Deskripsi karya
Dialog dalam karya ini
Halaman 1
- Kapan Kindle volume kedua Lingkaran Otaku rilis? Kamu nggak niat rilis, ya? Ngeremehin kami? Kalau volume keduanya nggak rilis, kami bakar, lho. Terima kasih atas semua pesan hangat dari kalian. Aku takut, jadi aku rilis, deh.
Halaman 2
- Ringkasan episode sebelumnya. Setelah Lingkaran Otaku bubar dan menjadi pekerja kantoran, Yashiro Azuki menerima pesan...
- dari seseorang...
- Ikon profil ini... jangan-jangan Takecchi...?
- Yap... tebakanmu benar. Lama tak jumpa... sudah lihat medsos Hime?
Halaman 3
- Oh... sudah kulihat, sih... tapi kelihatannya cuma akun biasa buat pamer kemesraan sama pacarnya...?
- Asano Himeno♡ ●● Gadis aktif/Suka FPS/Sanrio. Yang suka anime & game, ayo temenan. Pacar→@ieiudo20
- Hari ini makan siang bareng pacar♡ Di restoran biasa, kami berdua bahagia. Senang banget bisa pacaran sama dia~
- Pacarku terlalu hebat. Tiap hari aku dibuat meleleh, rasanya pengen pasang foto dia lagi tidur di sini~
- Ini 'kan akun biasa yang isinya curhatan khas anak muda zaman sekarang, bukan...?
- Lagian, dia juga nggak pasang foto wajahnya. Kenapa kamu bisa tahu kalau ini Hime...?
- Kalau ini orang yang salah, 'kan gawat...
- Bukan, coba lihat foto ini.
Halaman 4
- Tas ini tas bermerek yang kubelikan untuk Hime waktu zaman kuliah dengan uang pinjaman.
- Kamu sampai pinjam uang buat beli tas?
- Terlebih lagi, goresan samar di bagian depannya sama persis dengan tas bekas yang kubeli.
- Malah barang bekas pula.
- Yah, kalau cuma itu buktinya masih lemah, jadi akan kuberikan bukti yang telak.
- Ini foto dari "cuitan"-nya...
Halaman 5
- Entah kenapa, foto wajahku sebagai mantan pacarnya...
- dipajang.
- Yah, kasihan banget sih dia.
Halaman 6
- Aku pun memutuskan untuk bertemu langsung dengan Takecchi untuk bicara.
- Sekarang aku kerja jadi SE di perusahaan besar, baru masuk sebagai lulusan baru.
- Heeh~ hebat juga kamu... Terus, soal akun itu?
- Oh, iya... Hime itu main game aksi ●● yang lagi populer di kalangan anak muda...
- Game ini memang seru, sih, tapi banyak banget *deai-chuu*-nya, dan Hime juga kayak gitu.
Halaman 7
- Tapi, hebat juga kamu bisa menemukan akun itu.
- Ah... aku juga main game itu, terus iseng nge-follow semua cewek yang main, eh kebetulan ketemu...
- Lah, berarti lu juga deai-chuu dong!
- Nah, yang ingin kutunjukkan langsung hari ini adalah ini.
- Permisi, Kak~
- Sudah mau pesan minum?
- Oh... hm? Apa ini...? Daftar akun...?
Halaman 8
- Ikonnya mirip-mirip semua, tapi ini apa...?
- Permisi, Kak, minumannya...
- Ini, sebenarnya...
- Semuanya akun milik Hime. Dan di semua akun itu...
- dia punya pacar yang berbeda-beda.
Halaman 9
- LAGI-LAGI SOAL ITU?!
- Permisi, Kak, minumannya...
Halaman 10
- Ringkasan episode sebelumnya. Setelah bertahun-tahun, aku melihat akun Hime dan...
- Oh, iya... Hime itu main game aksi ●● yang lagi populer di kalangan anak muda...
- Game ini memang seru, sih, tapi banyak banget *deai-chuu*-nya.
- aku pun diberitahu sisi gelapnya...
- Pertama, coba lihat beberapa akun ini...
- Hmm... aku jadi penasaran, bagian mana yang gawat, ya.
Halaman 11
- Pertama, ini pacar dari akun yang ini.
- Oh~ begitu, ya...
- Ini pacar dari akun yang sebelah sini.
- Aku suka banget pacar yang kalem.
