hatimu di rumah!! Itu tidak bisa disebut bolos!!
- Saat mengalami hal yang benar-benar menyakitkan, penting untuk beristirahat tanpa memaksakan diri.
- Ah... terima kasih... kalau begitu aku akan santai-santai sambil main game...
- Kamu akan mati dalam 5 detik!!
- PR-nya juga akan kukerjakan.
Halaman 13
- Jadi, berkat "cakupan bolos" ibuku yang tidak mencakup "saat hati sedang sakit", aku sering kali merasa sangat tertolong.
- Kamu bolos sekolah buat main game online di warnet, 'kan?
- Tapi kalau benar-benar bolos, aku akan dimarahi habis-habisan.
- Aaaaaaaaaaaaaaah!
Halaman 14
- Istirahat ≠ Bolos, 'kan?
- Sejak kecil aku punya kebiasaan suka bolos.
- PR-nya belum selesai, main game sebentar ah, wkwk.
- Gyaaa, Ibuuu, tamat sudah, maaf, maaf, ampuni nyawaku...
- ...PR-nya akan kamu selesaikan, 'kan? Kalau begitu, tidak apa-apa!
- Eh?!
Halaman 15
- Kalau kamu bisa menyelesaikannya dengan baik, bolos atau istirahat sejenak itu mirip-mirip saja, kok.
- Istirahat, ya...
- Bisa dianggap bolos, bisa juga dianggap istirahat.
- Sebaliknya, manusia tidak mungkin bisa terus fokus! Kuncinya untuk hidup dengan baik adalah maju sambil sesekali bolos.
- Tapi, bolos yang sampai merepotkan orang lain itu tidak boleh!
- Hmm... tapi sulit untuk menentukan apakah bolos itu akan merepotkan orang lain atau tidak...
- Benar juga... coba buka bekal untuk SMP besok ini.
Halaman 16
- Ooh! Bekal andalan Ibu, isinya...
- Inilah bolos yang merepotkan orang lain.
- Aku... sangaaat mengerti.
Halaman 17
- Akibat Dimintai Tolong Mengirim Kartu Tahun Baru
- Suatu akhir tahun saat aku masih kecil.
- Kalau kamu mau pergi mengirim kartu Tahun Baru, sekalian titip punya Ibu, ya.
- Oke, serahkan padaku.
- Lalu, tahun pun berganti, beberapa hari kemudian...
- Loh... di dalam tasku...
- ...ada sesuatu.
- Kepada Mongolian Death Saburo.
Halaman 18
- Gawattt!! Waktu itu aku cuma mengirim punyaku dan lupa mengirim punya Ibu.
- Asyiknya menantikan surat balasan, ya.
- Ini benar-benar gawat, gimana, ya, apa sebaiknya aku jujur saja?
- Eh, Bu, seandainya aku lupa mengirim kartu Tahun Baru, gimana? Hahaha.
- Yah, manusia 'kan bisa saja berbuat salah, jadi mau bagaimana lagi... akan Ibu kubur.
- Nggak bisa bilang.
Halaman 19
- Lalu Yashiro berpikir. Memeras otaknya yang kosong untuk mencari cara keluar dari situasi ini.
- Dan beginilah, ia menemukan satu solusi.
- Keesokan harinya...
- Ibu... kartu Tahun Baru untuk Ibu sudah sampai, nih, lihat... hehehe...
- Terima kasih, ya!! Wajahmu pucat banget.
Halaman 20
- Heeh~ Tulisannya kok mirip semua, ya.
- Yah, 'kan memang zamannya begitu.
- Hidupmu akan berakhir bulan ini.
- Maafkan aku.
Halaman 21
- Ibu dan “Permainan Hoki” di Game Center
- Karena aku anak tunggal, waktu kecil...
- Tembok besi.
- Teknik bertahan dari serangan lawan dengan terus menggerakkan tangan di depan gawang. Dibenci orang.
- Curang, Nenek Sihir!
- ...aku juga sering main di game center bersama ibuku.
