Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Ah...
- Iya.
- Jadi, tidak lolos, ya...
- Iya...
- Saya akan berusaha lebih keras untuk rapat serialisasi berikutnya...
- ..............................
- Benar-benar tidak ada harapan, ya...
- Mungkin... ini saatnya aku menyerah.
- Hm?
- Jalan setapak pematang sawah ini...
Halaman 2
- Sudah 10 tahun, ya, sejak saat itu...
- Uooooh!
- Tsubame!! Tolong tambahkan latar dan tone di halaman ini!!
- Sedikit lagi, sedikit lagi.
- Oke!! White-nya sudah kering, jadi Karasuma, tolong kerjakan yang ini!!
- Uooooooh!
- Ayoook!
Halaman 3
- Selesai juga~~...
- Kali ini juga mepet sekali, ya...
- Tapi kita berhasil membuat manga yang seru, ya!
- Selama 3 tahun ini, kita sudah menggambar banyak sekali manga, ya.
- Seperti 'Kronik Sandal Nenek dari Dimensi Lain' dan 'Kursus Perjalanan Waktu Guru Panda'.
- Judulnya aneh-aneh semua...
- Aku yang menggambar karakter, dan Tsubame yang menggambar latar...
- Tapi seru, kan!
- Kita ini duo terkuat!!
- Untuk klub manga yang anggotanya cuma kita berdua, kita benar-benar hebat.
- ............
- Hm?
- Ehm...
- Ah.
- Ah~~
- Proyek selanjutnya!
- Musim dingin nanti kita gambar apa, ya?
Halaman 4
- Aku... sebenarnya...
- Dulu kita pernah menggambar manga tentang desainer yang bereinkarnasi ke dunia lain, kan?
- Aku berencana ikut ujian masuk di musim dingin dan kuliah di universitas Tokyo.
- !
- Aku ingin mencoba belajar desain secara serius.
- Ah, tapi aku juga tidak tahu sejauh mana aku bisa melakukannya, lho?!
- Bisa jadi beberapa tahun lagi aku malah melakukan hal lain!
- Ah...
- Oh...
- Begitu, ya.
- Bisa jadi 3 tahun lagi kamu malah bekerja sebagai pemilah jenis kelamin anak ayam.
- Bukankah alur ceritanya jadi terlalu tajam?!
Halaman 5
- Kalau begitu, aku lewat sini.
- Oh... sampai jumpa besok.
- Karasuma sendiri?
- Hah?
- Tahun depan, Karasuma mau bagaimana?
- Aku...
- Akan terus menggambar manga di sini.
Halaman 6
- ...Begitu, ya.
- Pasti itu yang terbaik!
- Iya...
- Manga buatan Karasuma--
- Pindah ke Tokyo?! Kuliah?! Apa-apaan itu?!
- Sedangkan aku!!
- Padahal selama ini kita terus menggambar manga bersama...
- Aku tidak akan lari!!!
- Aku tidak akan menjadi orang membosankan seperti itu!!!
- Aku pasti akan terus menggambar!!!
Halaman 7
- .........
- ...Ah...
- Aku percaya kok, Karasuma pasti bisa.
- Soalnya...
- Tidak apa-apa!
- Soalnya, Karasuma itu--
- Jalan setapak pematang sawah tempat kami berpisah waktu itu... ya.
- Aku sudah mengatakan hal yang kejam, ya...
- Karena aku tidak pernah memikirkan masa depan...
- Bukan... mungkin karena aku sengaja tidak mau memikirkannya.
- Lho?
- Jangan-jangan, Tsubame...?
Halaman 8
- Eh...
- Benar, kan, Karasuma! Lama tidak bertemu~
- Apa kabar?
- Eh, Tsubame...?!
- Kenapa kamu ada di kampung...?
- Lagi pula, anak itu...
- Kamu kagetnya berlebihan~
- Tahun lalu aku menikah dengan rekan kerjaku.
- Sekalian libur Obon, jadi aku pulang kampung agak lama.
- Tsubame.........
- Sudah lama tidak pulang, rasanya jadi nostalgia, ya~
- Sudah berapa tahun, ya, sejak terakhir kali aku naik bus di sini~
- Rasanya... kamu sudah jadi dewasa, ya.
- ---Ngomong-ngomong,
- Mungkin bagi Karasuma ini pertemuan setelah sekian lama, tapi...
- Aku selalu memperhatikanmu, lho.
- Hah?
Halaman 9
- Kamu terus menggambar manga, kan!
- Kamu juga mengunggahnya di internet,
- dan kadang-kadang karyamu dimuat di majalah, kan!
- Di Twitter juga aku sering menulis komentar seperti ini.
- Eh...
- Majalah...? Kamu sampai repot-repot membeli majalah yang tidak terkenal seperti itu?!
- Tentu saja!
- Aku juga tahu kalau kamu sedang berjuang untuk mendapatkan serialisasi.
- Ah.
- Soalnya aku malu kalau mengatakannya langsung, jadi aku menuliskannya seolah-olah cuma bergumam sendiri.
- Orang yang menulis komentar ini... aku sering melihatnya saat melakukan egosurfing...
- Kenapa...
- Kenapa kamu sampai segitunya mendukungku?
- Soalnya,
- dulu juga sudah kukatakan, kan?
Halaman 10
- Karasuma itu, kapan pun--
- adalah mangaka nomor satu di dunia yang selalu menggambar manga favoritku!
- Mungkin aku akan berusaha sedikit lebih keras lagi...
- Yang berubah itu bukan dia, melainkan--
- Begitu, ya...
- Hah?
- Bukan, bukan apa-apa.
- ...Oh ya, aku juga ada urusan ke arah rumahmu, Tsubame.
- Kamu sedang menggendong anak, jangan sampai jatuh ke selokan.
- Tenang saja.
- Ah, kalau begitu, ayo jalan bareng!
- Ayo kita mengobrol banyak!
- Ngomong-ngomong, siapa nama anakmu?
- Eeeh, rahasia!!
- Manga berikutnya, kamu mau menggambar cerita seperti apa?
- Apa-apaan itu.
- Mungkin tentang mencari kerja... dengan latar dunia fantasi...
Komentar
0