- Terus, ini pacar dari akun yang ini.
- Hah? Ketemunya di hutan atau gimana?
Halaman 12
- Dasar gila, nggak berubah sama sekali.
- Apalagi kalau dilihat dari cuitannya, ternyata ada juga yang benar-benar dia temui di dunia nyata...
- Terus? Kita? Cuma mau mengamati dan menertawakannya saja?
- Bukan... aku juga sempat berpikir begitu, tapi kita 'kan sudah sering dikerjai olehnya waktu kuliah.
- Cuma menertawakannya saja itu terlalu ringan, tahu...
Halaman 13
- Gini, deh. Gimana kalau kita...
- balas dendam?
Halaman 14
- Drama Balas Dendam
- Ringkasan episode sebelumnya. Mereka berencana untuk balas dendam pada Hime.
- Gini, deh. Gimana kalau kita...
- balas dendam?
- Para otaku yang kini telah dewasa itu pun merencanakan sesuatu, tapi...?
- Ada banyak cowok yang ditipu seperti kita, 'kan?
- Yah, benar juga... modusnya mirip-mirip... kasihan juga, ya...
Halaman 15
- Makanya... kita harus menganggap bahwa kita telah melewati cobaan itu demi menyelamatkan semua orang yang sedang ditipu sekarang...!!
- Kayaknya nggak gitu juga, deh.
- Nah, soal caranya... singkatnya, kita siapkan akun medsos.
- Kita coba pacaran dengan Hime, menyamar jadi pacarnya, lalu pada akhirnya kita bongkar identitas asli kita... semacam itulah.
Halaman 16
- Oh~ begitu, ya... kedengarannya menarik, sih... tapi siapa yang mau jadi pacarnya?
- Aku, sih, ogah...
- Serahkan padaku.
- Lama tak jumpa...!! Akulah yang akan jadi pacar Hime.
- Soal nembak, serahkan padaku.
- Ah... kamu 'kan...
Halaman 17
- Benar, dia satu-satunya orang yang tidak ditembak oleh Hime waktu kuliah.
- Oh iya... satu-satunya yang nggak ditembak waktu kuliah, ya...!!
- Karena satu-satunya yang nggak ditembak, jadi ini kesempatan kedua, ya...!!
- GUE MASIH KEPIKIRAN SAMPAI SEKARANG, JADI JANGAN DIUNGKIT LAAAGI!!
- Justru karena tahu, makanya diungkit.
Halaman 18
- Ringkasan episode sebelumnya. Bantuan yang sudah lama tak muncul pun datang.
- Lama tak jumpa...!! Akulah yang akan jadi pacar Hime.
- Soal nembak, serahkan padaku.
- Ah... kamu 'kan...
- Satu-satunya pria yang tidak ditembak, kini ikut bertarung.
- Sekarang kamu kerja apa?
- Sekarang aku jadi asisten fotografer... masih ikut sama guruku.
- Wah, fotografer 'kan kelihatannya populer... ya?
- Sudah punya pacar?
Halaman 19
- Hah?
- Ah, maaf.
- Nah, kembali ke topik utama. Setelah aku analisis "Twitter" Hime... ternyata dia pacaran bukan cuma sama orang yang pernah ditemui di dunia nyata.
- Banyak juga yang kelihatannya cuma pacaran di dunia maya... artinya, kita bisa pacaran tanpa harus bertemu langsung.
Halaman 20
- Biar kujelaskan!! Pacaran di internet tanpa melihat wajah pasangan itu sudah biasa dari dulu.
- Aku punya pacar, lho~ Namanya Cecilia.
- Orang luar?
- Orang luar?
- Yashiro juga pernah mengalaminya!! Walaupun pasangannya ternyata cowok!!
- Jadi, kita akan pakai akun ini.
- Ikonnya, siapa?
- Orang dari foto stok.
Halaman 21
- Dengan akun ini, kita akan menghubungi akun Hime yang belum punya pacar...
- Strateginya adalah, pada akhirnya kita bongkar semuanya dan beri dia pelajaran!!
- Ayo, kita mulai... saatnya balas dendam.
- Operasi dimulai!!
Halaman 22
- Ringkasan episode sebelumnya. Menyambut kawan lama.
- Ayo, kita mulai... saatnya balas dendam.
- Operasi dimulai!!