- Di tengah semua itu, ada satu game yang sempat membuatku sangat ketagihan.
- Zombie shooting, The House of the Dead.
- Aku juga beli versi Dreamcast-nya.
Halaman 22
- Kami main berdua, tapi tentu saja aku yang sudah terbiasa main game lebih jago...
- Ah, kena.
- Ya, Ibu, game over.
- Dan yang lebih parahnya, anak-anak adalah makhluk yang suka sekali mengejek di saat seperti ini.
- Aah, masa di tempat begini saja sudah kalah, lemah banget~~
- Lemahhh~~ payahhh~~ wkwkwk.
Halaman 23
- Keesokan harinya setelah aku mengejeknya habis-habisan, kami kembali ke game center.
- Oke, hari ini kita tembaki zombi lagi.
- Boleh! Ayo main!
- Tuh! Yang itu incar kepalanya.
- Serahkan pada Ibu.
- Ooh...? Hebat juga, lumayan jago.
Halaman 24
- Ya, di situ tembak tuas yang kanan untuk ganti rute. Cepat tembak itu.
- Eh... u, um...
- Ya, tolong peneliti itu, nyawa +1.
- O... orang ini...
- Loh? Kenapa? Skormu rendah, ya.
- Kamu agak lemah, ya? Hah?
Halaman 25
- Cerita “Pura-Pura Sakit” Saat Masih Kecil
- Sejak SD aku sering libur sekolah karena pura-pura sakit.
- Tinggal dekatkan termometer ke pemanas... terus pura-pura demam, deh.
- Yamauchi, si Jenius Pura-Pura Sakit
- Kalau salah waktu saat menariknya, suhunya jadi demam tinggi dan malah ketahuan, ya...?
- Uooh... hebat, Yamauchi...!!
- Tapi karena aku terlalu sering pura-pura sakit, ibuku pun mulai mengambil tindakan.
- Aah~ gawat, badanku nggak enak banget~ uhuk, rasanya mau mati, nih, uhuk.
- Wajahku pucat banget. Gawat, Bu, hari ini aku libur sekolah, deh.
- Ah... kamu...!!
Halaman 26
- Kenapa wajahmu begitu...!! Penyakit parah... mati... kamu akan mati!!
- Hah!?
- Ini gawat!! Aku akan segera telepon pemadam kebakaran dan polisi!!
- Po, polisi...!? Tunggu.
- Halo, polisi? Anak saya sakit parah...
- Hei, hei, hei, stop, tunggu, tunggu, tunggu, aku baik-baik saja, serius.
- Karena kamu pura-pura sakit.
- Aku tahu, kok!! Duduk bersimpuh di situ!!
Halaman 27
- Cerita Saat Aku Kabur dari Rumah
- Waktu kecil aku pernah kabur dari rumah.
- Begitu, ya. Semangat!
- Nggak tahan lagi, aku mau pergi dari rumah ini!
- Dengar, ya!? Aku akan pergi dari rumah, lho!! Ya!?
- Begitu, ya. Semangat!
- Kamu tidak apa-apa...? Dia sudah pergi, lho...
- Ah... Ibu, tenang saja.
- Karena aku punya senjata rahasia...
Halaman 28
- Beberapa jam kemudian, di sekitar rumah.
- Sialan... aku tidak akan pernah pulang ke rumah...
- ...Hm? Itu...
- Ibu?!
- Apa-apaan, datang sekarang. Aku tidak akan pernah kembali.
- Katakan sesuatu, dong... hei... hei...!!
Halaman 29
- Cinta pertama Yanagitani Tatsuyuki adalah... N-san.
- !?
- Aku tidak akan melepas kertas ini sampai kamu menangkapku, hohohoho.
- Aaaaaaaah, Nenek Sihirrrrr!!!
Halaman 30
- Cerita “Perang Perebutan Mandi” di Rumah
- Dulu saat masih di rumah, urutan mandi sudah ditentukan, dimulai dari nenek.
- Air mandinya sudah siap.