- Para Otaku Avengers merencanakan balas dendam pada Hime yang masih mengulangi perbuatan yang sama.
- Tapi, ya... akun ini, kan, baru saja dibuat. Apa dia nggak bakal curiga?
- Benar juga... tapi tenang saja.
- Akun ini aslinya milikku...
Halaman 23
- Aslinya, akun ini kubuat setengah tahun lalu untuk mem-follow dan memantau cewek-cewek yang menarik perhatianku.
- Kamu ini keterlaluan juga, ya.
- Ah, woi... dia follow balik!! Lihat!!
- Wih, serius? Langsung tembak?!
- Tunggu, jangan dulu, masih terlalu cepat!!
Halaman 24
- Kalau langsung nembak, dia cuma akan waspada. Mulai dulu dari, "Kita punya hobi yang sama, ayo berteman"... begitu!!
- Oh, hebat sekali.
- Jangan remehkan aku yang sudah 30 kali gagal karena langsung nembak.
- Salam kenal!! Aku follow kamu karena kita punya hobi yang sama. Kalau berkenan, ayo berteman!! Emm... jadi, begini saja sudah bagus...?
- Oke, sempurna. Kirim!
Halaman 25
- Oh, sudah ada balasan...
- Terima kasih. Maaf, tapi sepertinya tidak bisa.
- Eh? Jangan-jangan cuma aku lagi yang...
- nggak ditembak?
Halaman 26
- Serangan Kedua
- Lingkaran Otaku Edisi Balas Dendam. Ringkasan episode sebelumnya.
- Ah, woi... dia follow balik!! Lihat!!
- Wih, serius? Langsung tembak!?
- Tunggu, jangan dulu.
- Seorang otaku yang menyerbu akunnya, malah ditolak lagi.
- Kenapa aku harus merasakan patah hati lagi, sih...
- Hmm... pertahanannya lebih kuat dari yang kuduga.
- Tapi, dia tetaplah Hime, 'kan...
Halaman 27
- Yah, mau bagaimana lagi. Aku akan pakai akun yang dulu kubuat.
- Ayo kita coba serang sekali lagi.
- Akun yang kubuat hanya untuk terus-menerus mengirim balasan ke cewek yang menolakku di game online dulu.
- Alien Ledakan Besar Bulu Ketiak No. 2
- Aku ingin merebus bulu ketiak gadis itu dan meminumnya.
- Aku ingin menanam bulu ketiak gadis itu.
- Aku akan ganti nama akun ini dan...
Halaman 28
- Jijik...
- Aku tahu ini menjijikkan, tapi ini 'kan cerita lama.
- Semua cuitannya kuhapus, nama dan ikonnya kuganti... kubuat seolah-olah ini akun orang kaya...
- Masato@Mahasiswa Kedokteran
- @Hime Halo! Aku follow karena sepertinya kita punya banyak hobi yang sama! Kalau boleh, ayo main game bareng?
- Oke, bagaimana kalau begini?
Halaman 29
- @Masato@Mahasiswa Kedokteran Makasih udah follow♡ Mahasiswa kedokteran, keren banget! Ayo dong main bareng~! Boleh kupanggil Masato?
- Gila, umpannya dimakan.
- Eh... apa...?
- Bagus.
- Apa ada yang salah denganku sebagai manusia...?
Halaman 30
- Ringkasan episode sebelumnya. Hime terpancing dengan akun baru yang dibuat.
- Jijik...
- Aku tahu ini menjijikkan, tapi ini 'kan cerita lama.
- Dia berhasil terpancing!!
- Pembicaraan selanjutnya akan kita diskusikan nanti secara daring.
- Benar juga... kalau kalian, bagaimana cara kalian mengajak Hime dari sini?
- Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?
Halaman 31
- Hah? Langsung nembak?
- Ayo kita ajak kencan ke tempat yang pemandangannya bagus.
- Nggak bisa, nggak bisa, dasar bodoh! Makanya otaku minim pengalaman cinta itu payah!
- Cara ngajak kayak gitu udah gagal semua pas aku coba!
- Wah, meyakinkan sekali...
Halaman 32
- Pertama-tama, kita main game yang jadi hobi kita bareng beberapa kali sampai akrab... begitulah cara memperpendek jarak secara alami.
- Ikuti aku.
- Itu aku, lho.
- Jago banget main gamenya~!!
- Terus, setelah beberapa lama dan sisi liciknya mulai kelihatan, barulah kita bongkar identitas asli kita.
- Aku, sih, ngerti... tapi aku sama sekali nggak main game yang dimainin Hime itu...
- Kalian berdua juga, 'kan? Aku sudah menduga...
- Aku sudah panggil tamu spesial ke panggilan ini.
Halaman 33
- Ketua Lingkaran Otaku kita, yang sekarang kerja sebagai perencana di perusahaan game besar.
- Lama tak jumpa... syukurlah kalian kelihatannya sehat.
- Aah...!!
- Ketua yang dulu pamer dan sombong karena ngaku pacaran sama Hime.
- Padahal dia nggak pernah diajak ke rumahnya, prioritasnya rendah banget.
- Kalian, kita perlu bicara.
Halaman 34
- Ringkasan episode sebelumnya. Seseorang yang tahu banyak soal game yang dimainkan Hime.
- Ketua yang dulu pamer dan sombong.
- Padahal prioritasnya rendah dan nggak pernah diajak ke rumahnya.
- Kalian, kita perlu...
- Satu lagi kawan dari Lingkaran Otaku bergabung...!!
- Jadi? Rencananya kita main game itu bareng Hime buat naikin tingkat keakraban, 'kan?
- Benar... aku ingin menyerahkan tugas itu padamu.
- Kamu tahu ID karakter Hime?
Halaman 35
- Yup, aku tahu semua ID medsos Hime, 10 alamat emailnya, dan nomor teleponnya. Info mana yang kalian butuhkan?
- Jijik banget sih, lu.
- Kekuatan Tempur
- Oke, cari ID... ah, ketemu...
- Aaaaaah...
Halaman 36
- Oh, ini sih dia disokong dana... Kayaknya dia top-up gila-gilaan, nih.
- Disokong dana?
- Benar... misalnya, kalau kita cari ID Hime dan kata 'Aku cinta kamu'...
- Kita bisa lihat semua postingan Hime yang ada kata 'Aku cinta kamu'-nya.
Halaman 37
- Nah, lihat... dengan cara ini dia morotin uang dari banyak cowok.
- Aku juga cinta kamu~♡ Akhir-akhir ini, uangku buat beli item di game sama sekali nggak cukup, lho...
- Kalau kamu cinta aku,
- tolong pinjami aku uang game.
- Sayang, karena aku cinta kamu,
- aku mau beli item couple, deh.
- Dasar sampah, nggak berubah sama sekali.
- Kenapa... kalau aku nggak boleh?
Halaman 38
- Ringkasan episode sebelumnya.
- Oh, ini sih dia disokong dana... Kayaknya dia top-up gila-gilaan, nih.
- Disokong dana?
- Para otaku meneliti game yang dimainkan Hime! Semangat, Otaku Avengers!
- Tapi, ya... kalau kita mau akrab sama Hime lewat game, dari yang kudengar sejauh ini...
- Kayaknya kita harus nyumbang dana ke dia di dalam game juga, 'kan...?
Halaman 39
- Yah, kurasa begitu... tapi soal itu, tenang saja. Aku juga termasuk pemain yang cukup serius.
- Aku sudah siap mengorbankan sedikit hartaku.
- Hah... kamu serius? Nggak apa-apa?
- Ya... demi membalas penghinaan di masa kuliah... kalau dipikir-pikir, demi inilah...
- Aku merasa seolah-olah aku mengambil pekerjaan ini hanya untuk saat ini...
Halaman 40
- Bagus! Tepat sekali!
- Aku juga sudah berjuang sampai sekarang demi hal itu!
- Kalian serius? Nggak apa-apa kayak gitu?
- Oke, suasananya makin panas... kalau begini, lebih baik punya banyak sekutu.
- Ayo kita ajak anggota lain yang belum gabung!
- Semua anggota lingkaran kita waktu itu, kumpul...!
Halaman 41
- Dari siapa?
- Ah... bukan...
- Cuma teman waktu kuliah... Nggak apa-apa, nggak usah dipikirin.
Halaman 42
- Kelanjutan bagian kedua juga akan segera rilis! Mohon ditunggu! Akan segera kurilis! Tolong jangan bilang mau bakar-bakar lagi!!! Nanti kutuntut, lho. Serius.
Komentar
0