- Asiiik, mandi pertama!
- Hoi, bocah!
- ...tapi, pada dasarnya aku tidak pernah menaatinya.
- Aduh... gimana, ya, apa ada cara yang bagus...
- Tidak ada cara lain selain menghentikan napasnya.
- Tidak ada cara lain selain menghentikan napasnya.
- Benar juga... pakai ponsel dengan fungsi rekam video ini...
Halaman 31
- Beberapa hari kemudian.
- Air mandinya sudah siap.
- Horeee!! Mandi pertama jadi milikku!!
- Oke, dapat. Bak mandinya paling enak... aduh, dingin!
- Aaaaaaaaaaaaaah, ini bukan bak mandi, kenapa, aah!
Halaman 32
- Kena kau!! Aku merekam suara air mandi siap di ponsel dan memutarnya dengan volume keras!!
- Ayo, serahkan kamar mandinya!!
- Sudah siap.
- Sialan... awas kau...
- Setelah itu, aku membalasnya dengan cara yang persis sama, dan seluruh keluarga jadi tidak bisa mempercayai suara mesin lagi.
Halaman 33
- Orang Dewasa Tidak Selalu Benar
- Masa Kecil
- Apa yang dikatakan wali kelas dan guru olahraga benar-benar berbeda, aku jadi bingung sekali.
- Begitu, ya!!
- Pikirkan sendiri!!
- Hah~!?
- Orang dewasa itu bukan makhluk yang selalu benar, tahu!! Ibu juga pasti sering mengatakan hal yang salah!!
- Contohnya, kemarin Ibu bilang bolpenmu rusak karena ulah hantu, tapi itu juga salah. Sebenarnya Ibu yang menginjaknya. Maaf.
- Itu sih cuma bohong, 'kan.
Halaman 34
- Makanya, jangan menelan mentah-mentah apa kata orang dewasa, tapi masukkan juga pemikiranmu sendiri untuk mengambil kesimpulan. Itulah maksud dari 'pikirkan sendiri'!!
- Kalau sepertinya itu salah, Ibu juga akan bilang begitu. Sebaliknya, kalau sepertinya Ibu yang salah, akan sangat membantu kalau kamu bilang begitu.
- O-oh, begitu... aku mengerti.
- Kalau begitu!! Ibu bilang tidak boleh mencoret-coret dinding pakai lipstik, 'kan!!
- Tapi kemarin aku bilang ke guru seni, dan dia bilang 'artistik, ya', jadi berarti ini perbuatan yang benar, dong.
- Ibu yang benar! Keluar kau!!
Halaman 35
- Cerita Saat Ibuku Seorang Penyihir
- Kamarku di rumah ada kuncinya.
- Oke...!!
- Aku biasa menguncinya saat diam-diam main game tengah malam.
- Kalau begitu, langsung saja main game...
- Aaaaaaaaaah, Nenek Sihirrrrr!!!
Halaman 36
- Kok bisa buka kuncinya?
- Pakai sihir, dong!!
- Sihir?!
- Ibu ini penyihir, tahu!!
- Kalau kamu takut sihir, mulai sekarang jangan kunci pintu lagi, ya!!
- Soalnya nanti Ibu pakai sihir kematian!!
- Hiiiiiiiii.
- Padahal dia cuma membukanya paksa dengan kuku, tapi kupikir cara mendidiknya hebat juga.
Halaman 37
- Cerita tentang Acara 'Pertemuan Orang Tua'
- Waktu SD, setiap tahun ada rumah hantu di acara pertemuan orang tua.
- Mati
- Pemeran hantunya adalah para orang tua murid.
- Kami yang bandel pernah menerobos masuk sebelum dibuka.
- Hahaha-- Serbuuuu!
- Hei, tunggu.
Halaman 38
- Ooh... sepertinya akan ada sesuatu yang keluar...
- Kira-kira kita bakal dimarahi nggak, ya...
- Apa yang kalian lakukan!! Belum mulai, tahu!!
- Aaaaaaaaaaaaaah, serammm!
- Saat paling menakutkan di rumah hantu adalah ketika ibuku sendiri muncul dalam wujud aslinya.
Halaman 39
- Cerita Saat Aku Pindah dari Rumah
- Setelah pindah dari rumah, aku video call dengan ibuku.
- Makan sayur yang benar, ya!!
- Selalu sedia obat!! Dan selalu siapkan senjata di samping bantalmu!!
- Se... senjata...? Kenapa...?
- Bagaimanapun juga, orang tua tetaplah orang tua, ya...
Halaman 40
- Oh ya, semua doujinshi erotis yang ada di kamarmu itu...
- ...Ibu berencana mengirimkannya ke kerabat kita, Yasu-chan. Tidak apa-apa, 'kan!!
- Jelas nggak baik-baik saja!! Hentikan!!
- Ibu sudah dapat izin dari Yasu-chan, lho!!
- Bohong, 'kan, Yasu-chan!? ※Ternyata bohong.
Halaman 41
- Perang Sembunyi Game Antara Aku dan Ibu
- Waktu kecil, saat aku mencoba main game diam-diam.
- PR-nya belum selesai, sih, tapi pengin main Mario sebentar...
- Kalau mainnya diam-diam nggak apa-apa, lah... hehe...
- Ah... sial, kabel power-nya nggak ada.
- Dasar Ibu... dia sudah menduga ini dan menyembunyikannya, sialan!
Halaman 42
- Tapi biasanya, saat seperti ini, ada di atas gudang...
- Uraaah, ketemu! Sini kauu!
- Ah... sial, sekarang 'itu'-nya yang nggak ada... 'itu', lho.
- Yang tiga kabel itu, lho, yang merah, putih, sama kuning.
- Yang buat nyambungin ke TV itu... yang merah, putih, kuning... apa, ya, namanya, aku nggak tahu.
Halaman 43
- 30 menit kemudian
- Hah... akhirnya ketemu juga yang tiga kabel itu... capeknya.
- Hmm... terus 'itu' lagi... kasetnya... di mana kasetnya...
- Di sini, lho.
- Ah, Ibu.
Halaman 44
- Nah, sekarang mau kujual ke toko game, ah.
- Karena aku melakukan ini setiap saat, aku jadi lumayan kurus.
Halaman 45
- Cara Menghentikan Tangisan Anak
- Waktu kecil, saat aku menangis meraung-raung.
- Aaaaaah, mau ke Toys 'R' Us! Aaaaaah!
- Hello Mac!!
- Toys 'R' Us
- Tindakan yang kadang dilakukan ibu selain mencoba menenangkanku.
- Dia ikut menangis.
- Aaaaaah!! Aaaaaah!! Gyaaa!!
- Waaah!!
Halaman 46
- Ibu juga sudah capek, aaan! Dari pagi sampai malam siapkan makanan keluarga, bersih-bersih rumah, aah, gyaaaan!
- Ditambah lagi anaknya nangis, sudah benar-benar gyaaaan!
- Dengan melakukan ini,
- Apa-apaan orang ini... seram... jangan dekat-dekat, ah...
- Aku punya kenangan di mana aku menjadi tenang dan berhenti menangis.
Halaman 47
- Tetapi!! Ini hanya contoh kasusku, tidak berarti semua orang akan berhenti menangis, dan ada juga saatnya aku tidak berhenti menangis!!
- Papa pulang~~
- Dan inilah yang terjadi saat aku tidak berhenti menangis...
- Aaaaaaaaaah, gyaaaaaah, sudah nggak tahan lagiiii!!
- Aaaaaaaaaah, Toys 'R' Us, aaaaaaaah, Tamagotchi, iiiih!
Halaman 48
- Ayahku dulu bilang, aku dan ibu menangis meraung-raung sampai kelelahan, dan rumah jadi seperti kebun binatang.
- Papa makan di luar sebentar, ya.
- ◆BERISIKO!!!!
Komentar
0